Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Tantangan


__ADS_3

"Tuan tolong jangan sampai teman anda tertidur, bangunkan dia Tuan!" ucap Dokter Yuan Chuan kepada Sehun. Dokter Yuan Chuan terus mengemudikan kendaraannya mengikuti petunjuk dari GPS.


"Baiklah-baiklah... Ya Tuhan Lee, kamu tidak boleh tidur Lee, sayang bangunlah Lee lihat aku, aku Sehun!" ucap Sehun sambil mencoba menepuk-nepuk pipi Lee dengan perlahan.


Pria itu sungguh merasa sangat ketakutan, karena Lee benar-benar sudah tidak bisa membuka matanya. Darah segar terus mengalir dari ************ wanita itu. Tubuh Sehun yang bergetar masih terus memeluk orang yang sangat dia cintai.


"Ayo cepat bangunkan! Jangan biarkan dia tidur?" sekali lagi Dokter Yuan Chuan memerintahkan Sehun untuk membangunkan Lee Ji An.


"Tidak bisa, sepertinya dia pingsan dia tidak tidur, tapi dia pingsan, aku harus bagaimana ya Tuhan. Lee bangunlah aku mohon bangunlah Lee!" Pria tersebut merasakan kecemasan telah menusuk ke seluruh rongga tubuhnya. Benar-benar merasa sangat ketakutan karena wanita yang dia cintai, saat ini bahkan sudah tidak bisa diajak berkomunikasi lagi.


Lee Ji An sudah pingsan dan itu membuat Sehun sangat ketakutan. Apalagi kini pakaian yang dikenakan sudah sangat basah dengan darah yang terus mengalir deras dari ************ wanita tersebut.


"Tuan supir lihatlah darahnya begitu banyak keluar, bahkan semakin banyak saja. Aku takut terjadi sesuatu hal kepada bayinya juga kepada Lee Ji An sendiri!" Sehun berkata dengan begitu lantang tubuhnya bergetar karena aura yang ketakutan yang mencekam.


"Maaf aku bukan sopir! Tidak sepantasnya kamu menyebut aku tuan sopir. Aku adalah seorang Dokter dari Cina," ucap Dokter Yuan Chuan sampai terus mengemudikan kendaraannya.


Rasanya ketegangan sudah teramat dalam. Seluruh isi mobil sudah bercampur dengan darah yang licin kan keluarkan.

__ADS_1


"Ya Tuhan macet lagi. Apa yang akan terjadi Tuhan?" Dokter Yuan memukul stir mobilnya. Dia benar-benar merasa kesal karena ada perlambatan laju kendaraan, sepanjang jalan tersebut.


"Terus kita harus bagaimana? Aku takut terjadi sesuatu hal kepada Lee Ji An. Sepertinya tidak akan bisa bertahan lama. Lihatlah wajahnya sangat pucat. Darahnya keluar dan terus mengalir membuat aku sungguh ketakutan. Tuan Dokter yang baik hati tolong lakukan sesuatu untuk dia, dia orang yang sangat aku sayang!" pinta Sehun dengan penuh harap.


"Apa dia itu kekasihmu, atau dia itu istrimu? apa bayi yang dikandung adalah anakmu?" tanya Dokter Yuan Chuan sambil menatap ke arah belakang.


"Wanita ini adalah wanita yang sangat aku cintai. Terus kenapa kamu bertanya hal yang aneh-aneh, ini bukan urusan kamu, ini anakku atau bukan. Yang penting dia dan ibunya harus segera diselamatkan!" ucap Sehun dengan mata yang berkaca-kaca pria itu sungguh tidak sanggup jika Lee menderita lebih dari pada itu.


"Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi, sudah bisa aku tebak bahwa itu memang bukan istrimu, dan juga bukan anakmu!" ucap Dokter Yuan sambil tersenyum miring, dan beberapa saat kemudian dia pun melajukan kendaraannya lagi.


Dokter Yuan Chuan lalu berlari menuju ke Instalasi Gawat Darurat membawa satu buah blankar dengan tergesa-gesa, diikuti oleh satu Dokter lainnya dan beberapa perawat.


Sehun pun membantu menggendong Lee dan merebahkan tubuh Lee di atas blankar yang Dokter Yuan Chuan bawa untuknya. Setelah memastikan bahwa Lee Ji An sudah masuk ke dalam Instalasi Gawat Darurat, akhirnya Sehun dan Dokter Yuan bisa bernapas walaupun hanya megap-megap.


