Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Menentukan Waktu


__ADS_3

Setelah kecupan manis tersebut pria itu langsung pergi meninggalkan Lee dan buah hatinya. Dia begitu senang karena sudah seharian menjaga sang buah hati tercinta, dia menjadi seorang ayah, sebenarnya tidak ada kebahagiaan yang dia rasakan selain menjadi seorang ayah.


Tidak dipungkiri dia memang memiliki misi untuk meneruskan generasi keluarga. Karena kalau bukan dia, yang meneruskan keturunan keluarga, maka kepunahan akan segera tiba. Hanya Nathan pewarisan keluarga satu-satunya, kalau saja sampai Nathan tidak memiliki keturunan maka habislah semuanya.


Dalam perjalanan ke rumah, dia tidak henti terus menorehkan senyum yang manis, sampai-sampai pak sopir merasa heran kenapa sepanjang jalan Nathan hanya bisa tersenyum sendiri.


"Tuan muda sepertinya bahagia sekali hari ini, sudah dari tadi Tuan terus-terusan tersenyum," kata pak sopir sambil melihat ke arah Nathan dari kaca spion depan.


"Jelas Pak, saya sangat bahagia hari ini, karena hari ini saya jadi ayah yang sebenarnya, saya merawat anak saya, memberikan dia susu, memandikan, menggantikan, popok. Sungguh sangat menyenangkan. Saya tidak menyangka kalau saya bisa menjadi seorang ayah dan bisa sebahagia ini," kata Nathan menorehkan senyum yang manis kepada sopirnya.


"Selamat ya Tuan muda, akhirnya apa yang dicita-citakan oleh nyonya besar terwujud sudah sekarang," kata sang sopir sambil berkata dengan begitu ramah.


"Terima kasih banyak ya pak sopir. Aku tidak tahu harus berkata apa. Karena ini sungguh sangat luar biasa, aku bukan hanya bisa membayangkan, tetapi kini aku telah mengalaminya," kata Nathan menorehkan senyum yang manis, dan pak sopir pun membalas senyuman tuan mudanya tersebut.


Dan akhirnya mereka pun sampai di kediaman Liao. Dengan segera Nathan pun turun dari mobilnya, ia langsung mencari sang nenek, ternyata neneknya sudah mempersiapkan beberapa menu masakan untuk mereka makan malam.


"Wow Nenek sedang masak ya, wangi sekali sampai tercium ke depan," ungkap Nathan sambil duduk di meja makan, dan memperhatikan sang nenek yang sedang asyik memasak ditemani dua maidnya.


"Iya Nenek sedang masak, nak. Oh iya, bagaimana harimu menjaga bayi kecil?" tanya sang nenek sambil terus memasak tanpa menoleh ke arah Nathan sama sekali.

__ADS_1


"Ya Tuhan nek. Sungguh sangat menyenangkan, sangat luar biasa, aku mengganti popoknya, aku pun memandikan dia, memberikan dia susu. Ya Tuhan pantas saja Lee sangat menyayangi baby Ryu Jin. Aku pun merasakan hal yang sama Nenek, aku sangat mencintai anakku, aku sangat mencintainya," kata Nathan dengan wajah yang sumringah menjelaskan semua isi hatinya kepada sang nenek.


"Baguslah, seorang ayah memang harus mencintai putranya. Iya Nathan, soal pernikahanmu dengan Lee, kita bahas sekarang saja ya," kata nenek menghentikan aktifitas memasaknya, dan dilanjutkan oleh kedua pelayannya tersebut dan langsung duduk di hadapan Nathan dan menorehkan senyum yang manis.


"Iya Nenek, jadi rencananya bagaimana?" tanya Nathan dengan bersungguh-sungguh.


"Begini, bagaimana kalau Nenek datang besok malam ke rumah keluarga Lee, dan meminta Lee untuk menjadi istrimu, Nenek juga akan berkenalan dengan ayahnya Lee, kita akan membahas soal pernikahan bersama keluarganya, besok malam. Menurutmu bagaimana?" tanya nyonya Liao kepada sang cucu kesayangan.


