Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Ada Apa


__ADS_3

Lee sedang asik di depan toko, dia sedang memilih beberapa parfum. Saat ia menoleh. Sepertinya ia melihat bayangan seseorang yang ia kenal. Tetapi ia sendiri lupa. Siapa gerangan orang tersebut. Sehingga Lee hanya bisa memicingkan mata dan kembali membuang muka.


Saat dia sedang memegang botol parfum, dan mencobanya. Tiba-tiba botol parfum itu terjatuh ke lantai.


Pranggg.


Botol parfum itu terjatuh dan belah menjadi beberapa bagian. Padahal botol parfum itu begitu tebal, tetapi entah kenapa bisa terpecah seperti itu. Gadis itu merasa sangat terkejut. Dia benar-benar tidak pernah seceroboh itu sebelumnya.


"Ada apa ini? Kenapa aku begitu ceroboh?" ucapnya dalam hati. Sambil mencoba memunguti pecahan botol itu.


"Sudahlah tidak apa-apa Nona, biar kami yang membersihkan pecahan itu," ucap salah satu pelayan toko tersenyum dan mengangguk. Tiba-tiba saja Lee mendengar ada suara riuh dari kejauhan. Sepertinya ada sebuah kecelakaan di seberang jalan.


"Ada apa ya? Kenapa banyak orang berkerumun di seberarang jalan?" Lee bertanya kepada pelayan toko yang sedang memperhatikan kerumunan tersebut dari kejauhan.


"Mungkin ada kecelakaan Nona," jawab pelayan toko tersebut.


"Oh mengerikan sekali, sebaiknya aku lihat," Lee berjalan menjauhi toko tersebut, hendak melihat kejadian kecelakaan di seberang jalan itu. Tiba-tiba salah satu pelayanan tokoh memanggil Lee.


"Nona maaf. Bisakah anda membayar parfum yang sudah anda pecahkan!" Ucap salah satu pelayan toko itu sambil menarik tangan Lee dengan perlahan.


"Oh ya ampun, aku sampai lupa," Lee terkejut karena dia sampai bisa melupakan membayar parfum sudah dia pecahkan. Dengan segera membuka dompetnya dan menyerahkan uang sebesar Rp200.000 untuk mengganti parfum yang pecah tersebut.


"Sebentar Nona, akan saya ambilkan kembaliannya!"


"Tidak usah, buat kamu saja," Lee tersenyum dengan ramah kepada pelayan toko parfum tersebut. Pelayan itu begitu senang karena Lee memberikan uang kembalian kepadanya. Lee pun dengan segera pamit dan hendak mengikuti arah Suara bising dan kerumunan orang-orang itu.


Wanita itu begitu penasaran. Sebenarnya ada apa. Kenapa banyak sekali orang berkerumun di sana. Lee berjalan dengan perlahan kearah tempat kejadian. Ternyata sesampainya di sana terlihat banyak sekali darah tercecer.


"Oh ya ampun. Ada apa ini?" Lee terkejut dan bertanya kepada salah satu orang yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Sebuah mobil telah menabrak seorang pria, dan sepertinya pria itu tidak dapat diselamatkan lagi, karena dia mengeluarkan terlalu banyak darah,"


"Benarkah? Ya ampun mengerikan sekali," ucap Lee kepada wanita itu. Lee tidak menyangka bahwa ada kejadian seperti ini bisa dia lihat di hadapannya. Nanyak sekali darah berceceran. Orang yang tertabrak mobil tersebut pasti tidak takkan bisa di selamatkan. Lee lalu Memegang perutnya dan mengelus perutnya dengan perlahan. Seraya berkata. "Baby, jangan jijik melihat darah, ya,"


"Orang itu pasti tidak akan selamat, wajahnya bahkan rusak," ucap salah satu pria yang ada di samping Lee. Lee begitu terkejut mendengar ucapan pria tersebut. Betapa mengerikannya sebuah kecelakaan itu sehingga bisa mengeluarkan begitu banyak darah, dan membuat wajah si korban rusak.


"Ya Tuhan. Semoga saja orang yang terkena musibah ini diberikan usia yang panjang, keluarganya Pasti sangat khawatir, semoga saja dia bisa selamat," ucap Lee dalam hatinya sambil menatap kearah pria yang sedang di masukkan ke dalam mobil tersebut.


