
Lee begitu terkejut mendengar ucapan Nathan yang mengatakan bahwa mereka akan segera memiliki bayi lagi. Jadi bayi yang dia lahirkan berarti sudah benar adanya, bahwa bayinya memang sudah tidak ada lagi, bayinya memang sudah meninggal.
"Kalian tidak boleh mempermainkan aku. Aku ingin Bayiku sekarang juga!" ucap Lee Ji An dengan tetesan air matanya sambil menatap kearah Nathan dan kearah Sehun.
"Sayang, bersabarlah dengarkan aku, kamu harus sehat terlebih dahulu. Kamu harus pulih, pulihkan dulu luka operasimu, tubuhmu sangat penting dari apapun," kata Nathan sambil menggenggam erat tangan sang kekasih dia tidak mau Lee sampai drop lagi.
Wanita yang baru menjalani operasi sesar, tidak semudah itu untuk mengembalikan kesehatan tubuhnya seperti sedia kala. Apalagi ini adalah hari pertamanya dan baru sadar dari pengaruh obat anastesi atau obat bius. Pasti Lee merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya apalagi di daerah sayatan perutnya.
Nathan bukan tidak ingin memberitahukan kepada Lee tentang kondisi bayi mereka. Tetapi Nathan tidak ingin Lee jatuh sakit dan terpuruk karena mendengar berita buruk seperti itu. Sebagai pria yang sangat mencintai Lee, Nathan memang sangat menyesal karena telah membuat Lee dan bayinya menjadi seperti ini.
Rasa cemburu yang bergejolak di dalam hatinya telah membutakan matanya, sehingga membuat dia marah secara tiba-tiba kepada kekasihnya tercinta. Kemarahan itu telah berbuah sangat pahit membuahkan tragedi yang tak akan bisa dilupakan.
Nathan berjanji dalam hatinya ia akan selalu melindungi, mencintai dan membalas semua yang dia lakukan dengan semua kasih sayangnya, yang akan dia berikan kepada Lee. Nathan berjanji bahwa dia tidak akan lagi memiliki sikap egois seperti kemarin. Sudah cukup dia kehilangan putranya, sekarang dia tidak mau kehilangan Lee lagi.
"Aku mohon, aku mohon, aku mohon kepadamu, aku ingin bayiku, aku ingin melihat dia. Aku ingin memeluk dia, aku mohon berikan aku, biarkan aku memeluknya. Tolong panggil Suster atau Dokter, aku ingin meluk Bayiku aku mohon akan biarkan aku memeluknya, memeluk bayi kita, Sayang. Ayo cepat-cepatlah aku mohon!" tangis Lee dengan begitu lirih. Lee tidak bisa menangis dengan kencang karena perutnya masih terasa begitu sakit jangan kan baru satu hari selesai operasi.
__ADS_1
Satu minggu pun luka operasi itu akan terasa nyeri dan ngilu. Karena itu Nathan tidak tega melihat Lee menangis dengan sepilu itu. Air mata sudah membanjiri seluruh pipi wanitanya. Pria itu semakin merasa bersalah atas semua kejadian yang menimpa kekasihnya.
"Sayang, jangan menangis seperti itu karena akan terasa kesakitan, perutmu belum sembuh, Sayang. Sudah ya lupakan dulu semuanya, tarik dulu nafasmu, kamu baru saja bangun, aku tidak tega melihat kamu menangis seperti ini!" kata Nathan sambil membelai lembut rambut Lee dengan penuh kasih sayang.
Tiba-tiba saja Sehun duduk di samping sebelah kiri Lee Ji An.
"Dengarkan aku, kamu harus kuat menerima Ini semua, dengarkan aku, ini aku lakukan demi kamu. Kamu harus membuka mata mana orang yang menyayangi kamu dengan tulus dan mana orang yang menyayangi kamu dengan kepura-puraan, kamu harus menerima kenyataan pahit ini bahwa kamu tidak bisa memeluk bayimu lagi," kata Sehun sambil menatap Lee dengan tatapan yang pilu.
Kini Lee Ji Ann menatap kearah Sehun dengan mata yang terbelalak. Dia tidak percaya Sehun mengatakan hal itu. Hal yang sangat ditakutkan selama ini. Bayi yang dipertahankan selama sembilan bulan, bahkan dia rela diusir demi bayi tersebut, ternyata kini tidak bisa dia peluk.
"Sayang. Jangan dengarkan Sehun Sayang. Dengarkan saja aku, kamu harus sembuh dulu baru kita akan bicarakan hal yang lain, ya!" Ucap Nathan mencoba menghibur hati Lee Ji An, mencoba untuk menutupi semua keadaan ini demi Lee Ji An sendiri.
"Tidak Nathan, aku sedang tidak bicara denganmu. Aku sedang bicara dengan Sehun. Ayo Sehun katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, aku mohon sekarang juga bawa kan Bayiku ke hadapanku!" Wanita itu telah memohon kepada Sehun tetapi Sehun sendiri hanya bisa menatap Lee Ji An dengan mata sendunya.
"Dengarkan aku Lee, bayimu sudah tidak bisa kamu peluk lagi, aku tahu perasaanmu begitu sakit dan hancur ketika mendengar kabar ini sekarang atau besok sama saja kamu tetap harus menerima kenyataan bahwa bayimu tidak bisa lagi diselamatkan bayimu telah meninggal dunia!" kata Sehun dengan sadisnya berkata seperti itu kepada Lee Ji An.
__ADS_1
Wanita itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Lee tak sanggup berkata-kata mendengar semua yang Sehun katakan. Air matanya mengalir begitu deras tanpa bisa dibendung lagi. Hidupnya seolah telah hancur dan tak bisa lagi tertolong. Hatinya kini menjadi puing-puing reruntuhan yang tak bisa lagi dibentuk.
Sakit yang teramat perih sudah jelas dia rasakan. Hatinya serasa tertusuk ribuan pisau dan duri yang sangat banyak. Terasa sangat sakit dan menyiksa. Tubuhnya seolah hancur oleh kata-kata yang Sehun diucapkan. Kata-kata yang seperti pisau yang mengiris seluruh jantung Lee Ji An.
"Sabarlah Lee, sabar Lee," kata Sehun sambil mencoba menatap dan mengelus lembut rambut Lee Ji An. Tetapi dengan segera Nathan menepis tangan Sehun, dia tidak ikhlas Sehun menyentuh secuil atau sehelai rambut milik kekasih hatinya. Sehun tidak senang melihat sikap Nathan seperti itu.
"Apa maksudmu melakukan hal itu?" kata Sehun sambil menatap Nathan dengan penuh kekesalan.
"Sehelai rambut milik kekasihku, tidak boleh kamu sentuh. Kamu orang yang paling brengs*k yang pernah aku temui," kata Nathan menahan semua kemarahannya, karena dia sudah sangat marah Sehun berkata seperti itu kepada Lee Ji An.
Lee sendiri belum bisa berkata-kata, dia terus menangis dalam diam sampai akhirnya sesuatu hal terjadi.
"Ya Tuhan apa ini?" ucap Nathan melihat ke arah kakinya, karena terlihat cucuran darah menetes dari atas tempat tidur ke lantai. Ternyata kini Lee Ji An telah mengalami perdarahan karena shok yang dialaminya. Betapa terkejutnya pria tersebut melihat sang kekasih mengeluarkan darah yang begitu banyak.
Bersambung.
__ADS_1
Kakak jangan lupa vote ya, dan like juga...