
Setelah menyelesaikan tugasnya di Rumah Sakit akhirnya waktu pulang telah tiba, dengan segera dia berkemas untuk beranjak pulang ke rumah, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan baby Ryu Jin kesayangannya, buah hati yang selalu menjadi semangat setiap harinya
"Suster saya pulang dulu ya. Jika ada yang bertanya katakan saya libur untuk hari esok," kata Lee Ji An kepada salah satu suster yang ada di hadapannya.
"Baiklah Dokter hati-hati di jalan ya," Suster itu bersikap begitu ramah kepada Dokternya, jelas saja karena Dokter Lee Ji An pun begitu baik dan ramah kepada setiap pegawai atau anak buahnya. Setiap Perawat dan Suster pasti sangat menyayangi Lee Ji An, kebaikan hati Lee Ji An sudah terkenal bahkan kini banyak sekali Dokter yang mendekatinya, hanya sekedar ingin dekat dengan dirinya.
"Terima kasih, ya sudah kalau begitu saya berangkat dulu," kata Lee Ji An lalu pergi meninggalkan ruang perawatan VIP 2.
Wanita itu lalu bergegas lanjut menuju ke parkiran mobilnya, karena sekarang dia sudah memiliki kendaraan sendiri, Lee dibelikan mobil sedan khusus oleh sang kakak sebagai hadiah ulang tahunnya.
Sesampainya di rumah, Lee Ji An langsung berhambur memeluk buah hatinya, begitu pula dengan baby Ryu Jin, mereka sungguh saling merindukan.
"Anak ibu pintarkan selama Ibu tidak ada?" ucap Lee Ji An kepada buah hatinya.
"Iya Ibu, Ryu menjadi anak yang baik," jawab Ryu Jin kepada sang ibu. Lee Ji An langsung menggendong buah hatinya, padahal usianya sudah 5 tahun, tetapi anak itu sudah biasa digendong oleh ibunya.
Lalu Ryu Jin didudukan olehnya di kursi, sesaat kemudian tiba-tiba saja Kim Mi So datang membawakan segelas air putih kepada adik iparnya.
"Minumlah air ini. Sepertinya kamu terlihat lelah," kata Kim Mi So kepada adik iparnya.
"Terima kasih banyak Eonni, di mana semua orang, kenapa rumah terasa begitu sepi?" tanya Lee Ji An kepada sang kakak. Sambil mencoba meneguk air putih yang telah dibawakan oleh kakak iparnya.
__ADS_1
"Ibu beserta Kakek Nenek sedang berada di rumah tetangga, karena tetangga mengundangnya untuk makan malam," kata Kim Mi So sambil menggendong Baby An Mi.
"Benarkah? Kenapa tidak biasanya?" Lee Ji An tersenyum kearah Kim Mi So.
"Katanya tetangga baru, tidak apa-apa namanya juga orangtua." Kim Mi So membalas senyuman sang sahabat.
"Ryu Jin mainlah di kamar bersama adikmu An Mi, ibu ada sesuatu hal yang harus dibahas bersama ibu Mi So," kata Lee Ji An memerintahkan baby Ryu Jin mengajak Baby An Mi masuk ke dalam kamar.
"Baiklah ibu. Ayo Dedek kita main di kamar," kata Ryu Jin kepada Baby An Mu, lalu kedua balita itu pun langsung pergi dan masuk ke dalam kamar mereka.
Kini tersisa Lee Ji An berdua bersama dengan Kim Mi So.
"Benar sekali, ini sangat serius Kak. Sungguh sangat menyebalkan, kemarin dan hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sangat aku benci di muka bumi ini, orang yang sudah menghancurkan hidupku, membuat hatiku luluh lantah, memporak-porandakan seluruh rasa cintaku dan menghancurkan kepercayaanku," kata Lee Ji An dengan nada yang begitu rendah, wanita itu meneteskan air mata secara tiba-tiba, dia tak sanggup untuk sekedar menahan tetesan air mata itu, ia harus menangis agar bisa sedikit lebih tenang.
"Apa maksudmu? Apakah kamu bertemu dengan Nathan?" Kim Mi So merasa terkejut, wanita itu pun ikut marah dan kesal atas pertemuan tersebut.
