Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Surat Adopsi


__ADS_3

Jepang.


"Kamu tandatangani surat ini dulu, ini adalah surat perjanjian soal adosi baby Ryu Jin," kata Lee Young Joon kepada sang adik sambil menyodorkan selembar kertas.


"Apa yang harus aku lakukan, Oppa?" kata Lee Ji An kepada sang kakak, air matanya menetes tidak tertahankan, tatkala dia harus segera memberikan hak asuh kepada sang kakak dan istrinya.


"Iya, ini demi kebaikan kita bersama, tidak baik kamu menyandang status ibu tanpa seorang suami," kata Lee Young menggenggam lembut tangan sang adik. Sebenarnya pria itu tidak tega, tapi apalah daya ini demi masa depan Lee sendiri.


"Benar apa yang dikatakan oleh Oppa-mu tenang saja, walaupun baby Ryu Jin atas nama aku dan Oppa-mu, tapi kita masih tinggal bersama, dan baby Ryu Jin masih bisa dekat denganmu, ini hanya soal surat-menyurat saja, kamu tenang, oke," ucap Kim Mi so kepada Lee Ji An.


"Benarkah ini demi kebaikan?" Lee Ji An merasa sangat berat, harus memberikan hak asuhnya baby Ryu Jin kepada kakak dan kakak iparnya.


"Ini adalah keputusan yang sangat tepat, ibu kakek, nenek bahkan sudah menyetujuinya. Karena kalau baby Ryu Jin tidak dimasukkan ke dalam kartu keluarga, maka bayi tersebut statusnya tidak memiliki keluarga sama sekali, tidak mungkin baby Ryu Jin dimasukkan atas nama putramu, karena kamu sendiri statusnya belum menikah Lee," kata Kim Mi So mengatakan hal itu kepada sang sahabat, ini adalah keputusan yang terbaik untuk menjaga nama baik Lee Ji An sendiri.


"Kalau memang itu adalah sebuah keputusan yang baik dan tepat, maka aku harus menyetujuinya kan, tetapi kenapa hatiku terasa sakit Oenni ? Apakah aku terlalu egois?" Lee Ji An menitikkan air matanya, tetapi tangannya mulai memegang pensil lalu menandatangani surat peralihan hak Wali anaknya kepada Lee Young Joon dan Kim Mi So.


"Bersabarlah ini adalah cobaan untuk kita, baby Ryu Jin adalah penerus keluarga Lee, dia harus selalu menjadi bayi yang kuat dan tangguh. Jika kamu lemah seperti itu maka bagaimana Ryu Jin akan kuat?" Kata sang kakak ipar kepada adik kesayangannya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Lee atas kelapangan hatimu. Oppa akan membawa surat ini kepada Notaris sekarang juga, mungkin Oppa akan berangkat ke Korea sebentar, untuk mengambil surat-surat tentang rumah dan beberapa aset kita yang akan segera kita jual," kata Lee Young Joon kepada sang adik.


"Apa kita tidak akan kembali ke Korea Oppa? Apa kita sudah terusir dari Negara itu?" Lee Ji An menitikan air matanya, dia begitu menyesal karena perbuatannya seluruh keluarga menanggung malu, sehingga seluruh keluarga harus pindah dari Negara itu agar tidak mendengar celaan dan cacian dari banyak orang.


"Tidak punya pilihan lain, jika kita tetap di Korea maka kita akan selalu dikucilkan dan diasingkan, karena itu kita tinggal di sini menjalani hidup baru, setelah ini kamu harus sekolah kembali, kamu pilihlah mau sekolah di mana. Oppa masih bisa membiayai kuliahmu sampai selesai," kata Lee Young Joon sambil mengelus lembut adik kesayangannya.


"Apa aku salah Oppa. Aku menyesali semua ini adalah akibat kebodohanku, andai saja aku tidak bodoh, mungkin semua ini tidak akan terjadi," kata Lee Ji An dengan tangisan yang meledak, wanita itu memeluk tubuh sang Kakak, lalu merintih dengan lara.