"Besok malam, emhh Nathan sendiri kurang mengerti. Apakah besok malam ayah Lee sudah pulang apa belum, takutnya memang belum pulang Nek," kata Nathan dengan wajah yang murung, dia sebenarnya ingin segera membicarakan soal pernikahan dengan keluarga Lee, tetapi ayahnya Lee Ji An masih sakit.


"Iya juga sih, tapi coba kamu tanyakan kapan tuan Lee itu bisa segera pulang ke rumah, karena kita tidak usah menunda terlalu lama, Nenek sudah tidak sabar ingin memboyong Lee ke rumah kita, walaupun bagaimana ini adalah suatu kebahagiaan untuk kita, Lee akan menjadi Ibu dari anak-anakmu, Nenek sangat bahagia, karena ternyata dia gadis yang sangat baik," kata sang nenek kepada cucunya.


"Karena itulah kalian harus segera menikah, pertemuan keluarga harus segera diadakan, kita harus membahas pertunangan terlebih dahulu, setelah tunangan kita akan mempersiapkan pernikahan yang sangat mewah. Karena untuk mempersiapkan pernikahan kita butuh waktu. Tidak bisa kita mempersiapkan pernikahan dengan hari-hari yang sedikit, tidak akan membuat rencana kita berhasil," kata sang nenek menjelaskan semuanya.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Nenek, terus Nathan harus seperti apa sekarang?" Pria itu bertanya kepada neneknya.


"Begini ... besok kamu datang ke Rumah Sakit dan jenguklah calon ayah mertuamu, kamu pun harus bertanya pada Dokter kapan ayah mertuamu itu akan pulang. Jadi kita punya ancang-ancang untuk persiapan pertemuan keluarga," kata sang nenek dengan senyumannya.


"Baiklah Nenek, besok Nathan akan segera berangkat ke Rumah Sakit, nersama Lee. Hari ini Nathan tidak menjenguk ayah, jadi sekalian besok, Nathan mau datang ke Rumah Sakit. Supaya ayah Lee semakin sayang kepada Nathan, benarkan Nenek," kata Nathan dengan suara yang pelan.

__ADS_1


"Benar sekali, kamu harus pandai-pandai membuat hati ayahmu terkesan, sekarang kamu memiliki seorang ayah lain, kamu harus berbakti kepada mereka juga," kata nenek Liao dengan senyumannya.


"Betul sekali, apalagi sekarang ayah dan ibu Lee sudah sangat baik pada Nathan, dan pasti Nathan akan membalas kebaikan mereka," ungkap Nathan.


"Ya sudah, ya ampun lihatlah masakannya sudah matang. Ayo kita makan terlebih dahulu, Nenek sudah sangat lapar, karena tadi bahkan di Lee tidak mau diajak untuk makan," kata sang nenek sambil membantu maid menata masakan di meja makan.


"Wah ternyata Nenek masak banyak hari ini?" Nathan terlihat begitu senang, ketika melihat makanan datang di meja makan.


"Jelas aja, karena sebentar lagi sekretaris Han akan segera datang, dia dalam perjalanan. Tentu saja dia harus makan sampai ke sini, tetapi kita harus makan terlebih dahulu, karena kita akan kelaparan kalau menunggu dia,"nkata sang nenek sambil memberikan Nathan semangkuk nasi.


"Sekretaris Han mau datang ke sini, sudah sampai mana dia?" tanya Nathan sambil meminum jus jeruk yang terlihat begitu segar.


"Dia sudah sampai di Bandara. Sepertinya dia sedang naik mobil menuju ke rumah ini," jawab sang nenek.


"Ya ampun cepat sekali. Memangnya ada hal yang penting apa sampai dia harus datang ke sini, Nek?" tanya Nathan.


"Tentu saja ada hal yang harus dia pastikan, dia akan memberitahukan sesuatu kepada Nenek. Entahlah itu apa. Tetapi dia bilang itu sangat penting," ucap nenek Liao dengan suara yang pelan, namun Nathan mendengar semua perkataan tersebut.


🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g

__ADS_1


__ADS_2