Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rencana


__ADS_3

Dalam sebuah panggilan telepon.


"Sayang ada yang ingin aku bahas, ini tentang kita berdua," kata Nathan.


"Iya sayang, sebenarnya ada apa?" Lee bertanya kepada Nathan sambil mengerutkan dahinya dia tidak tahu sebenarnya ingin berkata apa kepadanya.


"Sebenarnya aku ingin pulang ke Cina, aku ingin mengenalkanmu kepada keluarga besarku tetapi aku takut kamu belum siap bertemu, karena kamu belum sehat. Kalau sekarang sekarang kita pergi ke Cina. Aku hanya ingin bertanya padamu kapan waktunya kamu bisa keluar Negeri dengan tidak membahayakan kondisimu," kata Nathan dengan suara yang rendah namun terdengar jelas oleh telinga gadis tersebut.


"Kamu mengatakan akan membawaku ke China, Ya Tuhan aku sungguh senang," Lee Ji An tersenyum begitu manis.


"Tapi Sayang, apakah kedua orang tuamu akan mengijinkan kamu berangkat ke Cina, terus waktunya kapan, sebenarnya aku ingin secepatnya ke sana tapi kamu kan baru saja melahirkan dan belum genap dua minggu, jadi aku belum bisa berpikir kapan waktunya," kata Nathan dengan kebingungannya dia tidak tahu harus kapan mengajak wanita yang habis melahirkan keluar dari rumah untuk bepergian ke luar negri.


"Sayang masa nifasku belum genap 10 hari, bahkan Ryu Jin belum pulang, aku masih harus istirahat, menurut kedua orang tuaku, aku tidak boleh keluar rumah kalau belum 40 hari, tetapi mungkin saja jika sudah 20 hari lebih aku bisa ikut kamu ke Cina, dan aku bisa istirahat di sana. Aku kan membujuk kedua orang tuaku agar mengizinkan Aku berangkat bersamamu," ungkap Lee Ji An dengan senyum bahagianya, dia begitu senang mendengar Nathan ingin mengajaknya bertemu dengan keluarga besar Nathan di Cina.


"Benarkah? Apa kamu senang?" tanya Nathan dengan senyumannya.


"Jelas saja aku senang, aku senang bila dekat dengan kamu, apa lagi dekat dengan keluargamu, aku senang karena aku mencintaimu. Aku tidak mau berjauhan darimu, aku ingin kita berdua selalu bersama. Aku ingin kita berdua melewati hari-hari indah bersama. Aku tidak ingin berjauhan darimu karena aku sangat mencintaimu Nathan," Lee Ji An mengatakan semua isi hatinya kepada pria itu, dia sama sekali tidak berbohong atas semua perasaan yang dia rasakan, semua dia ungkapkan dengan begitu jelas.

__ADS_1


"Rasa sayangmu padaku, ungkapan cintamu padaku, membuat aku semakin mencintaimu, membuat aku tidak bisa jauh darimu, aku pun sama mencintaimu menyayangimu dan bahkan yang selalu dekat denganmu, Sayang. Andai saja pernikahan kita akan secepatnya dilakukan, itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai, tetapi sekarang bahkan aku belum bisa menikahimu karena kedua orang tuamu belum memberikan respon," kata Nathan kepada Lee Ji An.


"Aku kurang mengerti dengan sikap kedua orang tuaku, mereka hanya mencemaskan aku, sebenarnya mereka baik, mereka hanya takut kamu akan menyakiti aku. Karena itulah aku disarankan untuk menjaga jarak darimu dan tidak terlalu mencintaimu, tetapi sayangnya saran mereka itu tidak bisa masuk di hatiku, hatiku sudah terpaut jauh melilit ke dalam tubuhmu dan masuk ke dalam sukmamu, aku tak bisa jauh darimu lagi aku sangat mencintaimu dan itu sebuah kenyataan yang tidak bisa kupungkiri lagi," Lee Ji An berkata dengan mata yang berkaca-kaca dia memang sangat mencintai Nathan Walaupun memang kedua orang tua Lee belum bisa memberikan respon positif untuk hubungan mereka berdua.


