Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Percaya Vol 2


__ADS_3

"Ada apa Sayang, kenapa kamu hanya diam seperti itu. ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepadaku saat ini?" tanya Nathan kepada kekasih hatinya. Namun Lee Ji An masih saja terdiam.


Itu membuat Nathan merasa heran tidak biasanya wanitanya diam seribu bahasa.


"Sayang katakan, cepatlah katakan. Kenapa hanya diam saja membuat aku jadi sangat penasaran," ungkap Nathan kepada sang kekasih.


"Aku hanya tidak yakin saja, kamu menolak gadis cantik itu, dia sangat cantik dilihat dari penampilannya pun dia sangat seksi. Apa iya kamu hanya menganggap dia sebagai seorang adik saja," tutur Lee Ji An kepada Nathan, dan itu membuatnya tersenyum kepada kekasihnya.


"Cemburukah?" Nathan memeluk Lee Ji An dari belakang, pria itu mendekap lembut tubuh sang kekasih, lalu mengecup punggung leher dengan lembut.


"Kalau aku cemburu akan seperti apa jadinya, kalau aku tidak cemburu bagaimana, jadi aku harus bersikap seperti apa," Lee Ji An bertanya kepada Nathan.


"Mau cemburu boleh, mau tidak pun tidak apa-apa, yang penting tidak mempengaruhi sikapmu kepadaku, mau percaya aku sepenuhnya pun aku sangat bahagia, karena memang pada kenyataan ya aku hanya menganggap dia sebagai seorang adik dan itu tidak lebih, dia hanya adiknya Yuan Chuan yang sudah aku anggap sebagai adik sendiri," kata Nathan dengan bisikan yang mesra, Lee Ji An mengangguk dia Lalu membalikkan badan menghadap ke arah Nathan.


"Aku percaya kepadamu. Kamu tidak akan mungkin membohongiku. Aku tahu kamu mencintaiku dan kita saling mencintai, jika salah satu dari kita ingkar janji maka yang akan terluka disini adalah bayi kita. Aku datang ke sini karena ingin bertemu seluruh orang yang dekat denganmu, dan termasuk Agatha, aku harus mengenali dia juga," tutur Lee Ji An kepada Nathan.


"Kamu sudah mengenal dia, tadi tidak usah terlalu dekat dengannya. Aku sadar diri kalau dia pun menyukai aku Karena itulah aku selalu menghindar darinya, dan akup pun tidak pernah bersikap manis kepadanya, karena takut membuat Agatha kecewa atau seolah-olah aku memberikan harapan palsu kepadanya," kata Nathan kepada Lee Ji An.


"Aku percaya padamu. Tenang saja, setiap ucapanmu selalu aku percaya, karena tidak akan mungkin kamu bohong, tidak mungkin kamu mendustai hubungan kita," kata Lee Ji An dengan menorehkan senyum yang manis kepada Nathan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu lebih manis dan dari aku bayangkan, aku memang tidak suka wanita yang cemburuan, dan marah-marah, sekali ini aku telah memilih wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku. Kenapa aku tidak suka wanita yang pemarah dan cemburuan, karena aku pasti akan bertemu banyak perempuan yang menjadi rekan bisnisku dan kamu pun pasti akan tahu, membacanya di koran dan sebagainya. Jika kamu sampai cemburuan dan marah-marah maka bisnisku tidak akan lancar," kata Nathan dengan senyumannya. Dia sangat bahagia bahwa Lee Ji An begitu kalem tidak memiliki sikap yang pemarah seperti itu.


Kini mereka saling bertatapan, hati mereka saling menyatu. Nathan pun langsung merebahkan kekasihnya di atas kasur kesayangannya.


"Kita tidur berpelukan seperti ini, membuat hatiku tanang dan damai," ungkap Nathan dengan lembut.


"Aku pun sama, aku tidak menyangka bahwa aku bisa sebahagia ini," kata Lee kepada Nathan. Wanita itu tersenyum manis sambil menatap tampilan wajah sang kekasih yang begitu tampan.


"Iya Sayang."


"Tapi Sayang, andai saja Ryu Jin ikut bersama kita pasti akan lebih menyenangkan," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah, sepertinya wanita itu merindukan buah hatinya. Padahal baru saja sehari dia meninggalkan Baby di sana.


