
Sebagai seorang Dokter, nalurinya berteriak, dia ingin menyelamatkan pasien, tapi hatinya merasa sangat sakit, ketika dia mengingat bahwa pria ini telah menghancurkan hidupnya sebanyak 2 kali. Pria yang sudah membuat dia mengandung dan tidak bertanggung jawab.
"Haruskah aku membunuhmu. Aku sangat membencimu, karena kamu hidupku hancur, karena kamu keluargaku hancur, aku ter-usir dari Negaraku sendiri, aku tidak bisa memaafkanmu Nathan. Harusnya kamu mati saja dari pada seperti ini," ungkap Lee Ji An di dasar hatinya, wanita itu kini mencoba membuat Nathan sadar.
Dan benar saja, akhirnya Nathan bisa membuka matanya dengan perlahan. Pria itu terlihat sangat kebingungan, kepalanya berdenyut sangat hebat, dan merasakan sangat sakit yang teramat dalam.
"Aku ... ada di mana?" tanya Nathan dengan suara yang sangat lemah, pria itu tidak mengenali tempat yang sedang dia datangi saat ini.
"Tuan Nathan anda sudah bangun? Bersyukurlah kepada Tuhan bahwa anda baik-baik saja. Berterima kasihlah kepada Dokter Lee Ji An karena telah mengobati anda," kata pria yang menemani Nathan di Rumah Sakit. Pria itu sebenarnya sangat terkenal di Jepang. Tetapi dia sangat baik hati, mau menemani Nathan di Rumah Sakit.
Nathan pun mengangguk, ia menoleh kearah Lee Ji An.
"Terima kasih banyak, Dokter." Nathan dengan tatapan mata yang menatap kearah Lee Ji An yang kini menatapnya dengan tajam.
"Sama-sama," jawab Lee Ji An dengan suara yang rendah, wanita itu merasa sangat marah pada dirinya sendiri, bisa-bisanya dia menolong pria yang sudah membuat hidupnya hancur dan melara.
Sudah cukup untuk luka yang dia rasakan selama ini, dan kini bahkan pria itu berpura-pura tidak mengenalinya. Hati Lee Ji An begitu sakit, melihat perlakuan yang diberikan oleh Nathan saat ini kepadanya, mereka memang bagaikan orang asing, bagaikan orang yang tidak saling mengenal.
Nathan sendiri memang tidak mengenali Ji An, karena dia tidak memiliki memori apapun bersama Lee Ji An. Sedangkan Lee berpura-pura tidak mengenali Nathan, padahal saat ini dia ingin memberikan pelajaran pada Nathan, ingin memukul, memaki dan membuat Nathan malu di depan orang.
Tapi apalah daya. Dia hanya bisa menyimpan semua kekesalan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Apa ini? Dia pura-pura tidak mengenaliku, aku tidak akan pernah memaafkanmu Nathan. Aku membencimu sebenci-bencinya, walaupun aku tidak membalas rasa sakit hatiku sekarang, tetapi Tuhan akan membalasnya langsung kepadamu, aku yakin kekuatan Tuhan," kata Lee Ji An di dalam hatinya, sambil terus menatap dengan tatapan yang begitu tajam.
Sesaat suasana begitu hening, tiba-tiba saja suara seorang pria memecahkan kesunyian.
"Dokter, sebenarnya apa yang terjadi kepada teman saya?" tanya pria itu kepada Lee Ji An.
"Begini Tuan, emhh maaf ... saya harus memanggil anda apa?" tanya Lee Ji An.
"Hyuga, saya adalah hyuga," kata pria tersebut dengan menorehkan senyum yang manis.
"Begini Tuan Hyuga sebenarnya kondisi pasien begitu lemah, dia telah mengalami penurunan hemoglobin, Karena itulah dia pingsan dengan seketika, saat ini hasil cek laboratorium ternyata menunjukkan bahwa hemoglobinnya turun sampai 7 mg," jelas Lee Ji An kepada pria tersebut, bahkan Nathan pun mendengar penjelasan dari Dokternya.
"Jadi bagaimana ini Dokter, apakah teman saya harus dirawat di sini?" tanya Tuan Hyuga kepada Lee Ji An.
