Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Ingin Bertemu Lee


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk pergi ke pemakama, Nenek Liao bersama dengan Yuan akhirnya kembali ke Rumah Sakit. Wanita paruh baya itu tidak henti-hentinya menangis di dalam mobil menuju ke Rumah Sakit.


Dia begitu sedih karena harus melihat makam Cicitnya, dia menyesal kenapa harus terjadi hal seperti itu. Padahal jika saja tidak terjadi hal seperti itu, maka dia akan segera mendapat seorang Cicit yang sehat dan cantik tetapi Takdir berkata lain ternyata memang Tuhan belum mengizinkan Cicit cantiknya untuk hidup lebih lama.


Wanita itu memang tampak untuk bisa tegar, tapi pada kenyataannya dia tidak bisa melakukannya, dia tidak bisa berpura-pura tegar dan kuat. Akhirnya dia pun menangis juga.


"Sudahlah jangan menangis lagi Nek. Bersabarlah semoga tidak terjadi hal apapun setelah ini Nenek, siapa yang tidak sedih melihat bayi kecil yang sudah meninggal, aku pun sama sedihnya seperti yang dirasakan oleh Nenek. Tetapi ini seperti yang Nenek bilang di Rumah Sakit, semuanya adalah Takdir Tuhan," kata Dokter Yuan Chuan kepada sang Nenek.


"Aku hanya wanita tua yang berusaha mencoba tegar, tetapi pada kenyataannya aku terlalu rapuh, Nenek sedih melihat keturunan Nenek harus terkubur lebih dahulu, mendahului aku, bagaimana ini bagaimana Nenek tidak merasa sedih, Nenek sudah berusaha tegar tapi Nenek tidak bisa melakukannya," Wanita tua itu tetap saja terisak padahal sudah mencoba untuk menenangkannya, tetapi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, kepedihan seseorang tidak bisa dihilangkan begitu saja.


"Ya sudah Nenek. Yang penting Nenek sekarang puas-puas kan dulu menangis di mobil, tapi kalau sudah sampai di Rumah Sakit, sebaiknya tidak menangis lagi, Nenek harus memberi semangat untuk Nathan dan untuk Lee Ji An sendiri,"bkata Dokter Yuan sambil tersenyum kearah sang Nenek yaitu berusaha untuk menghibur Nenek yang sudah ia sayangi seperti Neneknya sendiri.


Karena Yuan Chuan bersahabat dengan Nathan sedari kecil, dan Yuan Chuan sering main ke rumah Nenek setiap hari karena itu Nenek pun menyayangi Yuan Chuan seperti Cucunya sendiri.


"Aku ingin segera bertemu dengan Lee. Aku ingin melihat parasnya. Apakah gadis itu cantik? Apa gadis itu baik, atau apakah gadis itu sekarang sudah sehat apa belum? Aku sungguh penasaran seperti apa gadis yang disukai Nathan sehingga Cucunya bisa takluk kepada wanita tersebut," kata Sang Nenek sambil menatap ke arah Dokter Yuan Chuan.


'Bersabarlah sebentar lagi kita akan segera sampai di Rumah Sakit, kini Nenek akan melihat wanita yang menjadi pujaan hati dari Cucu Nenek sendiri, wanita itu memang sangat cantik, wanita itu sangat keibuan pantas saja Nathan begitu takluk dan jatuh hati kepada wanita tersebut,"kata Dokter Yuan kepada sang Nenek.

__ADS_1


"Iya aku sungguh sangat penasaran," kata sang Nenek sambil menolehkan senyum yang manis kepada Dokter Yuan lalu sesaat kemudian segera menyeka tetesan air matanya.


Beberapa saat kemudian akhirnya Nenek Liao dan Dokter Yuan kembali ke Rumah Sakit mereka berdua berusaha untuk segera menuju ke ruangan Intensive Care Unit. Nenek dia bergegas dan berjalan begitu cepat dia sangat penasaran kepada calon Cucu menantunya tersebut.


"Yuan kamu tunjuk saja, mana sebenarnya kekasihnya Nathan?" tanya Nenek Liao kepada Dokter Yuan Chuan.


