
Akhirnya Sehun datang menjemput Lee Ji An ke rumahnya.
"Apa kalian mau berangkat sekarang, Nak?" tanya Nyonya Lee dengan senyuman yang manis.
"Iya ibu," kata Sehun membalas senyuman calon ibu mertuanya.
"Kalian hati-hati ya," tangkas ibu sambil membelai lembut rambut Ryu Jin.
"Nenek Ryu berangkat ya," kata Ryu Jin dengan senyuman manjannya.
"Baiklah cucu Nenek, tersayang," kata nyonya Lee sambil mengecup lembut kening cucu kesayangannya.
Beberapa saat kemudian Lee Ji An pun sudah keluar dari kamarnya dan bergegas untuk pergi, dia mencium sang ibu dan berpamitan kepadanya, dan mengatakan bahwa dia hanya akan berangkat selama 3 hari saja.
Nyonya Lee sangat bahagia. Dia memberikan izin kepada putrinya untuk berangkat. Kini sampailah Lee dan Sehun di bandara mereka dengan segera naik pesawat untuk terbang ke Cina. Setelah melalui beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di bandara Internasional Cina. Mereka Langsung memesan taksi dan menuju ke Rumah Sakit tempat dimana Nathan dirawat.
Lee Ji An masih sangat cemas, karena tidak dipungkiri wanita itu sungguh merindukan Nathan begitu dalam, sudah 1 bulan setengah mereka berpisah dan kini akhirnya mereka akan berjumpa.
Mana sampailah kini Lee Ji An di depan kamar rawat inap Nathan, dan ternyata saat Lee Ji An masuk Nathan sedang tertidur dengan pulas, ditemani oleh nenek Liao dan Sekretaris Chen.
"Lee, kamu datang juga nak?" ungkap sang nenek dengan hati yang senang, apalagi melihat Ryu Jin yang menggemaskan.
"Iya Nenek, kami datang," jawab Lee sambil menorehkan senyum kepada nenek Liao.
Sesaat nenek Liao merasa tidak senang dengan kedatangan pria asing yang ada di samping Lee Ji An, dan menggenggam erat tangan Lee Ji An.
"Siapa itu Lee?" tanya nenek dengan kening yang mengerut.
"Oh iya kenalkan Nenek, ini Sehun calon suamiku," kata Lee memperkenalkan calon suaminya.
__ADS_1
"Oh ...." Nenek terlihat tidak senang.
"Ayah tidur?" tanya Ryu Jin pada Nathan.
"Nak, kamu memanggil Nathan dengan sebutan Ayah?" Nenek Liao sangat bahagia mendengar itu semua.
"Emhh iya." Lee menjawab singkat.
"Kemarilah cucuku, ini Nenek buyutmu," kata nenek Liao kepada balita itu.
"Nenek buyut?" Ryu tersenyum manis dan menghampiri nenek Liao.
"Nenek tidak akan jahatin ibu lagi kan?" tanya Ryu Jin.
"Hah ... kapan Nenek berbuat jahat, Nak?" Wanita paruh baya itu terkekeh.
"Ryu, Nenek tidak pernah berbuat jahat pada Ibu," seru Lee Ji An dengan suaranya lembutnya.
Tapi Ryu jin kini malah menghampiri Nathan dan membangunkan Nathan.
"Ayah, Ayah bangun, Ryu sudah datang," kata Ryu Jin sambil menggoyangkan tubuh ayahnya. Nathan terbangun dengan seketika. Tidak percaya dengan semua yang dia lihat.
"Sayang, anak ayah ada di sini?" Nathan langsung memeluk tubuh putra kesayangannya, dengan mencurahkan seluruh kerinduan yang dia rasakan selama kurang lebih 1 bulan setengah.
"Ryu rindu Ayah," kata Ryu Jin dengan senyuman manjannya.
"Ayah juga rindu Ryu Jin," sahut Nathan mencoba bangun dari posisi tidurnya dan mengecup buah hatinya dengan penuh kasih sayang.
"Ternyata kamu bisa bangun?" kata Sehun dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
Sesaat jantung Nathan seolah berhenti berdetak, tatkala melihat Lee Ji An datang bersama denhan Sehun dan pria itu menggenggam tangan Lee dengan lembut.
"Kamu datang Sehun," seru nathan dengan rasa sesak. Dan dia terus menatap tangan Sehun yang tidak berhenti menggengam tangan wanita yang sangat dia cintai. Rasanya perih terasa begitu nyata. Bagaikan luka yang di siram cuka.