"Jelas saja Tuan Hyuga, pasien harus beristirahat di sini, Jika hemoglobin-nya terus saja menurun, maka harus dilakukan transfusi darah," jawab Lee Ji An menorehkan senyum yang manis kepada tuan Hyuga, sepertinya tuan Hyuga terkesan dengan senyuman Lee Ji An.
Nathan melihat bahwa tuan Hyuga juga sepertinya tertarik kepada Dokternya. Saat ini Nathan memperhatikan Hyuga dan juga memperhatikan Lee Ji An.
"Baiklah Dokter. Jika itu memang yang terbaik, maka lakukan saja, saya berharap banyak kepada anda, untuk kesembuhan teman saya," kata tuan Hyuga kepada Dokter Lee Ji An.
"Baiklah kalau seperti itu. Saya permisi dulu, silakan anda berbincang dengan pasien, upayakan pasien untuk mendapatkan banyak dukungan dari keluarga pula," kata Lee Ji An sambil menolehkan senyum yang manis, ke arah Hyuga, lalu tanpa sengaja Lee tersenyum kearah Nathan, lalu wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan VIP 2.
__ADS_1
"Cantik sekali Dokternya, Tuan Nathan, anda sangat beruntung karena ada Dokter cantik yang merawat ada disini," kata tuan Hyuga kepada rekan kerjanya tersebut.
"Benar, memang sangat cantik. Apakah anda tertarik Tuan Hyuga?" tanya Nathan Liao dengan suara yang rendah.
"Benar sekali, saya sangat tertarik, tapi sepertinya dia bukan orang Jepang, dia orang Korea. Ya Tuhan baru pertama aku melihat gadis cantik seperti itu," kata tuan Hyuga sambil menolehkan senyum yang manis kepada Nathan.
Nathan pun tersenyum miring, mendengar ucapan tuan Ryuga. Pria itu pun duduk menemani Nathan dan menawarkan Nathan untuk makan beberapa buah. Nathan sangat berterima kasih kepada tuan Hyuga karena mau menemaninya di Rumah Sakit.
Di sisi lain, Lee Ji An keluar dari ruangan tersebut dengan hati yang teriris, wanita itu kembali mengenang kesakitan yang dia rasakan selama 5 tahun ini. Tidak dipungkiri Semuanya hancur karena pria yang bernama Nathan Liao. Wanita itu tidak bisa lagi untuk menerima bahwa pria yang sudah menghancurkan hidupnya ada di depan matanya.
Rasa sakit hatinya tak terbendung lagi, wanita itu kayaknya berlari ke ruangan Dokter lalu menangis di sana. Ia tak tahan lagi menahan kesakitan yang sangat dalam, dia tidak menyangka dipertemukan kembali dengan pria yang begitu brengs*kk menurut dia. Pria yang sudah membuat seluruh keluarganya terpuruk dan mengalami kesakitan.
"Kenapa kamu datang lagi ke dalam kehidupanku. Aku sangat membencimu. Sekarang kamu berpura-pura tidak mengenaliku. Aku sangat membencimu. Harusnya aku tidak menyelamatkanmu. Harusnya aku membunuh, jika melihatmu begitu aku tambah membencimu," Lee Ji An dengan lirih. Wanita itu menangis sendirian di ruangan Dokter tidak ada satupun yang mendengarkan.
Tidak menyangka bahwa hari ini akan tiba, hari dimana dia dipertemukan kembali dengan orang yang sudah membuat jiwanya Lara.
"Kalau ibu dan kakak sampai tahu kamu ada di sini. Mereka pasti akan menghajarmu habis-habisan, Nathan aku pun ingin menghajarmu juga, kamu dengan tanpa dosa datang ke hadapanku, seperti itu. Laki-laki yang tidak bertanggung jawab, setelah mengambil semua manis madu dalam tubuhku, lalu kamu membuangku bagaikan sampah, kamu pria paling jahat yang aku kenal," ungkap Lee Ji An dengan tangisan yang melirih, wanita itu tak kuasa untuk tidak menahan tangis.
Hanya dengan cara seperti ini, wanita itu bisa mengungkapkan kesakitan di dalam hatinya, setidaknya setelah menangis mungkin dia akan merasa lega.
B🌺e🌺r🌺s🌺m🌺b🌺u🌺n🌺g
__ADS_1