Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Sebuah Sesal


__ADS_3

"Cucuku ada sesuatu hal yang harus kita lakukan saat ini. Ayo cepat kita pergi ke sana sebelum kita terlambat," ungkap sang nenek dengan mata yang berkaca-kaca, wanita paruh baya itu begitu bahagia karena bisa mendapatkan kembali suaranya. Setelah 5 tahun dia menderita kegagalan pada pita suaranya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Nathan dengan kening yang mengerut, pria itu tidak tahu akan berbuat apa sama nenek.


"Begini, masa lalu kami para orang tua, harusnya segera kita tuntaskan, meninggalnya orangtua kamu mungkin saja karena takdir Tuhan dan Nenek telah mengiklaskan itu semua, kegagalan pernikahan kamu bukanlah balas dendam yang dilakukan, itu murni sebuah kecelakaan karena Nenek sakit dan kamu kehilangan ingatan. Jadi mari kita meminta maaf kepada keluarga Lee Ji An terutama kepada tuan Lee karena kita telah membuat keluarga mereka menanggung malu atas gagalnya pernikahan," ungkap nenek Liao kepada Nathan.


"Mereka sudah pindah ke Jepang, Nek. Apakah Nenek mau kita ke Jepang saat ini juga?" tanya Nathan dan mengulangi perkataannya.


"Tentu saja ayo kita berangkat besok, Nak. berhubung ini sudah malam, kita beristirahat terlebih dahulu," kata nenek Liao sambil mengelus tangan cucu kesayangannya, tatkala neneknya bahkan bisa bergerak walaupun belum bisa berjalan sama sekali.


"Baiklah Nenek. Besok pagi kita akan berkemas, kita akan segera data untuk menghampiri Lee Ji An dan keluarganya," kata Nathan sambil menolehkan senyum yang manis.


Mereka pun akhirnya beristirahat ke kamar masing-masing, setelah menghabiskan malam yang penuh dengan dilema, akhirnya mereka pun bangun pagi, mereka bersiap untuk bergegas berangkat ke Jepang.


"Sesampainya mereka di Jepang, mereka mencari tahu alamat Lee Ji An dari Rumah Sakit, tempat Lee bekerja, beruntunglah alamat tersebut didapatkan oleh tuan Hyuga karena beberapa kali Nathan meminta tidak ada yang memberikan alamat tersebut tetapi karena kekuasaan tuan Hyuga, telah berhasil menyogok seorang Perawat sehingga akhirnya Perawat itu pun memberikan informasi.


Setelah mengetahui informasi, dengan segera Nathan dan keluarganya menuju ke tempat Lee dan keluarga Lee tinggal. Sebuah rumah yang besar, dipenuhi dengan banyak pepohonan serta bunga di depan halaman, membuat nenek Liao merasa sangat sejuk berada di sana.

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat baby Ryu Jin sedang berlari-lari bersama adiknya Lee An Mi, mereka tertawa dengan sangat riang, bermain tanah ditemani oleh nyonya Lee yang sedang merawat bunga l-bunga mereka.


Dengan perlahan Nathan berjalan diikuti dengan nenek Liao, yang didorong oleh penjaganya menghampirinya nyonya Lee.


Alangkah terkejutnya nyonya Lee kala melihat Nathan dan nyonya Liao, sudah datang menghampiri dia. Tubuhnya bergetar merasakan kemarahan yang teramat dalam, tatkala melihat orang yang sudah membuat keluarga mereka hancur.


"Ryu! Bawa adikmu masuk kedalam. Ayo cepat!" Kata nyonya Lee kepada Ryu Jin. Ryu Jin yang masih mengenali Nathan ini menatap Nathan dengan tajam, lalu menggandeng adiknya dan berlari masuk ke dalam rumah.


"Ryu Jin," ungkap nenek Liao begitu terkejut melihat kemiripan Nathan dan anak itu.


"Untuk apa kalian semua datang lagi ke kehidupan kami, sebaiknya kalian pergi dari rumah ini, pergi sekarang juga sebelum saya panggilkan polisi," ungkap nyonya Lee kepada nyonya Liao dan Nathan, nyonya Lee begitu marah atas kedatangan mereka, dan tiba-tiba saja Lee Young Joon datang menghampiri ibunya.


