Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Mengingat Lee Ji Nan


__ADS_3

Setelah kepergian Nathan, Lee Ji An langsung masuk ke dalam rumahnya, wanita itu tidak banyak bicara, dia hanya bisa menggendong buah hatinya dan mengajak Baby Ryu Jin untuk tidur berdua bersamanya.


"Apa kamu tahu, bahwa Ryu Jin ternyata keturunan dari seseorang yang sangat kaya raya," ungkap Lee Ji An kepada putra kesayangannya.


"Maksud ibu apa?" kata Ryu Jin sambil memainkan rambut Lee Ji An dengan lembut.


"Sayang. Ibu sudah menyembunyikan sesuatu hal kepadamu, Nak. Sebenarnya kamu memiliki 1 orang saudari kembar," ungkap Lee Ji An sambil memberikan senyum yang manis kepada Ryu Jin.


"Kembar?" Ryu Jin tersenyum, dia baru mengetahui apa itu kembar, tadi di televisi, yang berarti ada dua orang manusia yang wajahnya mirip.


"Betul sekali, tapi adik kamu sudah tidak ada, dia meninggal pada saat ibu melahirkan kalian, Sayang," ungkap Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu benar-benar tidak menyangka bahwa kehadiran Nathan dan nenek Liao datang kemari adalah untuk berniat baik. Dia pikir selama ini Nathan sudah menghianatinya, ternyata Nathan sama sekali tidak berkhianat kepadanya.


Hati Lee Ji an benar-benar tidak karuan, kegelisahan pun sudah merasuk ke dalam sukmanya, entah apa yang harus dia lakukan sekarang, melihat baby Ryu Jin sangat mirip dengan Nathan, sepertinya Lee Ji An kembali merasakan rasa sayang terhadap pria tersebut.


Karena memang tidak dipungkiri, bahwa pria itu adalah pria yang selalu ada di dalam hatinya. Dia merasakan rasa benci kepada Nathan, karena kekecewaan dan tidak datang pada saat pernikahannya, andai saja Lee Ji An tidak mencintai Nathan begitu dalam, rasa sakit hati dan kecewa itu tidak akan separah ini.


Tapi kini Lee Ji An mengetahui, ternyata semua yang dirasakan, kebencian dan rasa sakit hati, itu bukan akibat dari kejahatan Nathan.


"Jadi adik kembarku sudah meninggal? Kenapa Ibu tidak bilang. Kenapa kita tidak pernah berkunjung ke kuburannya?" tanya Ryu Jin dengan wajah polosnya.


"Karena adikmu berada di Indonesia, satu Negara yang sangat jauh dari sini, Negara tempat di mana dulu Ibu tinggal di sana, saat mengandung kalian berdua," kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ibu tidak merindukan dia? Aku ingin bertemu dengan dia. Ibu bisakah kita ke sana untuk menjenguknya. Bukankah dia akan sedih jika kita melupakan dia," ucap Ryu Jin dengan mata yang berkaca-kaca, anak itu seolah mengerti bahwa Lee Ji Nan membutuhkan doa dari keluarga, walaupun sudah meninggal sejak lama, bukankah makam itu harus di tengok dan dibersihkan.

__ADS_1


"Ibu sangat merindukannya, tapi Ibu belum berani ke makam itu, ibu takut tidak bisa pulang, dan ingin terus menangis di sana," ungkapan Lee Ji An kepada putra kesayangannya.


"Jadi ibu pun belum sempat untuk ke makam kembaranku, lantas siapa yang sudah ke makam kembaranku?" tanya Ryu Jin kepada sang ibu.


"Ayahmu yang sudah ke sana, karena setahu Ibu. Ayahmu Nathan mengantar sendiri saudarimu, menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir," kata Lee Ji An dengan meneteskan air matanya, mengingat kembali pada saat itu Nathan selalu berada di sisi-nya. Bahkan dia berbohong demi Lee Ji An agar bisa tersenyum.


"Ayah Nathan? blBukan Ayah Lee Young Joon?" tanya Ryu Jin.