"Mungkin kita harus bersabar untuk semua ini, Sayang. Aku akan segera melamarmu, lihat saja. Tapi kamu harus segera datang setelah kamu datang ke sini, kita akan pulang ke Indonesia dan melamarmu secepatnya," ungkap Nathan kepada Lee Ji An.


Jelas aja Lee terlihat begitu senang mendengar kata lamaran, perempuan mana yang tidak bahagia ketika laki-laki yang sangat dia cinta akan melamar dirinya, apalagi kini dirinya sudah bukan dirinya yang dulu lagi, karena ada 1 beban yang harus ditanggung, ada satu nyawa yang harus mereka persatukan. nyawa bayi milik mereka berdua yang kini Nathan pun belum sempat mengetahuinya.


"Apakah benar kamu akan melamarku, jika itu benar aku sangat bahagia. Tetapi jika sampai ucapanmu salah atau kamu berucap bohong, dan sesuai dengan prediksi kedua orangtuaku, maka hatiku akan sangat hancur, aku pasti akan sangat membencimu aku akan menjauh darimu, aku tidak ingin bertemu denganmu kembali," ungkap Lee Ji An kepada Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak mungkin aku meninggalkanmu jauh dari pelukanku. Aku bahkan merindukan kamu saat ini, aku tidak bohong itu adalah kenyataan, kalau aku akan segera melamarmu. Aku ingin menyimpan mendekap tubuhmu, aku tidak angin berjauhan darimu karena aku sangat mencintaimu. Yakinlah kepadaku aku mohon!" Nathan berkata sesungguhnya tentang apa yang dirasakan saat ini.


"Baiklah Sayang kalau begitu kita telepon lagi Nanti ya, sampai jumpa cintaku," ungkap Nathan, lalu Lee Ji An pun tersenyum, mereka berdua langsung memutus sambungan telepon tersebut.


Nathan kini langsung merebahkan tubuhnya dia memikirkan banyak hal. Dia ingin segera melamar Lee Ji An, dia harus segera membawa Lee ke Cina dan mengenalkan kepada keluarga besar, setelah itu dia akan membawa Neneknya untuk malamar Lee kepada ke orangtuanya.


Nathan sudah tidak sabar dia sangat ingin melakukan lamaran tersebut, dia pun berniat untuk menelepon sang nenek, dan akhirnya dia pun melakukan panggilan telepon kepada Nenek tercintanya.

__ADS_1


Dalam sebuah sambungan telepon.


"Halo Nenekku tersayang yang baik. Bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Nathan di balik telepon tersebut.


"Baik sekali cucuku Sayang, tumben kamu meneleponku seperti ini, nak apakah ada sesuatu yang kamu inginkan," tanya sang Nenek kepada Nathan, biasanya Nathan memang jarang menelepon Neneknya dia hanya menelepon Ketika ada sesuatu yang dia inginkan.


Sejak kecil begitulah sifat Nathan, sangat cuek, acuh tak acuh pada sang Nenek selama ini, tetapi ketika dia inginkan sesuatu dia pasti menelepon meminta sesuatu hal melalui telepon tersebut, karena Nathan tidak pernah meminta sesuatu hal secara terbuka di hadapan wajah sang Nenek.


"Nenek-nenek selalu tahu apa yang aku inginkan, kali ini aku ingin melamar Lee dan harus secepatnya Nenek melamarkan dia untukku, aku sudah tidak sabar ingin menikahi dia," ungkap Nathan kepada sang Nenek.


"Baiklah itu bisa diatur, Nak. Nenek juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lee. Apakah Lee sekarang kondisinya baik-baik saja?" tanya sang Nenek kepada Cucu kesayangannya.


"Kami sudah pulang dari Rumah Sakit, tetapi kami benar-benar tidak bisa berjumpa hanya berdua saja, kami butuh waktu berdua karena kedua orangtuanya tidak membiarkan kami berdua saja, aku akan mengajak Lee datang ke Cina. Aku akan memperkenalkan Lee kepada kerabat kita," kata Nathan kepada sang Nenek.


"Segeralah bawa ke sini. Setelah dia pulih dari masa nifasnya, tetapi jika ia masih dalam kondisi sakit jangan bawa di kemana mana," kata sang Nenek kepada Nathan.


"olOke Nenek Sayang, aku akan mendengarkan semua ucapanmu."

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2