Lee hanya menatap dari kejauhan, ia tidak tahu kalau orang yang sedang di gendong ke arah mobil itu adalah Ayah dari bayinya. Andai saja Lee tahu bahwa itu adalah Nathan, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini.


Jatuhnya botol parfum mungkin sebuah pertanda bahwa seseorang yang berharga dalam hidupnya sedang mengalami sebuah musibah. Namun ia sendiri tidak bisa menyadari pertanda buruk tersebut. Wanita itu tidak bisa melihat dan mengetahui bahwa pria yang hampir meregang nyawa itu adalah Nathan. Pria yang selama ini sedang dia cari.


Lee melihat mobil itu melaju dengan sangat kencang, membawa korban kecelakaan menuju ke rumah sakit terdekat. Setelah kejadian itu, Lee langsung pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah langsung di sambut oleh senyuman seseorang yang sangat dia rindukan.


"Miso Ssi," ujar Lee dengan senyuman yang sumbernya melihat ke arah calon kakak iparnya yang notabene adalah sahabatnya tersayang.


"Hai Lee. Kamu dari mana? Aku menunggumu lama sampai perutku sangat lapar," Miso bertingkah begitu manja, dia menunggu Lee begitu lama. Lee tersenyum lalu menarik tangan Miso dan langsung membuka beberapa bungkusan yang isinya makanan.


"Kamu sudah bisa berbahasa Indonesia?" Tanya Kim Mi so.


"Jelas aja, aku punya guru privat yang sangat hebat," wanita itu tersenyum membanggakan seseorang.


"Daebak, nuguya?"


(Siapa itu)


Kim Miso benar-benar takjub dan ingin mengetahui siapa guru privat Lee sekarang. Sehingga bisa fasih berbahasa Indonesia dalam jangka 1 bulan saja.


"Gangjun-i jumunhan salam-i anin gyeong-u megi,"

__ADS_1


(siapa lagi, kalau bukan orang suruhan kang joon, lele)


"Oh jadi Oppa-mu yang mengirim dia?" Kim Miso mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Tolong katakan pada Oppa bahwa aku sangat berterima kasih kepadanya!"


"Baiklah akan aku sampaikan, aku ke sini aku ingin memberimu kabar baik," tutur Kim Mi So kepada Lee Ji An.


"Geuge mwoya?"


(Apa itu) Lee sungguh ingin mengetahui kabar tersebut.


"Kami akan segera menikah dalam jangka waktu 6 bulan ini, kedua orang tuaku sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat terperinci, kamu datang kan hari pernikahan ku kelak?" tutur Kim Miso dengan rasa bahagianya. Memberitahukan kabar gembira kepada sang sahabat tercinta.


Seketika senyumnya hilang, saat dia menyadari bahwa di saat hari bahagia sang kakak, bahkan dia tidak bisa menghadiri acara tersebut.


"Kapan pernikahan kalian?" Tanya Lee dengan pelan.


"6 bulan lagi." Kim Miso menjawab dengan begitu manis.


"Sepertinya memang aku tidak bisa menghadiri acara resepsi pernikahan kalian berdua," wajah Lee berubah menjadi pucat. Dia terlihat begitu sedih dan hanya bisa menghela nafas dengan berat.


"Kenapa?" Kim Miso mengerutkan dahinya dia ingin mengetahui alasan dibalik penolakan untuk datang ke pesta pernikahannya.


"Salah satunya karena keluargaku sudah mengusirku, dan mereka pasti tidak ingin melihatku lagi, dan yang kedua 6 bulan dari sekarang perutku akan terlihat begitu gendut, jika aku datang ke sana dan Mama Papa bersama Kakek melihat keadaanku, mereka Pasti akan sangat malu Dan aku malah akan membuat mereka menjadi bahan ejekan," tutor Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu benar-benar tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan Kakaknya sendiri.


Apalah daya, kini dia sedang di hukum oleh keluarganya. Karena kesalahannya begitu fatal, dan dia harus menerima hukuman itu dengan berlapang dada. Sebetulnya Dia sangat ingin menghadiri acara tersebut. Namun dia sungguh tidak bisa melakukannya tanpa izin dari keluarga besarku.


"Ketika kita bersalah, maka akuilah kesalahanmu, karena Tuhan akan memaafkan dia yang yang meminta maaf, apalagi manusia,"

__ADS_1


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hai kakak jangan lupa vote ya setelah membaca. Salam sayang dariku, evangelin harvey.


__ADS_2