Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kebahagiaan Nathan


__ADS_3

Pria itu begitu senang, tatkala dia menerima semua perlakuan baik dan ramah, dari keluarga Lee. Ayah dan ibu kini telah merestui hubungannya karena, saat ini pria itu adalah satu-satunya pria yang paling bahagia di muka bumi ini untuk saat ini.


Mereka tersenyum dengan bahagia di ruangan tersebut. Ayah pun merasa lega mendengar semua janji Nathan kepadanya, bahwa Nathan akan selalu menjaga Lee Ji An dan tidak akan pernah menyakiti hati putri kesayangannya, itulah yang selama ini ayah takutkan, ayah sangat takut Nathan melukai si bungsu.


"Sayang, apa kamu mau makan siang sekarang, kita makan siang di sini mumpung Kak Mi So sudah membawakan kita makanan," kata Lee Ji An bertanya kepada Nathan. Nathan pun mengangguk, ia sangat bahagia bisa makan bersama bersama keluarga Lee Ji An. Walaupun situasinya memang makan seadanya, berada di kamar rawat inap sang ayah mertua.


"Bolehkah saya ikut akan makan bersama di sini," kata Nathan menorehkan senyum yang manis, akhirnya seluruh keluarga makan dengan sangat lahap. Kim Mi So memang membawa makanan yang banyak, ia beli di resto depan, sengaja karena tahu Lee pasti akan datang bersama Nathan.


Tuan Lee sendiri merasa sangat senang melihat senyum di wajah sang putri, dia sekarang lega. Dia tidak memiliki pikiran buruk lagi semoga saja semua yang Nathan katakan di hadapannya itu adalah kenyataan, dan tidak akan dia ingkari.


"Jadi Nathan, kapan kamu akan kembali ke Cina? Bukankah perusahaanmu ada di Cina?" kata Lee Young Joon kepada Nathan.


"Perusahaanku yang di Cina sudah di-handle oleh pamanku, jadi sementara aku akan mengurus perusahaan yang ada di Indonesia, aku sengaja membuka perusahaan cabang di sini karena aku tahu bahwa Lee Ji An ada disini," kata Nathan sambil meneguk minumannya.


"Ya ampun manis sekali sih, sampai membuka cabang perusahaan demi kamu Lee, benar-benar ya beruntung sekali kamu memiliki Nathan, semoga saja Nathan tidak menyakitimu, semoga saja Nathan benar-benar menyayangimu dan janjinya akan dia tempati," kata Kim Mi So sambil tersenyum kearah sang adik ipar, Lee pun tersenyum manis mendengar kata-kata sang kakak ipar.


Wanita itu tidak menyangka bahwa semuanya akan berjalan semudah ini, berjalan begitu lancar seperti jalan tol saja. Ayah merestui hubungan mereka, dan ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan, yang tidak akan pernah dia ingkari. Lee sangat bersyukur karena hari ini melihat kondisi sang ayah begitu sehat dan juga ayah sudah memberikan restu untuk hubungannya bersama Nathan, karena tidak bisa dibayangkan bagaimana jika sampai ayahnya terus-menerus memusuhi Nathan dan melarang pernikahan mereka, apa jadinya Ryu Jin kelak. Dia mungkin akan tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah.

__ADS_1


Dan itulah yang sangat Lee takutkan, Lee Ji An tidak mau bayinya kelak menjadi anak yang kekurangan kasih sayang.


"Kakak ipar tentu saja aku akan menepati janjiku, aku sungguh senang karena ayah dan ibu merestui hubungan kami. Aku Bersumpah Demi Tuhan akan selalu menepati janji itu. Selama aku masih mengingatnya," kata Nathan menorehkan senyum yang manis.


"Ya ampun jangan sampai kamu tiba-tiba hilang ingatan ya, karena itu akan sangat bahaya kalau kamu sampai hilang ingatan. Bagaimana nasib adikku kelak," kata Kim Mi So terkekeh menertawakan Nathan, dia bercanda berkata seperti itu karena dia sangat bahagia dengan hubungan Lee dan Nathan saat ini.