Kim Mi So pun tidak tega melihat Lee seperti itu, dia turut bergabung memeluk Lee Ji An dan suaminya. Mereka bertiga kini berada di posisi yang sangat sulit, posisi yang sangat terpuruk, di mana semua orang sedang memandang remeh keluarga Lee.


"Kita harus kuat, kita akan hidup baru di sini, kita tidak akan mendengar apapun lagi!" kata Kim Mi So dengan suara yang halus, tetapi masih menyisakan isak tangis, dengan suara yang lirih dia keluarkan, semuanya teramat memilukan.


"Sstt ... jangan ungkit itu, jangan katakan hal itu lagi, kita harus kita harus menjalani hidup kita dengan bahagia," kata Lee Young Joon kepada sang adik.


"Aku wanita paling bodoh di dunia ini, karena aku kalian semua menderita, kenapa aku harus hidup seperti ini? Haruskah aku mengakhiri kehidupan yang menyedihkan ini, Oppa ... Mi So?" tanya Lee Ji An dengan tangis yang semakin meledak, wanita itu benar-benar tidak kuasa atas rasa sakit yang ia rasakan, Lee harus menanggung seumur hidupnya.


Hamil diluar nikah saja sudah membuat dunianya hancur, kini pernikahannya gagal dan dia harus membesarkan seorang anak sendiri, itu adalah aib seumur hidupnya, walau kini hak asuh baby Ryu Jin telah jatuh ke tangan Lee Young Joon dan Kim Mi So tetapi tidak bisa membohongi diri sendiri, bahwa baby Ryu Jin adalah bayi yang dia lahirkan tanpa seorang ayah.

__ADS_1


"Jangan menangis lagi, tidak baik menangis terus menerus seperti ini. Ayo tersenyum Lee," ucap Lee Young Joon sambil menyeka air mata yang menetes keluar membasahi pipi cantik sama adik.


"Namanya bukan Ryu Jin Liao, namanya Lee Ryu Jin, sudah bisa dipastikan bahwa Ryu Jin adalah keturunan kita, dan tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapapun, bayi ini adalah penerus untuk keluarga Lee, kamu harus kuat agar kamu bisa merawat bayimu, agar Ryu Jin tumbuh dengan sehat," Lee Young Joon berkata dengan perasaan yang sendu.


Kim Mi So pun hanya bisa mengangguk di dalam isak tangisnya.


Tiba-tiba saja baby Ryu Jin menangis, dengan segera menyeka air mata yang menetes dan Lee pun langsung menggendong buah hatinya, mencoba untuk memberikan ASI kepada putra kesayangannya.


Bayi itu tiba-tiba saja diam, dan menyusu dengan sangat lahap. Lee kembali meneteskan air matanya, sambil menyusui bayinya. Dia teringat dengan Nathan, dimana wajah Ryu Jin dan Nathan memang sangat mirip, dan bagaikan pinang dibelah dua. Setiap Lee Ji An menatap baby Ryu Jin setiap itu pula Lee Ji An sedih dan harus mengingat Nathan kembali.


"Sudahlah Lee, jika menyusui bayi membuat hatimu sakit, maka pejamkanlah matamu, tidak perlu melihat wajah dari baby Ryu Jin," kata Lee Young Joon kepada sang adik.


"wajah sangat sama dengan Nathan, hatiku sakit kembali jika melihat wajahnya," kata Lee Ji An menangis, dia tak kuasa lagi, dengan terpaksa dia harus melepaskan Ryu Jin yang sedang menyusu padanya, dengan segera Kim Mi memeluk baby Ryu jin dan menggantikan menyusui bayi itu dengan susu botol.


Lee Ji An hanya bisa tertunduk seperti orang yang begitu kesusahan. Wanita itu bertahan hidup dengan beban yang berat yang kini dia rasakan.


"Sudahlah jangan menangis lagi, adikku," ucap Lee Young Joon tidak tega melihat sang adik terus-terusan menangis seperti itu. Kini tidak ada cara lain. Jalan satu-satunya yaitu memisahkan Lee Ji An dengan baby Ryu Jin. Agar adiknya bisa cepat melupakan Nathan.

__ADS_1


🎃B🎃e🎃r🎃s🎃a🎃m🎃b🎃u🎃n🎃g


__ADS_2