"Terima kasih banyak Dokter Yuan, kamu telah membantuku bersama Lee, kalau dia sudah siuman, dia pasti akan segera berterima kasih kepadamu!" ucap Sehun dengan kesungguhannya.


"Tidak apa-apa ini memang sudah kewajibanku sebagai Dokter, tapi sebenarnya ada hal yang ingin aku ketahui. Kenapa kamu bisa pergi ke kafe itu berdua. Apakah kalian memang berencana untuk makan siang disana?" tanya Dokter Yuan kepada Sehun.

__ADS_1


"Betul sekali, wanita itu mengatakan bahwa dia sangat lapar, tetapi asistennya di rumah sedang sibuk mengurus baju-baju bayi dan yang lainnya sehingga dia memutuskan untuk pergi keluar. Dan aku pun mengejarnya. Aku mengikutinya karena merasa takut terjadi sesuatu hal kepadanya, eh iya... perkenalkan namaku Sehun. Aku dari Seoul, Korea Selatan," kata Sehun sambil menyodorkan tangannya kepada Dokter Yuan Chuan.


"Baiklah Sehun salam kenal, Nama saya Yuan Chuan. Saya adalah Dokter pribadi dari pria yang tadi bertengkar dengan lee Ji An, sepertinya pria tadi itu merasa cemburu kepadamu, sehingga dia salah paham," kata Dokter Yuan Chuan sambil membuka ponselnya dan memperlihatkan foto Nathan kepada Sehun.


"Pria kurang ajar itu keterlaluan. Dia menuduh Lee berbuat macam-macam. Padahal Lee tidak berbuat apapun denganku. Dia adalah wanita yang suci dan polos. Karena dia begitu polos sehingga pria yang bernama Nathan itu telah menodainya sampai dia hamil seperti itu. Sungguh keterlaluan! Tetapi kini tidak akan aku biarkan pria itu menang dan mendekati wanitaku lagi," ucap Sehun dengan berapi-api. Pria itu benar-benar marah dan sangat geram terhadap sikap Nathan tadi.


"Apa kamu serius ingin menantangnya. Lagian belum tentu kan Lee akan suka kepadamu!" kata Dokter Yuan Chuan sambil terkekeh.


"Aku yakin aku akan merebut hati Lee Ji An dan membuat Lee Ji An melupakan pria kuranh ajar itu. Lee memang sangat polos. Sudah di maki seperti itu masih saja mengejarnya. Sampai akhirnya dia terjatuh seperti itu, dan itu semua kesalahan bosmu. Kesalahan pria yang bernama Nathan. Tidak akan aku biarkan, aku tidak akan diam saja, jika terjadi sesuatu hal kepada Lee bahkan kalau dia sampai tidak selamat. Aku berjanji akan membunuhnya!" ucap Sehun dengan berapi-api. Dia begitu marah kepada Nathan dan sedikit merasakan kecemburuan karena Lee lebih lain mengejar Nathan sampai dia terjatuh.


"Sebaiknya jangan berbuat hal seperti itu, Kamu tidak akan kuat melawan Nathan Liao. Karena dia adalah satu-satunya pewaris, pemilik perusahaan besar yang berada di Tiongkok. Dan membuka cabang di beberapa Negara termasuk Indonesia, kamu pasti akan kalah jauh darinya. Sebaiknya kamu tinggalkan Lee, biarkan Nathan bersamanya!" ucap Dokter Yuan Chuan memperingatkan Sehun.


"Aku tidak akan takut kepada siapapun. Apalagi melihat Lee Ji An menderita seperti itu. Aku adalah orang yang pertama yang akan pasang badan untuk melindunginya. Aku tidak akan berbuat seperti banci yang bernama Nathan tersebut, meninggalkan Lee dalam kesendirian. Membiarkan Lee hidup sendiri tanpa ada pria yang mendampingi, walaupun bayi itu bukan bayiku dan bayinya si Nathan banci itu. Aku akan menyayangi bayi itu seperti anakku sendiri. Tidak akan aku biarkan si kampret itu mengambil bayi itu. Apalagi ibunya," kata Sehun dengan nada begitu marah melihat ke arah pria yang kini ada di hadapannya.


🌺🌺🌺.


Maap ya kak, saya blm bisa up setiap hari. jangan lupa like dan vote ya sahabat Lee dan Nathan.

__ADS_1


__ADS_2