Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pamit Terlebih Dahulu


__ADS_3

Di Rumah sakit.


Pagi itu Nenek Liao sudah sangat sibuk dengan banyak telepon yang sudah membuat dirinya kewalahan. Wajahnya pucat pasi karena dia begitu kelelahan dan banyak masalah yang mendera di China. Perusahaannya membutuhkan dia agar dia segera pulang ke Cina.


"Nathan kamu baik-baik di sini ya, Nenek pulang lebih dulu ke Cina karena banyak sekali masalah yang harus diselesaikan disana, do'akan semuanya berjalan dengan lancar ya," kata sang Nenek kepada cucunya tersayang.


"Memangnya masalah apa yang telah terjadi sehingga Nenek harus pergi meninggalkan aku. Apa masalahnya begitu serius?" Nathan bertanya kepada sang Nenek. Nathan begitu cemas, ada apa gerangan dia harus mengetahui semua masalah ini, agar dia bisa ikut membantu Neneknya, dia tidak tega melihat Neneknya mengurus perusahaan sendirian, dia merasa sangat tidak berguna ketika dia terlihat sakit dan lemas seperti ini di harus sehat dan membantu sang Nenek dengan segera.


"Sudahlah yang penting pulihkan dulu tubuhmu, Nenek tidak mau kalau kamu sakit keterusan, sehatkan dulu badanmu lalu pulanglah ke Cina dengan membawa menantuku!" tutur sang Nenek kepada Cucu kesayangannya, dia berharap Nathan segera sembuh dan segera membawa Lee Ji An ke Tiongkok.


"Baiklah Nenek. Aku hanya bisa mendoakanmu saja, aku akan segera sembuh. Dan jika Lee sudah sembuh aku akan mengajak main ke Cina, hanya untuk sekedar melihat rumah kita, bermain-main dan memakai atau mencoba gaun pengantin. Bagaimana menurut Nainai?"


"Kamu harus segera sehat dan membawa Lee pergi dari Indonesia, Nenek menunggu kamu di Cina, tetapi Nenek juga sudah tidak sabar ingin kalian cepat menikah, kalian cepat menikah dan memiliki bayi lagi, untuk penerus keluarga kita. Kamu kan tahu sendiri hanya kamu penerusku, hanya kamu yang bisa membuat Nenek tenang," kata sang Nenek kepada Nathan Liao.


"Mungkin tidak seperti itu Nenek, masalahnya Lee sendiri melahirkan secara sesar, setelah 2 tahun baru dia boleh melahirkan lagi, dan itu pun melakukan persalinan sesar kembali, aku tidak mau Lee tersiksa untuk kedua kalinya, aku harapkan Nenek bisa bersabar sampai Lee benar-benar pulih dan kembali melahirkan buah hati kami," ungkap Nathan kepada sang Nenek, menjelaskan kondisi sang kekasih karena kekasihnya tidak boleh langsung mengandung, karena itu akan membahayakan nyawanya, setidaknya akan mengerti soal itu karena Nathan banyak membaca artikel seputar kehamilan dan persalinan.

__ADS_1


"Baiklah Nenek akan bersabar sampai saat itu tiba. Nenek sebenarnya sudah tidak sabar, tapi bagaimana lagi nyawa lebih berharga daripada apa pun, Cucuku," kata sang Nenek kepada cucu kesayangannya, Nenek Liao tersenyum manis sambil mengutarakan semua isi hatinya


"Terima kasih karena Nenek sudah mengerti tentang kondisi kami, kondisi Lee sendiri karena jika lagi hamil sekarang itu tidak diperbolehkan oleh Dokter, mengingat proses dan riwayat persalinan yang buruk, itu akan menambah bahaya untuk hidupnya, aku tidak mau kehilangan dia demi obsesi Nenek," ungkap Nathan kepada Nenek Liao, Nenek tersenyum manis mendengar ucapan saat cucu, ternyata cucunya begitu bijaksana dari pada dirinya.


"Baiklah Nak, Nenek akan segera berpamitan ke ruangan Lee Ji An. Kamu mau ikut, Sayang?" tanya sang Nenek kepada cucunya kesayangannya, Nathan langsung mengangguk, lagian dia memang sudah sangat merindukan sang kekasih, dia ingin bertemu dengan kekasih hatinya, wanita yang sudah melahirkan buah hatinya.