"Benar sekali, pria itu datang dalam keadaan pingsan, seperti biasa penyakitnya adalah anemia, dan pura-pura tidak mengenaliku Eonni, sungguh sangat jahat. Aku tidak percaya ada pria sejahat itu, melupakan semua masalah yang telah terjadi pada hubungan kami," lirih Lee Ji An terus menangis, lalu Kim Mi So pun datang duduk menghampiri dirinya, sebagai seorang kakak Kim Mi So merasa tersakiti, melihat adiknya menangis seperti itu, wanita itu langsung memelukku dengan penuh kasih sayang.
"Menangislah jika itu memang bisa membuatmu tenang," kata Kim Mi So sambil memeluk dengan erat.
"Sakit sekali ketika dia berpura-pura tidak mengenaliku, rasanya aku ingin membunuhnya, tapi aku tidak mungkin melakukan hal itu. Kenapa semua ini harus terjadi, aku harus bertemu dengannya lagi, setelah 5 tahun aku berjuang untuk melupakannya, dia datang kembali dengan tanpa dosa, kembali sebagai orang yang baru, seolah-olah dia itu adalah orang yang beda dengan Nathan yang terdahulu," kata Les Ji An sambil terus terisak, wanita itu tak kuasa dengan semua luka yang dirasakan kali ini, dia hanya bisa menangis sambil memeluk erat tubuh sang kakak.
__ADS_1
"Sabarlah adikku, sabarlah. Mungkin ada sesuatu hal yang tidak kamu ketahui, tetapi jika memang Nathan berpura-pura tidak mengenalmu, maka kamu pun harus tegar berpura-pura tidak mengenalinya. Anggaplah dia orang lain. Anggaplah orang itu adalah orang yang baru dan jangan terlalu dekat dengannya," kata Kim Mi So dengan tangisan yang melirih, dia pun menangis mengikuti Lee Ji An, dia tidak kuasa melihat adiknya menangis, sehingga dia pun harus menitikkan air mata juga.
"Sakit sekali rasanya, sakit ... aku harus apa sekarang? Statusnya dia sekarang ada pasienku. Setiap hari aku harus berkomunikasi dengannya. Aku harus berpura-pura seperti halnya dia berpura-pura tidak mengenaliku," kata Lee Ji An dengan segenggam kesedihannya.
"Benar sekali, berpura-pura adalah Jalan satu-satunya agar kamu bisa melindungi diri dari semua luka hati yang kamu rasakan, kamu harus kuat, kamu harus bisa menjadi wanita yang tegar, berusahalah bangkit jangan sia-siakan perjuanganmu selama 5 tahun ini untuk melupakannya. Jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama," tutur Kim Mi So kepada sang adik, Lee pun mengangguk lalu dia menangis kembali.
Kedua wanita itu benar-benar kini merasa sangat sedih, air mata tak bisa mereka bendung lagi, tangisan lirih itu terdengar begitu menyakitkan, membuat anak-anak yang berada di dalam kamar mengintip dari balik pintu.
Baby Ryu Jin kebingungan. Kenapa kedua ibunya bisa menangis seperti itu, dan dia mendengar sebuah nama yaitu Nathan. Siapa Nathan? Nama yang baru saja anak itu dengar. Baby Ryu Jin sendiri merasa sangat aneh dengan nama tersebut, nama seseorang yang sudah membuat kedua ibunya menangis.
"Siapa Nathan? Apa orang itu jahat sampai bisa membuat ibu-ibuku menangis, kalo aku bertemu dengannya aku ingin membuat perhitungan dengannya." Balita kecil itu berkata dengan kening yang mengerut, sepertinya anak itu merasa marah karena kedua ibunya menangis.
"Oppa, Oppa ... ambil ini!" kata Baby Lee An Me kepada kakaknya.
"Apa ini?" tanya Ryu Jin kepada adiknya. Ternyata Lee An Mi memberikan sebuah laptop kepada Ryu Jin.
"Ayo kita main, Oppa," kata Lee An Mi dengan senyumannya.
"Jangan main itu, ibu akan marah," kata baby di Ryu Jin kepada sang adik. Padahal ... andai saja anak itu bisa membuka laptopnya, disana banyak sekali kenangan dirinya bersama ayahnya, yang bernama Nathan Liao. Sayangnya anak berusia 5 tahun itu belum bisa menyalakan laptop sama sekali.
B🌺e🌺r🌺s🌺a🌺m🌺b🌺u🌺n🌺g
__ADS_1