Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Merasa Bersalah


__ADS_3

"Aku sungguh merasa bersalah kepada Sehun, bagaimanapun dia itu orang yang sangat baik dan sudah banyak membantuku, tetapi kini bahkan aku sudah melukai hatinya, ya Tuhan aku harus bagaimana aku benar-benar tidak tahu apalagi yang harus aku lakukan. Aku tidak ingin ada yang terluka di sini, tetapi pada kenyataannya kita semua bahkan pasti ada yang terluka, yang terluka adalah Sehun dan aku sudah melukai hatinya sangat dalam. Aku tidak menyangka bisa sekejam ini kepadanya. Padahal dia sangat baik kepadaku selalu menolong dan membantuku sejak dahulu," ucap Lee Ji An di dalam hatinya.


Wanita itu masih membayangkan hal yang kini membebani hatinya. Mungkin bahkan Sehun sudah diantar oleh sang kakak menuju ke bandara, dia hanya berharap semoga Sehun bisa selamat sampai ke Korea. Dia tidak bisa mengantar Sehun dan dia malah memberikan luka pada hatiku Sehun.


"Sayang, kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?" tanya Nathan kepada Lee Ji An.


"Tidak apa-apa Sayang, aku hanya memikirkan Sehun, rasanya aku begitu tega menyakiti hatinya, aku menjadi wanita yang sangat jahat," jawab Lee Ji An kepada sang kekasih.


"Kamu tidak jahat Sayang, benar-benar tidak jahat, kamu melakukan ini untuk kita, untuk cinta kita kan," kata Nathan kepada Lee Ji An.


"Aku hanya tidak tega saja melihat Sehun menangis seperti tadi, aku jadi merasa sangat jahat,"


"Sayang, kamu memang harus memilih. Karena aku tidak mau memiliki istri yang mempunyai dua suami," ucap Nathan sambil mencubit hidung Lee Ji An.


"Apa? Dua suami, ya ampun Nathan kamu tega sekali kepadaku, bahkan terpikir pun tidak pernah, memikirkan aku menikah dengan dua pria dan memiliki dua suami," Lee Ji An memanyunkan mulutnya dia tidak percaya bahwa Nathan bisa bicara seperti itu.


"Habisnya kamu tidak usah terus-menerus merasa bersalah seperti itu Sayang. Kamu kenapa memilih aku, kamu tidak mungkin menikah dengan dua pria kamu harus memilih antara aku dan Sehun. Dan aku sangat senang ketika kamu milikku kita akan hidup bahagia mulai hari ini, kita tidak akan lagi terpisahkan oleh apapun," kata Nathan dengan senyumannya.


"Baiklah, aku memang harus memilih salah satu di antara kalian, dan aku telah memilihmu karena kamu adalah Ayah dari bayiku, kita akan hidup bahagia bersama buah hati kita Ryu Jin Liao," kata Lee terhadap sang kekasih.

__ADS_1


Nathan kembali bersedih. Mengingat bahwa Lee masih saja membayangkan dan membicarakan soal Putra mereka, yang tidak ada. Ryu Jin Liao bagi Nathan hanyalah seorang bayi yang fiktif dan bayi khayalan Nathan begitu bersedih dia menyesal harus membohongi Lee Ji An seperti ini.


"Iya sayang kita akan membesar kan Ryu jin bersama-sama," tutur Nathan dengan menorehkan senyum yang manis, pria itu benar-benar tidak kuasa harus terus membohongi sang kekasih seperti itu.


"Putra kita sangat tampan. Putra kita sangat mirip denganmu. Aku ingin segera bertemu dengannya, aku ingin memeluknya dan mendekapnya penuh kasih sayang. Tetapi Dokter belum mengijinkan Ryu Jin untuk bertemu dengan kita," kata Lee Ji An dengan matanya yang sayup. Wanita itu benar-benar sangat bersemangat, ingin sekali berjumpa dengan Putra kesayangannya.


Nathan masih saja merasa bersalah, dia sedih harus terus bersandiwara seperti ini, Nathan berharap keluarga Lee Ji An segera mendapatkan bayi yang bisa menjadi Ryu Jin Liao. Nathan berjanji akan menyayangi bayi itu sepenuh hati. Ini semua deni kebahagiaan Lee Ji An. Wanita yang sangat dia kasihi.