"Sabarlah terlebih dahulu, karena sebentar lagi juga kita bertiga akan bersama, kita akan merawat Baby Ryu Jin bersama-sama, setelah ini kita tidak akan lagi berpisah," ucap Nathan dengan lembut.


"Kamu itu terkadang seperti wanita yang dewasa, tapi terkadang seperti anak kecil Sayang. Kamu itu sangat menggemaskan bagiku. Aku sungguh bahagia bahwa kamu bisa menyesuaikan semua kemanjaanmu di tempat yang semestinya," ungkap Nathan sambil membelai lembut rambut sang kekasih.


"Tentu saja mana mungkin aku bermanja-manja di depan nenek dan di depan sama orang, aku hanya akan bermanja padamu saat kita berdua saja, dan aku tidak akan pernah marah padamu dihadapan semua orang. Aku hanya akan marah dan merajuk padamu ketika kita sedang berdua juga," tutur Lee Ji An menjelaskan semuanya kepada Nathan dan itu membuat Nathan begitu senang.


Sikap kekasihnya itu membuat Nathan nyaman. Dan semakin mencintai Lee Ji An.

__ADS_1


"Ayo Sayang, sekarang kita beristirahat terlebih dahulu, karena kita memang harus memulihkan tenaga kita apalagi tenagamu," kata Nathan dengan senyumannya.


"Baiklah kita tidur saja, dan kita mulai aktivitas hari esok. Besok kita mau ke mana?" tanya Lee kepada Nathan.


"Kita lihat besok saja, kita tidak perlu merencanakannya, dari sekaran. Anggap itu sebagai kejutan untukmu, " kata Nathan dengan perlahan, sambil memejamkan matanya, pria itu memang terlihat lelah begitu pula dengan Lee Ji An.


Pada akhirnya mereka berdua pun terlelap dengan cepat.


Nenek Liao mencari keberadaan kedua cucunya tetapi yang ada hanya Agatha saja.


"Agatha apa kamu melihat Nathan dan Lee? sebenarnya mereka berdua ke mana?" tanya Nenek Liao kepada Agatha. Sedangkan Agatha, dan kini wanita itu terdiam karena menahan tangis, ia masih tidak percaya bahwa Nathan memperlakukan Lee Ji An dengan begitu lembut di hadapannya, membuat dia semakin cemburu dan terbakar oleh api cemburu itu.


"kenapa kamu menangis, Nak," Nenek Liao datang dan menghampiri Agatha lalu menggenggam lembut tangan gadis tersebut.


"Aku tidak percaya, Nenek memberikan harapan palsu kepadaku, dan apa yang aku dapat sekarang hanya kecewa, kali ini Nenek ini hanya berbohong kepadaku, aku melihat bahwa sekarang Nenek kan begitu perhatian kepadanya, aku melihat dengan jelas mereka masuk ke dalam kamar, kelihatan sangat menyakitkan buatku, aku sudah melihat Nathan Gege semenjak kecil, dan Nathan Gege adalah tujuan hidupku, sekarang semuanya hancur gara-gara orang baru," Agatha menangis dengan tersedu dan itu membuat sang Nenek begitu iba kepadanya.


"Sabarlah Nak. Tolong maafkan Nenekmu ini, Nenek memang sangat berharap dulu kalian menikah tetapi kamu tahu kan sudah memiliki seorang bayi bersama Lee Ji An, walaupun pada kenyataannya bayi telah tiada," ungkap sang Nenek kepada Agatha.


"Jadi bentar Wanita itu telah melahirkan keturunan Liao, apakah benar itu, dan Nenek begitu senang," tanya Agatha kepada sang Nenek.

__ADS_1


"Benar sekali Nenek begitu senang mendengar bahwa kekasihnya Nahtan sedang mengandung, dan sudah melahirkan. Tetapi semua rasa bahagia Nenek hancur ketika mendengar bahwa bayi yang dilahirkan telah meninggal, dan itu semua adalah kesalahan Nathan dan merasa kasihan pada wanita itu. Agatha bukan Nenek mempermainkanmu, tetapi Takdir berkata lain. Carilah jodohmu sendiri. Jangan berharap banyak kepada Nathan karena harapan itu sekarang sudah tidak ada lagi untukmu nak, kamu harus hidup dengan bahagia."


🎀🎀🎀


__ADS_2