"Tentu saja aku ingin ikut Nenek. Ayo kita ke sana. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan gadisku, wanita yang begitu cantik, yang sangat aku rindukan setiap harinya," kata Nathan kepada nenek Liao. Nenek pun tersenyum manis lalu memberikan kode untuk langsung berangkat, karena waktunya tidak banyak, dia harus segera pulang ke Cina untuk membereskan masalahnya.


Akhirnya mereka pun beranjak, mereka dengan segera berjalan ke ruangan rawat inap Lee Ji An, dan sesampainya disana ternyata dia masih tertidur, dia tertidur dengan sangat cantik dan ternyata di ruangan tersebut tidak ada satupun orang yang menunggu, orang tua Lee Ji An tengah ke ruangan bayi untuk menengok cucunya, jadi sang Nenek dan orang tua Lee belum sempat berjumpa.


Lee Ji An yang sedang tertidur dia pun mencoba untuk terbangun, ketika mendengar suara seseorang mengajak dia untuk berbicara.


"Nenek Ya Tuhan. Aku malu sekali Nenek datang saat aku masih tertidur," kata Lee Ji An kepada Nenek kesayangannya, harusnya Lee lebih awal bangun tidak menyangka bahwa sang Nenek bisa membangunkannya seperti itu membuat dia begitu malu.


"Tidak apa-apa, kamu memang harus banyak beristirahat, dan kami mengerti dengan kondisimu yang masih lemah, Sayang. Kamu cepat sembuh ya Nenek datang ke sini hanya untuk berpamitan denganmu, dan Nenek harus segera berangkat. Semoga saja kamu segera pulih dan cepat sehat, Lee segeralah ke Cina Nenek sudah tidak sabar ingin memperkenalkan kamu pada keluarga besar."

__ADS_1


"Terima kasih Nenek atas semua perhatian ini, Aku sendiri ingin segera sehat, Lee ingin segera menyatukan hubungan kami, supaya buah hati kami memiliki nama belakang, aku tidak mau Ryu Jin tidak memiliki nama belakang dan hanya dengan pernikahan saja Ryu Jin bisa memiliki nama belakang," kata Lee kepada sang Nenek.


Nathan dan Neneknya kembali iba ketika Lee Ji An menyebutkan nama Ryu Jin, seorang bayi yang menurut Nathan dan Nenek adalah bayi yang kasat mata dan tidak ada. Padahal pada kenyataannya bayi Ryu Jun itu ada, dan sekarang sudah berangsur pulih berangsur sehat.


"Baiklah Nak, semoga kalian semua bisa sehat, dan bisa mengerti tentang keadaan dunia, kalau begitu Nenek pamit terlebih dahulu, semoga kalian semua di sini berbahagia," ungkap sang Nenek kepada Cucunya, Lee dan Nathan begitu sedih karena Neneknya pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Nathan, Nenek pergi begitu saja membuat aku begitu sedih," ungkap Lee kepada sang kekasih, lalu Nathan segera memeluk kekasih hatinya dengan dekapan erat, dia pun memberikan sebuah kecupan manis kepada sang calon istri pertanda bahwa tidak ada yang akan meninggalkannya


"Jangan khawatir aku masih berada disini, menemanimu, Sayang," ungkap Nathan kepada sang kekasih


"Terima kasih Sayang. kamu akan menjadi Ayah dan Suami yang baik untukku, benar kan?" kata Lee kepada sang kekasih.


"Tentu saja itu benar, aku akan segera menikahimu, kita akan memiliki banyak sekali anak, tak terhitung jumlahnya," kata Nathan dengan senyuman jahilnya Lee tiba-tiba tersedak.


"Tak terhitung?" Wanita itu mengerutkan dahinya, Nathan tersenyum jahil dan istri dan mengatakan jumlah anak mereka tak terhitung, jelas saja membuat Lee takut, karena melahirkan satu bayi saja sudah membuat dia kesulitan, Lee hampir meregang nyawa dan pergi ke surga, apalagi kini Nathan meminta bayi yang tak terhitung jumlahnya, membuat Lee Ji An begitu merinding mendengarnya.

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2