"Bukan Sayang, Ayah Nathan," ungkap Lee Ji An dengan tangisannya yang melirih, dia akhirnya mengatakan kepada putranya, bahwa Nathan adalah ayahnya, hatinya pun terasa teriris begitu sakit, bahkan kini dia akan menikah dengan orang lain, dan Nathan datang kembali ke kehidupannya membawa kenangan tentang masa lalunya


"Ibu. Bukankah orang yang tadi bernama Nathan. Apakah Ayah Nathan itu orang yang tadi, yang sudah membuat Ibu menangis," kata Ryu Jin sambil menyeka air mata Lee Ji An.


"Ayah Nathan tidak pernah membuat Ibu menangis, semuanya hanya kesalahpahaman. Ayah sebenarnya merindukan kita berdua, tapi ayah tidak tahu keberadaan kita, jika kelak Ryu Jin bertemu dengan ayah Nathan, maukah Ryu Jin memanggilnya dengan sebutan ayah, dan memanggil nenek yang tadi dengan sebutan nenek. Ayah Nathan pasti akan sangat bahagia, ketika Ryu Jin memanggilnya seperti itu," kata Lee Ji An dengan tetesan air matanya.


"Bukan Sayang. Tapi walaupun dia itu adalah ayahmu, Ibu dan ayah tidak bisa tinggal satu rumah, karena sebentar lagi ibu akan menikah dengan ayah Sehun, jadi Ryu Jin memiliki tiga ayah sekarang," kata Lee Ji An kepada putranya.


"Wah ternyata aku punya banyak sekali ayah, aku senang. Tetapi ayah yang paling aku sayang adalah ayah Lee Young Joon, bukan Ayah Sehun atau Ayah Nathan." Anak itu berkata dengan jujur, jelas saja yang sudah menjadi sosok Ayah yang selama ini tidak Tyu Jin dapatkan dari Nathan. Lee Young Joon mencintai keponakannya layaknya putranya sendiri, apalagi selepas adopsi itu, Lee Young Joon adalah ayah resmi untuk Ryu Jin.


"Iya jelas saja, di dalam akta kelahiran, tertera nama ayah yang resmi yaitu ayah Lee Young Joon, Sayang," kata Lee Ji An dengan senyuman manisnya.


"Ibu kapan kita akan ke Indonesia, kita akan melihat adikku disana?" tanya Ryu Jin dengan mulut manyunnya.


"Nanti setelah hati ibu merasa tenang, ibu belum bisa berangkat ke sana, karena pasti ibu akan menangis seharian disana. Ibu sebenarnya ingin berangkat ke sana jauh-jauh hari, tetapi belum sanggup," kata Lee Ji An dengan tetesan air matanya.

__ADS_1


"Ibu harus semangat. Bukankah ada aku, aku akan melindungi Ibu. Tidak akan ada orang jahat yang mendekati Ibu sedikit pun," kata Ryu Jin kepada sang ibu.


"Tidak ada orang jahat di sana, ibu menangis karena sedih. Ibu tidak bisa melihat adikmu lagi, Hanya itu," kata Lee Ji An menjelaskan kepada putranya.


"Ibu tidak boleh bersedih! Bukankah ada aku. Aku akan menjadi Ibu. Dede Lee Ji Nan juga pasti akan senang ibu datang ke sana. Ayo Ibu ayo, kita berangkat ke sana," ajak Ryu Jin sambil memeluk ibunya.


"Sayang nanti saja, sekarang Ibu belum bisa," tolak Lee Ji An kepada putranya.


"Ibu, Ryu Jin ingin bertemu adik, ibu," rengek anak itu dengan begitu manja, meminta kepada sang ibu agar segera berangkat ke Indonesia, untuk sekedar melihat makam dari adik kembarnya.


"Kenapa jadi merengek seperti ini? Ya sudah tunggu ibu libur, kita akan pergi ke sana berdua ya," kata Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis kepada putranya, wanita itu tidak tega melihat putranya merengek meminta sesuatu padanya, dia harus dan wajib untuk mengikuti keinginan putra kesayangannya, tidak mau putranya menangis karena dia.


"Terima kasih Ibu. Ryu Jin sayang kepada Ibu."


"Ibu juga sayang sekali kepada Ryu Jin, dan juga kepada Lee Ji Nan," ungkap wanita itu sambil memeluk erat buah hatinya yang tersayang.


⭐⭐⭐


Assalamualaikum sahabat Nathan selamat Hari Raya Idul Fitri ya.


Mohon maaf lahir batin.


Salam sayang dariku, Evangelin Harvey.

__ADS_1


__ADS_2