
Di ruangan Neonatal Intensive Care Unit. Pria itu masih menatap seorang bayi kecil yang kini sedang menangis tanpa henti. Bayi itu sepertinya sudah lebih baik dari sebelumnya, karena sebelumnya memang bayi itu sangat lemah tetapi kini bahkan bisa menangis dengan sangat kuat.
"Suster, ini bagaimana dengan keponakan saya, kenapa dia menangis dengan begitu kencang. Saya takut terjadi sesuatu hal kepadanya?" sahut Young joon kepada Suster tersebut.
"Tidak apa-apa Pak, sebetulnya bayi menangis Itu sangat bagus tetapi menangisnya tidak boleh terlalu lama, kalau menangis cuma sebentar tidak apa-apa, jadi pernapasan bayi tersebut akan tambah bagus, daripada seperti kemarin, keponakan anda tidak menangis sama sekali," Suster itu pun menolehkan senyum yang manis kepada Lee Young Joon.
"Benarkah apa Iya tidak apa-apa?" Lee Young Joon sungguh mencemaskan keadaan bayi tersebut karena tidak dipungkiri rasa sayangnya sudah sangat besar untuk bayi itu, seorang bayi kecil yang begitu tampan dan sangat benar-benar bayi itu begitu mirip dengan Nathan, bahkan tidak memerlukan tes DNA sama sekali Nathan pasti akan mengenali kalau bayi itu adalah buah hatinya, karena wajah mereka bagaikan Pinang dibelah dua. Seperti potokopian saja.
"Tidak apa-apa Pak tenang saja. Lihatlah pergerakan kaki dan tangannya sekarang, sudah mulai bagus refleknya juga sudah mulai bagus dan selang di hidung bayi sudah mulai kami lepas, sekarang bayi anda sudah bisa meminum susu dari pipet tidak lagi menggunakan NGT," tutur Suster tersebut menjelaskan kepada Lee Young Joon dan Lee Young Joon hanya bisa mengangguk-mengangguk saja tanpa berkomentar apapun.
Bayi itu terlihat sangat lemah pada awalnya, tetapi sekarang sudah benar-benar ada kemajuan dan itu sebuah anugerah dari tuhan, tidak bisa dibayangkan jika sampai Lee Ji An tidak bisa melihat bayinya, tidak bisa terbayangkan dalam pikirannya jika sampai terjadi sesuatu hal kepada bayi ini, dan Lee Ji an Pasti akan sangat bersedih sebagai seorang kakak dia tidak mau melihat adiknya menangis.
"Suster, bagaimana kondisi bayi ini sekarang, apakah saya sudah boleh membawanya ke pelukan ibunya?" tanya Nathan sambil menatap ke arah Suster tersebut dan Suster itu langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya seraya berkata.
"Maaf Pak belum bisa! Walaupun memang bayi tersebut sudah memberikan kemajuan yang sangat pesat dan sudah lebih baik dari sebelumnya bahkan kemajuannya sudah lebih dari 30% tetapi untuk dibawa ke luar ruangan Neonatal intensive care unit ini belum bisa, karena akan sangat berbahaya untuk bayi anda sendiri," Suster Itu menjelaskan dengan sangat terperinci.
"Saya hanya ingin memberikan semangat untuk adik saya, dia baru selesai atau baru bangun dari komanya, dia pasti akan sangat bahagia jika melihat bayinya ada di hadapannya bahkan jika memelukku bayi ini aku bisa membahagiakan membayangkan bahwa adikku akan sangat bahagia, Suster," ungkap Nathan kepada Suster tersebut.
__ADS_1
"Iya Bapak. Bukannya saya tidak mengijinkan karena saya jutek atau apapun, bukan tetapi memang sudah prosedur jika bayi yang belum sepenuhnya pulih atau sehat, maka tidak diperkenankan untuk keluar dari ruangan Neonatal Intensive Care Unit karena apa? Bayi tersebut akan berada dalam bahaya, anda tidak mau kan jika saya memberikan izin kepada anda sekarang anda membawa bayi Anda kau adik Anda, tetapi setelah itu bayi ada nggeddrop dan tidak bisa diselamatkan. Anda mengertikan apa yang saya maksud," tutup Suster tersebut dengan jelas.
