
Kini Kim Mi So sudah menyiapkan masakannya di meja makan, begitu pula dengan Lee Ji An sudah siap dengan jus yang dia buat. Lee Young Joon masih belum pulang Jadi mereka memutuskan untuk meninggalkan Lee Young Joon dan makan terlebih dahulu, kedua orang tua Lee sungguh senang dengan masakan menantunya, karena rasanya memang sangat lezat.
Setelah mereka makan Lee Ji An kembali ke kamarnya, melihat Baby Ryu Jin yang masih letap tidur dengan tenang dan Kim Mi So pun segera menyusul Lee Ji An ke dalam kamarnya.
"Lee apa yang akan kamu bahas tadi, kita bahas sekarang saja," tanya Kim Mi So kepada saudara iparnya.
"Aku ingin berangkat ke Cina, aku sudah mendapatkan izin dari Kak Young Joon untuk pergi ke Cina, walaupun pada kenyataannya Ibu dan Ayah pasti akan sangat menentang keberangkatanku ke sana," tutur Lee kepada sang kakak ipar.
"Kalau memang Oppa-mu Young Joon sudah mengizinkan kamu untuk berangkat ke Cina, maka berangkat saja. Bukankah jika nanti kedua orang tuamu marah, Oppa-mu akan membelamu," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Iya betul tetapi kini kendalanya ada pada Baby Ryu Jin. Apakah aku harus membawa Baby Ryu ke Tiongkok juga, tetapi usia Baby Ryu Jin masih sangat rentan dia bahkan dalam tempat 20 hari, aku hanya ketakutan," kata Lee Ji An kepada sang kakak ipar.
"Sebaiknya saranku ya, tetapi ini terserah sih, kamu mau mengikuti atau tidak, Baby Ryu Jin sebaiknya tinggal saja di sini biar aku yang merawatnya, karena takutnya, jika kamu membawa bayi ke sana bukan cuma Baby Ryu Jin yang sakit, tetapi kamu pun akan sakit, karena apa? Karena kamu sendiri belum pulih, kamu pikir ibu melahirkan boleh bepergian jauh, sebetulnya ibu melahirkan tidak boleh bepergian jauh itu karena melahirkan harus menghemat tenaga untuk mengganti sisa-sisa saat dia berjuang melahirkan buah hatinya, karena itu banyak orang tua yang mengatakan bahwa sebelum 40 hari tidak boleh keluar rumah yaitu tujuannya supaya bisa memulihkan dulu semua organ tubuhmu," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Benarkah? Apakah memang sebaiknya Baby Ryu Jin aku tinggal di sini saja, tetapi aku tidak bisa meninggalkan Baby Ryu Jin, aku pasti akan sangat tidak tenang dan tidak nyaman jika tanpa bayiku. Semakin hari aku semakin menyayangi Bayiku, sekarang hidupku hanya untuk dia, jika berpisah dengan Baby-ku dan pergi ke Tiongkok, Aku tidak tahu rasanya akan seperti apa," Lee Ji An mulai memelankan suaranya, dia merasa kebingungan dan sangat kebingungan.
__ADS_1
"Kamu tidak usah kebingungan seperti itu, ini semua demi kebaikan kamu dan kebaikan Baby Ryu Jin. Jika kamu dan Baby Ryu sakit maka itu akan menjadi hal yang sangat berbahaya, tetapi jika kamu saja yang sakit maka setidaknya Baby Ryu akan sehat. Bukan maksud aku mengharapkan kamu sakit, tetapi aku tidak tahu apa yang terjadi di Cina nanti, hanya kamu harus menjaga kesehatanmu dan tidak boleh terlalu lelah di sana," kata Mi So kepada adiknya yang tersayang.
"Jadi aku harus pergi tanpa Baby Ryu?" ungkap Lee Ji An dengan suara yang pelan.
"Betul sekali, itu adalah sebuah pilihan yang sangat bagus," Kim Mi So tersenyum manis dengan ucapan sang adik ipar.
