
Cina, Tiongkok.
Semua orang sudah berkumpul di hotel tersebut. Hari ini adalah hari pertunangan Nathan Liao dan Agatha Chuan. Seluruh tamu undangan sudah datang, bahkan mereka mengundang 2000 tamu undangan. Pesta itu memang dikemas dengan sangat meriah.
Gadis itu terlihat begitu cantik dan anggun, dengan gaun pertunangan berwarna hitam. Agatha Chuan begitu bahagia saat ini, karena akhirnya Penantiannya bisa berbuah dengan manis. Nathan Liao akhirnya melamar dia menjadi tunangannya.
Rona manis dan bahagia tercermin di wajah gadis cantik berusia 25 tahun tersebut. Semua mimpinya tentang cinta kini terwujud hari ini. Walaupun hari ini bukan pesta pernikahan, melainkan sebuah pesta pertunangan. Tapi itu sudah membuat dia sangat berbahagia dan seolah terbang ke awan.
Lain halnya dengan Nathan Liao, sepertinya Nathan kurang bahagia dengan pesta pertunangan ini, dia memang tersenyum sedikit menyambut kedatangan tamu, tetapi senyum itu terkesan begitu dipaksakan.
Rasanya Nathan begitu Sesak berada di pesta pertunangannya sendiri. Entah kenapa hatinya selalu saja merasa tidak tenang dan tidak nyaman. Padahal ini adalah pesta pertunangan yang sangat meriah dan mewah, tetapi tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang Nathan rasakan.
Selama 5 tahun ini Nathan selalu diberikan bayang-bayang cinta oleh Agatha Chuan. Gadis itu juga sudah membuat Nathan mengakui dia sebagai seorang pacar. Padahal semua itu adalah kebohongan semata. Agatha mengatakan bahwa mereka berpacaran sendari mereka kecil. Karena itulah selama ini Nathan tidak berani berkutik walaupun ingatannya tidak bisa menjawab apapun, karena dia tidak bisa mengingat satu kejadian pun.
"Sayang, kenapa sepertinya kamu tidak bahagia di hari sepenting ini, ini bahkan hari kebahagiaan untuk kita berdua, tetapi wajahmu begitu masam, jangan seperti ini dong, nanti tamu-tamu mengira bahwa kamu terpaksa harus menikahi aku," kata Agatha Chuan kepada Nathan.
__ADS_1
Nathan menoleh sedikit, lalu dia mencoba untuk menorehkan senyum tetapi senyum itu memang benar-benar dipaksakan, pria itu tidak bahagia dengan pesta pertunangan ini, dia seolah-olah sangat terkekang dan merasakan kesesakan yang mendalam.
"Aku harus seperti apa, aku sudah mencoba tersenyum menyambut para tamu dengan senyumanku, Agatha kamu tidak bisa menuntut lebih banyak dari pada ini, aku sudah menuruti semua keinginanmu, bahkan hari ini kita bertunangan, kamu tidak perlu mengatur senyumku juga, suka-suka aku tersenyum atau tidak," kata Nathan Liao berkata kepada tunangannya.
"Oke, aku tidak akan menuntutmu lagi Sayang. Ayo sayang kita naik ke atas panggung, kita akan segera tukar cincin," kata Agatha Chuan sambil menolehkan senyum yang manis kepada Nathan.
Nathan pun mengangguk lalu Nathan melihat kearah sang nenek. Nenek Liao kini duduk di kursi roda, dia masih belum bisa pulih selama 5 tahun ini, Nenek Liao mengalami kelumpuhan dan kebisuan karena stroke yang dia alami. Tidak ada yang memberitahu soal ke kehadiran Ryu Jin atau Lee Ji An dalam hidup Nathan.
Karena itu Nathan sama sekali tidak tahu kehadiran dua orang yang begitu penting di dalam hidupnya. Bahkan Dokter yuan Chuan sendiri hanya terdiam membisu, tatkala kini menjadi saksi pertunangan sang adik dan sahabatnya. Seharusnya Dokter Yuan juga mengatakan semuanya kepada Nathan. Sayangnya dia tak sanggup untuk membuat adik tercintanya menangis.