Selain sebagai seorang kakak ipar, Kim Mi So adalah sahabat Lee Ji An yang terbaik. Dia tahu semua isi hati Lee Ji An. Karena itulah Kim Mi So selalu mendukung keputusan Lee Ji An, apapun yang terjadi. Sebagai seorang sahabat Kim Mi So adalah sahabat yang terbaik untuk Lee, begitu pula sebaliknya.


"Berdo'a saja agar itu semua tidak terjadi, karena aku pun tidak mau kehilangan sedetik pun Kenangan bersama Lee dan buah hati kami," kata Nathan sambil menatap kearah Lee Ji An dengan tatapan yang penuh cinta.


"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Lee Ji An kepada Nathan.


"Baiklah sampaikan salamku untuk nenek," kata Lee membalas senyuman Nathan Nathan pun mengangguk.


Beberapa saat kemudian, Nathan langsung izin pamit kepada seluruh keluarga Lee Ji An. Dia hendak pulang dulu ke mansion miliknya. Di perjalanan dia begitu bahagia, dia tidak menyangka kebahagiaan ini akan hinggap pada tubuh otak dan pikirannya benar-benar terasa begitu nyaman, benar-benar bahagia yang tak terbendung lagi.


Sesampainya di mansion Nathan langsung berteriak mencari keberadaan sang nenek.

__ADS_1


"Nainai, nainai dimana?" teriak pria itu dengan sumringah, hatinya yang begitu hangat karena kebahagiaan sudah menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia ingin berbagi kebahagiaan itu bersama sang nenek tercinta.


"Nek, Nathan sudah pulang, nenek berada di mana?" Nathan mencoba berteriak untuk kedua kalinya, mencari di setiap sudut ruangan, tetapi masih belum menemukan sang nenek, ternyata neneknya sedang melakukan panggilan telepon bersama sekretaris Han, membicarakan soal perusahaan yang sekarang masih dipegang sementara oleh kerabatnya.


"Ya ampun ternyata Nenek ada disini," kata Nathan sembari memeluk pinggang sang nenek dari belakang, pria itu memeluk neneknya tanpa rasa malu seperti seorang kekasih memeluk pasangannya.


"Ada apa ini, manja sekali sudah besar seperti ini masih peluk-peluk nenek, kenapa coba ceritakan sama nenek," kata Slsang nenek sambil tersenyum manis karena sikap cucunya lain daripada biasanya.


"Nathan bahagia sekali Nenek, karena ternyata keluarga Lee menyambut Nathan dengan sangat baik, Nenek harus segera melamar Lee untuk Nathan. Nathan sudah tidak sabar ingin menikah dengan wanita itu, ingin segera merawat baby Ryu Jin bersama-sama, aku sangat menyayangi Lee Ji An dan bayi kami, Nathan sudah tidak sabar. Cepatlah lamarkan Lee untuk Nathan," bujuk Nathan kepada sang nenek. Nenek Liao pun tersenyum, dia tidak menyangka cucunya bisa tergila-gila pada wanita seperti ini. Padahal selama ini cucunya sangat dingin terhadap perempuan.


Dia bahagia bahwa cucunya normal, bukan seorang gay, cucunya menyukai lawan jenis bukan, bukan cuma Nathan yang menginginkan pernikahan, tapi sang nenek pun berharap Nathan akan segera menikah, karena dia tidak sabar ingin mendapatkan cicit lain dari Lee Ji An.


"Baiklah-baiklah cucuku tersayang, Nenek akan segera melamarkan Lee Ji An untukmu. Tapi tunggu sampai ayahnya pulang dari Rumah Sakit, kita langsung akan bertemu dan membahas soal acara pertunanganmu Sayang," kata sang nenek menorehkan senyum yang manis kepada cucu kesayangannya.


"Kenapa harua bertunangan, Nathan ingin segera menikah, tidak perlu bertunangan terlebih dahulu," kata Nathan mengerutkan dahinya.


"Pertunangan harus tetap dilakukan, Sayang. Satu bulan setelah pertunangan kita akan menggelar pesta pernikahan yang sangat besar, bagaimana?" ungkap sang nenek sambil berbalik menatap cucu kesayangannya, dan Nathan pun menyetujui keinginan neneknya tersebut dengan sebuah anggukan.

__ADS_1


🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g


__ADS_2