
Lee dan Nathan kini sudah berada di halaman rumah keluarga Lee. Dengan hati yang berdebar mereka berpegangan tangan dan hendak masuk ke dalam rumah.
Lee membuka pintu rumahnya. Lee memang punya kunci yang biasa dia pakai untuk pulang ketika malam.
"Aku pulang," kata Lee dengan suara rendah.
"Kamu sudah pulang, Sayang?" tanya sang ibu menghampiri sang buah hati.
Tetapi tiba-tiba saja wajah senyum sang Ibu berubah menjadi menjadi sangat kecut.
"Ibu aku pulang bersama Nathan," kata Lee Ji An sambil terus menggenggam tangan Nathan, kini mereka berdua saling berpegangan tangan. Mereka ingin tetap bersatu walau pun pasti orangtua Lee akan mengamuk.
"Selamat siang, Ibu," sapa Nathan dengan menorehkan senyum yang manis.
"Kenapa kamu membawa dia datang ke rumah kita, dan masuk kedalam Lee, terus mana Ryu Jin?" tanya sang ibu dengan kening yang mengerut, tidak ada sedikit pun senyum di wajahnya. Ibu benar-benar tidak suka dengan kehadiran Nathan di kediamannya.
"Ibu ada hal yang ingin kami sampaikan." Lee Ji An berkata dengan suara yang rendah, tiba-tiba saja Kim Mi So dan kakek neneknya Lee datang.
"Sayang, kenapa ada orang itu di sini?" tanya sang kakek kepada Lee Ji An.
"Kakek, Nenek, Ibu, sebenarnya ada hal penting," kata Lee Ji An pelan.
"Hal penting apa itu, Sayang. Tetapi kenapa harus membawa orang luar?" tanya sang nenek dengan kening yang mengerut.
"Kakek, Nenek, Ibu Kakak ipar, semuanya yang ada disini sebenarnya saya datang kemari ingin beritahu kepada semuanya, bahwa saya ingin meminta restu untuk hubungan kami," kata Nathan dengan suara yang tegas.
"Restu, tentu saja aku tidak akan merestui, gara-gara kamu semuanya hancur, nama baik keluarga pun sudah hancur," kata sang ibu dengan kekesalannya.
__ADS_1
"Maafkan saya Ibu, semuanya memang karena kesalahan saya, saya akui saya melakukan itu semua karena saya tidak mau Lee menikah dengan pria lain, saya sangat mencintai putri anda Bu, saya tidak bisa hidup tanpa Lee," kata Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tetap saja aku tidak suka dengan sikapmu yang telah membuat keluarga kami menanggung malu l, sampai kapan pun aku tidak akan merestui hubungan kalian," ungkap nyonya Lee dengan wajah yang kecut.
"Ibu aku mohon jangan berkata seperti itu. Ini semua tidak sepenuhnya kesalahan Nathan, tetapi ini juga kesalahan Lee, karena tidak dipungkiri selama ini Lee masih mencintai Nathan," kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.
"Cinta, tapi cintamu bahkan tidak mampu untuk menyelamatkan nama baik kita yang sudah tenggelam ini. Lihatlah kita sudah tidak dianggap oleh keluarga besar kita karena perbuatan dia, dan sekarang baru saja keluarga besar kita ingin memaafkan kita, dia berulah kembali dengan menggagalkan pernikahanmu dengan Sehun, sudah cukup. Itu semua membuat hati Ibu hancur." Nyonya Lee berkata dengn nada yang tinggi.
"Karena itulah saya datang ke sini untuk meminta maaf. Ibu tolong maafkan saya dan terimalah saya menjadi menantu anda," kata Nathan dengan kesungguhannya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkanmu, Nathan," tangkas sang Ibu sampai membuang mukanya.
"Ibu jangan seperti itu, ada hal yang tidak Ibu ketahui, sebenarnya kami sudah menikah," kata Lee dengan tetesan air matanya.
"Apa?
"Apa?
Semua orang yang berada di ruangan itu begitu terkejut mendengar ucapan Lee yang mengatakan bahwa dia dan Nathan sudah menikah.