"Benarkah Ryu Jin sangat mirip denganku?" tanya Natan menorehkan senyum yang teramat sangat sulit untuknya. Satu sisi Nathan merasa bersalah kepada Lee Ji An dan sisi Lain Lee pun merasa bersalah kepada Sehun, dua hati manusia ini memang merasakan hal yang berbeda, di sisi lain pula Lee merasa bahagia karena dia tidak sabar ingin berjumpa dengan buah hatinya, sedangkan Nathan sendiri begitu bahagia karena Lee ternyata memilihnya dari pada Sehun.


"Nathan, Lee ... sebentar ya Nenek angkat telepon terlebih dahulu, ada telepon darurat sepertinya dari Shanghai," ucap sang Nenek sambil keluar bersama Sekretaris Han.


"Baiklah Nenek," jawab Nathan sambil tersenyum kearah sang Nenek. Kini tinggal Lee bersama Nathan berdua saja di ruangan tersebut. Sedangkan Kim Mi So sendiri pulang ke rumah untuk menemui kedua orang tua suaminya.


Wanita itu tersenyum manis. Lalu mendekap erat sang kekasih. Tetapi Nathan sendiri memeluk Lee dengan sangat hati-hati. Karena takut malah melukai bekas operasi kekasih hatinya. Karena itulah Nathan sangat halus memeluk wanitanya.


"Rasanya tidak percaya bahwa kita bisa bersama seperti ini," ungkap Nathan sambil menatap kekasihnya dengan tatapan penuh cinta, Lee Ji An pun tersenyum dengan manis.


"Iya aku juga tidak percaya ternyata perjuangan kita terbayar sudah, hari ini aku bahagia," Lee berkata dengan begitu pelan namun Nathan mendengar semua ucapan sang kekasih hati.

__ADS_1


"Apa tubuh masih merasakan sakit?" Nathan bertanya kepada sang kekasih.


"Lokasi ini benar-benar menggangguku, aku tidak bisa bergerak dengan bebas mungkin karena baru enam hari. Tetapi nanti jika sudah dua minggu atau tiga minggu mungkin tidak akan sesakit ini," tutur Lee sambil menyentuh luka operasinya dan memang itu sangat sakit sekali.


"Maafkan aku ya Sayang. Ini gara-gara aku sehingga kamu harus segera dilakukan operasi sesar anda saja ...."


"Tidak usah berkata hal itu lagi, jangan lagi mengatakan apa pun. Tiada yang bersalah, disini itu semua adalah sebuah kecelakaan dan itu sudah takdir Tuhan, mempertemukan kita dengan cara yang seperti itu," tangkas Lee memotong perkataan sang kekasih.


"Iya Sayang, terima kasih banyak kamu mengerti tentang rasa sesalku ini," Nathan pun menatap Lee dengan sendu.


"Aku ingin cepat sembuh, aku ingin cepat keluar dari Rumah Sakit. Aku ingin pulang," Lee menundukkan wajahnya.


"Pulanglah ke rumahku, aku sudah memiliki Mansion yang sangat besar di sini, Nenek membelikannya untukku dan sangat besar," kata Nathan kepada Lee Ji An.


"Sebelum pernikahan kita tidak bisa bersama Sayang, kita harus menikah terlebih dahulu, kita tidak boleh melakukan hubungan terlarang lagi seperti dulu," ucapan Lee kepada Nathan.


"Iya Sayang, hubungan terlarang yang begitu indah, sehingga aku tidak mudah untuk melupakan semua itu," Nathan tersenyum manis mengingat betapa indahnya malam panjang yang mereka lalui bersama.


"Hanya satu malam saja tapi bisa mengubah hidup kita. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama,"

__ADS_1


"Aku pun sama Lee, aku pun jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama, pertemuan kita begitu singkat, pertemuan kita malam itu begitu indah, sangat indah," tutur Nathan sambil menggenggam tangan sang kekasih. Dan Lee Ji An pun hanya bisa tersenyum dengan senyuman yang merekah dengan pipi merah merona.


🎀🎀🎀


__ADS_2