"Baiklah nanti aku akan menghubungi Nathan dan memberitahukan perihal pembicaraan kita, tetapi berjanjilah sesuatu hal kepadaku, kamu akan merawatnya dengan baik di sini," pinta Lee kepada Kim Mi So.
"Tentu saja aku akan merawat bayi kecil itu dengan sepenuh hati, apa kamu lupa kebanggaan perempuan, aku harus belajar juga merawat seorang bayi karena aku pun ingin segera melahirkan bayi kecil kami," Kim Mi So tersenyum dengan manis.
"Benar sekali aku harus segera mengandung bayi terlebih dahulu, sebelum aku melahirkan. Jika aku melahirkan terus mengandung bukankah itu sebuah keajaiban," Kim Mi So terkekeh dan dia berkata dengan candaannya.
"Dasar kau ini, selalu saja bercanda di saat seperti ini, tetapi aku senang. Terima kasih ya semua saranmu akan aku bahas kepada Nathan. Aku senang memiliki teman dan kakak ipar sepertimu. Mungkin besok aku sangat menyayangimu lebih dari pada ini," Lee tersenyum manis sambil memeluk kakak iparnya dengan erat, lalu dengan segera dia mengambil ponselnya dan langsung memberitahukan kabar tersebut kepada Nathan.
Di kantor Nathan begitu sibuk karena dia saat kini sedang meeting bersama klien penting dari Belanda. Lee terus menelepon Nathan. Wanita itu lupa kalau tadi Nathan mengatakan bahwa dia akan segera meeting. Nathan memang saat ini sedang meeting sehingga dia tidak bisa menerima panggilan dari kekasih hatinya.
__ADS_1
Lee Ji An keselal kenapa Nathan tidak menerima teleponnya. Padahal dia ingin segera memberitahukan kabar gembira itu kepada calon suaminya. Mereka tidak bisa membawa serta Baby Ryu ke Cina karena itu akan membahayakan bayinya, karena usianya masih sangat kecil dan rentang terkena penyakit.
"Aduh kenapa ini, Nathan ko tidak menerima panggilan telepon dariku?" Lee terlihat cemas dia terus menerus melakukan panggilan telepon kepada Nathan. Nathan sama sekali tidak mengangkat atau tidak menerima panggilan telepon darinya.
Kini Nathan tidak menerima panggilan telepon tersebut, ponselnya di silent dan dia benar-benar sibuk. Lee sendiri tidak pantang menyerah beberapa kali dia mencoba melakukan panggilan telepon kepada Nathan, tapi akhirnya dia pun menyerah.
"Kenapa wajahmu kusut sekali," tanya Kim Mi So kepada adik iparnya.
"Lihatlah Nathan bahkan tidak menerima panggilan telepon dariku, sedang apa sebenarnya dia?" Lee Ji An menghela napas sambil mencoba untuk melakukan panggilan telepon itu sekali lagi.
"Mungkin kekasihmu itu sedang meeting di kantor dan ponselnya di silent atau mungkin kekasihmu itu sedang di kamar mandi bisa saja kan," Kim Mi So tersenyum manis.
"Iya betul sekali, bisa saja itu terjadi. Ya sudah sebaiknya aku telepon dia nanti saja, aku pun tidak tahu dia sedang apa di sana, nanti mungkin setelah dia melihat panggilan telepon dariku dia akan segera menelpon Balik," kata Lee sambil menyimpan ponselnya lalu dia pun menggendong Baby Ryu untuk menyusui bayi itu, karena ternyata Baby Ryu sudah bangun dan dia terlihat kehausan.
Sebagai seorang ibu, menyusui adalah hal terindah baginya, karena dia bisa mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk buah hati tercinta. Sedangkan Kim Mi So hanya bisa menatap saja, dia tidak sabar ingin segera mengandung seorang bayi, agar bisa memberikan perhatian seperti yang Lee Ji An berikan pada Baby Ryu Jin.
__ADS_1
🎀🎀🎀