"Ya aku harus menemani calon istriku dan baby Ryu kami, untuk menemuimu. Aku pikir sakitmu parah, karena itu kami bergegas untuk datang," kata Sehun.
Dan itu membuat Nathan semakin cemburu. Dia merasa tubuhnya terbakar dan sangat panas. Sehun terlalu dekat dengan Lee Ji An dan membuat Nathan sangat cemburu.
Rasanya seolah tikaman pisau menembus dinding dadanya. Dan sangat sakit tak terkira.
"Brengsekk, pria itu berani sekali menggenggam tangan Lee Ji An seperti itu di hadapanku, dia sengaja untuk membuat hatiku gerah, kurang ajjar," lirih Nathan di dasar hatinya sambil terus melihat kearah tangan Lee yang digenggam erat oleh prianya.
Kecemburuan Nathan benar-benar menyakitkan, ia merasa bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa pun. Bahkan dia tak berdaya dan terus saja merasakan sesak yang menimpa dadanya.
Nenek Liao merasa kasihan melihat Nathan wajahnya memerah seperti itu. Sebagai seorang nenek dia mengerti dengan jelas bahwa cucunya sedang dilanda sebuah kecemburuan yang menyiksanya. Sedari tadi nenek Liao memperhatikan Sehun yang terus menempel dengan Lee Ji An. Membuat nenek Liao tak kuasa untuk menahan semua rasa marahnya.
"Nathan putramu sudah datang Nak. Kenapa kamu tidak mengenalkan putramu kepada Nenek, Ryu bahkan tidak mau memeluk Nenek sama sekali," ungkap nenek Liao untuk mengalihkan perasaan Nathan yang penuh dengan siksaan kecemburuan.
"Loh Ryu belum kenal sama nenek ya?" tanya Nathan kepada buah hatinya.
Ryu Jin menggeleng sambil menatap sang ayah, kemudian dengan sekuat tenaga Nathan menggendong Ryu Jin, sehingga putranya duduk di sampingnya dan bersandar di bantal yang sama.
"Anak Ayah berat sekali nih. Sayang itu adalah Nenekmu, Neneknya Ayah berarti Nenek buyutmu, Nenek yang sudah membesarkan Ayah selama ini, Ayah sangat menyayangi Nenek. Jadi Ryu Jin harus menyayangi nenek juga ya," tutur Nathan memberitahukan hubungan keluarga kepada Ryu Jin.
"Baiklah Ayah." Anak itu menjawab dengan senyuman lalu memberikan senyuman kepada nenek Liao.
"Ya Tuhan kalian sangat mirip. Nenek sungguh bahagia. Terima kasih Lee, telah membawa Ryu Jin datang ke sini," ungkap sang nenek dengan perasaan yang begitu bahagia. Kini sang nenek berhasil mengalihkan perasaan Nathan yang penuh dengan kecemburuan tadi.
"Sama-sama Nenek, semoga saja kehadiran Ryu bisa mempercepat kesembuhan Ayahnya," jawab Lee Ji An sambil tersenyum kearah Nenek Liao. Lagi-lagi Sehun menggenggam tangan Lee dan mengecup punggung tangannya dengan lembut, Lee Ji An hanya tersenyum kearah Sehun, dia tidak bisa melepaskan diri dari Sehun karena pastinya Sehun akan tersinggung, jika dia menghindarinya.
__ADS_1
Sehun memperlihatkan sikap mesranya kepada Lee Ji An, Pria itu memang sengaja melakukan itu untuk membuat Nathan cemburu, dan memang sudah sangat jelas itu berhasil maksimal. Nathan kini merasakan dadanya terasa amat sesak, perih, dan sakit, tatkala melihat wanita yang sangat dia cintai bahkan disentuh oleh pria lain. Nathan hanya bisa menghela napas beratnya, sambil memeluk buah hatinya dengan penuh kasih sayang.
"Setidaknya ada kamu di samping ayah, sasakit apa pun Ayah, pasti akan berusaha kuat karena dirimu, Sayang," lirih Nathan kepada buah hatinya. Dan Baby Ryu Jin tersenyum dengan manis. Sambil memakan coklat pemberian dari Sekertaris Chen yang kini bahkan ikut menonton kemesraan Sehun dan Lee.