"Tunggu Nek, mana ya. Kenapa tiba-tiba saja tidak ada, apa di sudah dipindahkan?" kata Dokter Yuan sambil melihat pasien dari kaca jendela luar ruang Intensive Care Unit.


"Apa maksudmu Yuan, Nenek kurang mengerti, apalagi maksdnya, apa Lee tidak ada disin?" Nenek Liao itu langsung mengerutkan dahinya dia menatap Yuan Chuan dengan begitu tajam. Seraya ingin sekali mendapatkan informasi yang jelas dan akurat tentang keberadaan Cucu menantunya tersebut.


"Nenek ternyata Lee sudah tidak ada di sini, lihat saja Pasien yang di dalam adalah seorang pasien laki-laki, tidak ada pasien perempuan Nenek, aku merasa cemas jangan-jangan keluarganya sudah membawa Lee ke Korea?" kata Dokter Yuan Chuan sambil menatap sang Nenek dengan tajam pula.


"Lee tidak ada di sini Nenek, sebaiknya kita tanyakan ke petugas yang merawat saja, siapa tahu memang sudah Lee sudah siuman dan sudah pindah dari ruangan ini dan itu sungguh sangat menggembirakan. Nathan pasti akan senang mendengar kabar tersebut, dia pasti sangat bersyukur karena Tuhan mengabulkan keinginannya," kata Dokter Yuan sambil menolehkan senyum yang manis kepada Nenek Liao.


"Jangankan Nathan, Nenek pun begitu senang jika sampai gadis itu gadis yang akan menjadi cucu menantuku telah siuman, bagaimanapun kondisinya aku berterima kasih kepada gadis itu karena sempat mengandung Cicitku walau pada kenyataannya Cicitku itu tidak bisa terselamatkan," kata Nenek Liao dengan suara yang pelan menatap kearah Yuan.


"Ayo Nek, kita ke ruang perawat, kita tanyakan keberadaan Lee sekarang!" kata Yuan sambil menggandeng tangan sang Nenek dengan perlahan. Mereka berdua sungguh sangat penasaran, dimana sekarang Lee, apakah Lee di pindahkan, ke ruang apa sekarang wanita itu pindah, sungguh itu membuat Nenek Liao dan Nathan tidak berhenti memikirkan keberadaan Lee Ji An.

__ADS_1


" Yuan ayo kita berangkat!" kata sang Nenek mengikuti langkah kecil sahabat Cucunya tersebut.


Sampailah kini mereka di ruang tunggu perawat.


"Maaf permisi Suster. Kami ingin mencari informasi tentang pasien yang bernama Lee yang kemarin dia masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU)," Dokter Yuan Chuan bertanya kepada perawat yang berjaga sekarang.


"Oh perihal Nyonya Lee Ji An, beliau sudah dipindahkan ke ruangan super VIP di lantai 5," kata salah satu Perawat itu, sambil menorehkan senyum yang manis kepada Yuan Chuan dan juga Nenek Liao.


"Apakah memang pasien sudah dalam keadaan baik-baik saja, kenapa tiba-tiba dipindahkan?" tanya Dokter Yuan Chuan dengan kening yang mengerut.


"Bersyukurlah karena Pasien sudah tidak lagi berada dalam kondisi kritis, sekarang bahkan kami mendapatkan informasi bahwa Pasien sudah sadar dari masa komanya," tutur Suster tersebut kepada Dokter Yuan.


"Benarkah, lee Ji An sudah sadar?" ucap Dokter Yuan Chuan merasa begitu bahagia karena kabar itu sontak membuat mereka yang mendengar sangat bahagia.


"Benar sekali, Nyonya Lee Ji An sekarang sudah siuman, silahkan anda cek sendiri ke ruangannya," kata Perawat tersebut, menorehkan senyum yang manis kepada Dokter Yuan Chuan.


"Terima kasih banyak Suster, atas informasi yang telah di berikan, saya akan segera menemui Nyonya Lee," kata Dokter Yuan ke pada Suster tersebut.

__ADS_1


"Sama-sama Tuan jangan sungkan kalau ada pertanyaan, silahkan tanyakan saja kepada kami," Suster itu menorehkan senyum yang manis kepada Dokter Yuan dan Nenek Liao.


Bersambung.


__ADS_2