"Tentu saja saya tidak mau sesuatu yang buruk terjadi, sudah cukup adik saya kehilangan satu bayi sekarang bayi ini adalah penyelamat untuk hidupnya, bayi ini harus sehat, harus kuat untuk membesar. Pasti bayi ini akan bergelimang harta dan bergelimang kasih sayang," tutur Young Joon kepada Suster tersebut.
"Bapak sabar dulu saja, nanti jika sudah waktunya tanpa Bapak minta bayi ini akan kami antarkan ke ruang rawat inap adik anda," Suster itu menorehkan senyum yang manis dan mengangguk menyetujui semua pernyataan tersebut.
"Kau begitu saya permisi terlebih dahulu ya, karena masih ada banyak bayi yang harus saya lihat dan saya beri susu," Suster itu pun lalu pergi sedangkan Lee Young Joon masih anteng berada di depan Incubator tersebut.
"Iya Suster, terima kasih banyak ya atas penjelasannya," ucap Lee Young Joon kepada Suster tersebut.
"Sayang Ini ada Samchon, Shamcon ada di sini, kamu akan menjadi anak yang kuat dan sehat kamu harus selalu bersemangat ya walaupun saat ini belum bisa berjumpa dengan Ibu kandungmu, tetapi yakinlah bahwa kamu akan secepatnya bertemu dengan dia, ibumu begitu merindukanmu, merindukanmu seperti ini, Samchon sedang ada di sini karena tidak tahan semalaman memimpikanmu, memimpikan ketampananmu, memimpikan betapa lucunya dirimu, bagiku kamu adalah suatu yang amat berharga untukku. Semoga kamu bisa secepatnya keluar dari ruangan ini dan bisa dipeluk oleh ibumu," ucap Young Joon kepada bayi kecilnya.
Pria itu sangat berharap bahwa Jin bisa secepatnya keluar dari ruangan Intensif agar bisa secepatnya dibawa ke ruangan Lee Ji An. Tiba-tiba saja lamunannya terganggu karena bunyi ponsel yang berdering. Dengan cepat ia pun mengambil ponsel tersebut dan menerima panggilan teleponnya.
Dalam sebuah panggilan telepon.
"Hallo?" ungkap Lee Young Joon kepada orang yang meneleponnya saat ini.
__ADS_1
"Halo Sayang, apakah masih lama?" ucap seorang wanita dengan suara yang lemah lembut ternyata itu adalah suaranya Kim Mi So.
"Sayang, Maaf ya aku sudah meninggalkan kamu tetapi rasanya masih betah berada di sini, Sayang. Ada bayi kecil yang sangat lucu," kata Lee Young Joon kepada Kim Mi so.
"Sayang yang aku ingin segera bertemu dengan ponakan kita yang tertampan. Tetapi kamu harus cepat datang ke sini, karena ada Nathan dan Neneknya serta sekretarisnya di ruangan kita, kalau bisa kamu sekarang coba datang, karena Nathan mengatakan ada hal yang sangat penting yang akan dia bicarakan," tutur Kim Mi So kepada Lee Young Joon.
"Nathan? Dia datang lagi, selama ini dia menghilang, sebenarnya selama ini dia di mana?" Lee Young Joon pengerutkan dahinya.
"Selama ini dia pun sakit Sayang, dia rawat di Rumah Sakit, karena itulah dia menghilang secara tiba-tiba, ternyata daya tahan tubuhnya menurun karena memang Ia memiliki riwayat penyakit penyerta," kata Kim Mi So kepada Lee Young Joon kepada sang suami
"Apa? Jadi selama ini dia sakit apa? Ada buktinya? Jangan hanya menebak tebak saja," ucap Young Joon benar-benar terkejut.
"Sebaliknya Sayangku datanglah terlebih dahulu,"
"Baiklah, aku akan segera ke ruangan Lee sekarang juga,"
🎀🎀🎀
__ADS_1