Kali ini Nathan Liao dan Agatha Chuan dipersilahkan untuk naik ke panggung dan hendak bertukar cincin tunangan. Tetapi tiba-tiba saja ketika Nathan hendak memasukkan cincin ke jari manis Agatha, cincin itu terjatuh dengan seketika.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja,"kata Nathan tanpa menorehkan sedikit senyum sekalipun kepada Agatha. Lalu semua orang mencoba untuk mencari keberadaan cincin tersebut satu jam kemudian, cincin itu baru bisa ditemukan.
Akhirnya Nathan bisa memasangkan cincin tersebut di jemari manis Agatha dan juga sebaliknya.
__ADS_1
Wajah bahagia tersirat di gadis cantik tersebut, dia sangat bahagia memiliki cincin pertunangan yang sangat dia dambakan. Nathan Liao pemuda yang sangat dia cintai sedari kecil, kini sudah resmi menjadi tunangannya. Kebahagiaan itu tidak bisa lagi dia bendung. Agatha langsung memeluk Nathan dengan kebahagiaan yang tercurah.
Sedangkan Nathan hanya diam saja, dia tidak menyambut pelukan sang kekasih sama sekali. Harusnya Nathan hari ini merasa sangat bahagia. Tetapi dia tidak bisa merasakan apapun, hatinya terlalu dingin seolah rasa sepi telah menyelimuti dirinya, jiwanya terlalu marindu. Tetapi entah apa yang dia rindukan dia pun tak tahu.
Pesta pertunangan ini berjalan dengan begitu lancar, kemeriahan pesta ini bahkan sanggup membuat para wartawan menyiarkan langsung di acara televisi selama 3 hari. Ketenaran keluarga Liao memang sudah termashur dan kini acara seperti ini menjadi daging yang empuk untuk para wartawan.
"Nathan selamat ya, semoga kamu bisa menjadi pria yang tangguh untuk melindungi adikku selama hidupnya," kata Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
Nathan sendiri hanya terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa, dia sedikit menorehkan senyum yang terpaksa kepada sahabatnya. Tak ada kebahagiaan sedikit pun yang dia rasakan hanya kebisuan, dan hati yang sepi yang selalu menyelimutinya setiap saat.
Pria itu tidak mengiyakan permintaan yang Yuan katakan, hanya sedikit senyum itu bukan berarti dia setuju.
"Kenapa denganmu? Sepertinya kamu tidak bahagia dengan pertunangan ini?" ungkap nenek Liao dalam hatinya, sambil melihat cucu kesayangannya, nenek renta itu tidak bisa berkata apa pun, dia bahkan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, sebagai seorang nenek dia merasa sedih melihat wajah murung sang cucu.
"Cucuku Nathan, ini karena kamu kehilangan ingatanmu, jadi melupakan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu cucuku, semoga suatu saat kamu bisa mengingat semuanya, ini semua kesalahan nenek, kenapa nenek harus sakit saat itu, nenek tidak sanggup melihat wajah sedih di raut mukamu, nenek tidak meminta lebih kepada Tuhan, dan hanya berharap kebahagiaanmu, tetapi ternyata pertunangan ini tidak bisa membuatmu bahagia, semoga saja Tuhan segera mempertemukan kamu dengan belahan jiwamu, perempuan yang hampir menjadi istrimu Lee Ji An, semoga kesalahpahaman ini bisa segera diakhiri. Aku sudah memaafkan keluarga Lee walaupun saat itu aku sempat tidak mau memaafkan, tapi kali ini melihat wajahmu sedih seperti itu, aku sebagai nenek mau memaafkannya dengan sangat tulus," kata nenek Liao di dasar hatinya, wanita paruh baya itu hanya bisa berkata di dalam relung jiwanya saja, sebagai wanita yang terkena stroke dan dia tidak bisa mengungkapkan satu katapun atau menggerakkan anggota badannya sedikit pun.
__ADS_1
Mungkin hanya kematian yang bisa membuat nenek itu terbebas dari rasa sakit. Karena dia hidup pun seperti mayat hidup, tidak berguna dan hanya menyusahkan orang lain saja itu yang dirasakan oleh nenek Liao saat ini.
_B_e_r_s_a_m_b_u_n_g_