"Iya benar sekali, apa yang dikatakan oleh Lee bahwa kami sudah menikah, ini adalah surat nikah, sama buku nikah yang menyatakan bahwa kami sudah resmi secara hukum bahwa kami sepasang suami istri," kata Nathan dengan kesungguhannya.
Semuanya terdiam tidak ada yang berkata sepatah kata pun, termasuk dengan Kim Mi So. Kim Mi So dengan segera memberikan pesan singkat kepada suaminya agar cepat pulang dari kantor, karena ada hal penting yang terjadi. Lee Young Joon begitu cemas. Hal apa yang penting itu, dan pria itu memutuskan akan segera pulang dari kantornya.
"Kamu gila, Lee?" kata sang ibu dengan keningnya mengerut.
"Ibu," ucap Lee dengan Isak tangisnya.
__ADS_1
"Begini Lee, dia itu sudah menghancurkan keluarga kita, dan kamu malah menikah dengan dia. Kamu kenapa sih, kamu tidak melihat betapa kami sangat terluka dengan perbuatannya, dia telah menghancurkan pesta pernikahan, dan membuat kita sekeluarga menanggung malu?" kata nyonya Lee dengan sangat tegas.
Wanita paruh baya itu sangat tidak suka dengan pernikahan putrinya. Dia begitu terkejut dan merasa sangat kecewa, atas apa yang dilakukan oleh putrinya.
"Maafkan aku Ibu, itu karena aku dan Nathan masih sangat saling mencintai, aku-aku mencintai Nathan," isak Lee dengan tersedu.
"Iya Ibu, aku sekarang sudah menjadi suami dari putri Ibu, dan aku berjanji akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, walau pun Ibu tidak menyukai hubungan kami, tetapi kami sudah menikah dan kami akan tetap bersama sampai kapan pun," kata Nathan sambil menggenggam erat tangan sang istri.
"Persetan dengan semua pernikahan kalian, aku tidak peduli, Lee cepat datang kemari, dan usir pria itu dari rumah kita," katanya nyonya Lee kepada Lee Ji An dengan suara yang lantang.
"Maaf ibu, Lee sudah menikah dengan Nathan Bu, tidak bisa mengusirnya begitu saja, karena dia suamiku," kata Lee Ji An tatkala melihat ibunya benar-benar marah terhadap Nathan.
"Kamu tidak mendengarkan ucapan Ibu, kamu keterlaluan, kamu malah membela anak brengsekk itu, dari pada ibumu sendiri, apa baiknya pria itu dibanding Sehun? Kamu bahkan sudah terluka karena dia, dan kamu sekarang mau maafkan dia begitu saja, apa-apaan ini?" Nyonya Lee menangis dengan lirih, tatkala melihat putrinya malah membela Nathan dari pada mengikuti semua ucapannya.
"Maafkan aku Ibu! Tolong maafkan aku, aku mohon Ibu," kata Lee Ji An sambil mencoba bersujud di kaki sang Ibu, supaya sang Ibu tidak mengusir Nathan dari rumah itu.
"Jangan bersimpuh seperti itu, sekarang cepat kamu masuk ke dalam kamar, dan Ibu akan mengusir pria brengsekk ini dari sini," kata Nyonya Lee kepada Lee Ji An.
"Cepatlah Nak, jangan membuat Ibumu marah lagi," kata nenek Lee dengan tubuh yang bergetar.
"Tidak bisa Nenek, tidak mungkin Lee mengusir Nathan, karena kami sudah menikah, dia suamiku dan ini adalah bukti bahwa kami memang sudah menikah dan resmi secara hukum," ungkap Lee dengan Isak tangisnya menyodorkan buku nikah mereka.
"Ajukan pembatalan pernikahan, kita akan mengajukan pembatalan pernikahan secepatnya!" teriak Nyonya Lee kepada sang putri.
"Maaf ibu mertua, sampai kapan pun Nathan tidak akan bisa membatalkan pernikahan Nathan dengan putri Ibu," kata Nathan tegas.
"Kalau memang kamu tidak bisa, kami yang akan membatalkan pernikahan kalian, proses pembatalan pernikahan hampir sama dengan proses perceraian, dan itu sangat mudah," kata nyonya Lee berbicara dengan lantang.
__ADS_1