"Nyonya maafkanlah kami, kami datang kemari hanya untuk meminta maaf, telah terjadi sesuatu hal pada kejadian yang terdahulu, sebenarnya pada saat pesta pernikahan, kami berniat untuk datang, tetapi ternyata ada sebuah musibah dan kami tidak bisa menghubungi kalian sama sekali," kata nenek Liao dengan mata yang berkaca-kaca


"Anda tidak usah berdalih Nyonya. Saya tahu anda masih mendendam pada keluarga kami, karena itu anda membalas dendam kepada putri kami, tidak cukup kah kalian membuat putri kami tersiksa sama ini, dan kalian kembali datang untuk mengusik ketenangan kehidupan kami, silakan anda pulang karena kami sudah hidup bahagia tanpa kalian, kenapa kalian ingin menghancurkan kebahagiaan kami lagi?" tanya nyonya Lee kepada nenek Liao.


"Anda harus mendengarkan kami terlebih dahulu. Kami datang kemari untuk meminta maaf, terutama kepada tuan Lee, tidak ada maksud lain, kami sudah memaafkan semua kesalahan tuan Lee dahulu, dan tidak ada dendam sama sekali untuk saat ini," katanya nenek Liao kepada nyonya Lee.

__ADS_1


"Jadi tujuan anda datang kemari untuk mengatakan kepada suami saya, bahwa anda sudah memaafkannya, tetapi sayangnya anda salah tempat," ungkap nyonya Lee dengan air mata yang menetes.


"Apa maksud anda salah tempat, saya datang kemari untuk menemui tuan Lee beserta keluarganya," nenek Leo merasa kebingungan dengan ucapan nyonya Lee.


"Karena suami saya sudah tidak ada di sini, lagi jika kalian mau minta maaf. Minta maaf lah kepada Tuhan dan minta maaflah karena telah membuat keluarga kami menderita, kalian sudah merampas kebahagiaan kami, karena kalian suami saya meninggal, gara-gara kalian tidak menghadiri pesta tersebut, suami saya terkena serangan jantung dan meninggal saat itu juga. Memang terlalu kejam membalas dendam kepada keluarga kami dengan begitu perih, sekarang kami sudah tidak punya hutang apapun. Hutang nyawa sudah dibayar oleh nyawa. ayah dan ibu Nathan sudah meninggal, sekarang ayah Lee juga sudah meninggal, apakah kalian baru akan tenang kalau aku pun ikut meninggal juga?" lirih nyonya Lee dengan air mata yang menetes, wanita itu begitu sakit hati, ketika mengingat masa lalu, ketika dia kehilangan sang suami.


Suaminya tersayang telah mengalami serangan jantung, dan meninggal. Membuatnya merasa sangat tertekan, selama beberapa bulan sampai akhirnya dia menyadari semuanya bahwa meninggalnya tuan Lee adalah takdir Tuhan.


Nathan dan nenek Liao begitu terkejut tatkala mendengar ucapan dari wanita yang ada di hadapannya, bahwasanya Tuan Lee ternyata sudah meninggal dan alasan meninggal adalah gagalnya pernikahan dan terkena serangan jantung.


"Ya Tuhan. Kami tidak bermaksud untuk membalas dendam. Itu semua terjadi karena sebuah kecelakaan, saya mengalami stroke. Saya memang sempat merasa bingung dan dilema karena pernikahan Nathan dan Lee, tapi saya tetap merestui mereka untuk menikah dengan. Karena itu saya membiarkan Nathan untuk pergi, tetapi sayangnya saya mengalami stroke dan saya baru bisa berbicara sekarang," ungkap nenek Liao kepada nyonya Lee.


"Anda terlalu banyak alasan! Kalau anda datang ke sini hanya untuk berdalih, silakan anda pergi," sekali lagi Lee mengusir Nyonya Liao.


"Nyonya Lee, maafkan aku! terjadi sebuah musibah yang tidak bisa kami kendalikan,"


"Cukup Nathan! tidak usah kamu berdalih seperti itu lagi. Aku sudah muak dengan keluarga kalian, sekarang waktunya Lee untuk bahagia, kalian datang kembali ke rumah ini untuk apa? Aku tahu kalian hanya ingin membuat Lee menangis dan dilema, benar kan itu?" kata nyonya Lee dengan teriakannya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Lee datang, dia begitu terkejut karena melihat Nathan dan nenek Liao ada di kediamannya.


"Nathan, Nenek?" kata Lee Ji An dengan wajah yang pucat.


__ADS_2