
Satu hari sebelum pernikahan Lee dan Sehun.
Semua orang sudah sangat sibuk, karena pesta pernikahan yang sangat mendadak. Tetapi sahabatnya Sehun sudah mengatur semuanya sehingga semua sudah tertata begitu rapi.
Tapi entah kenapa Lee Ji An tidak terlihatΒ senang padahal seharusnya pengantin itu terlihat bahagia, karena besok adalah hari yang sangat penting untuknya.
"Lee wajahmu pucat seperti itu? Kamu kenapa sayang?" tanya Lee Young Joon kepada sang adik.
"Oppa, aku tidak apa-apa kok, hanya lelah saja," kata Lee Ji An sambil mencoba untuk tersenyum kearah sang kakak.
"Kamu sakit?"
"Tidak Oppa, aku tidak sakit, aku baik-baik saja?" tangkas Lee sambil menolehkan senyuman.
"Aku tidak percaya. Karena mataku melihat sendiri adikku tersayang terlihat begitu lelah, pucat bahkan tidak bersemangat. Ayo cerita apa yang membuatmu tidak bersemangat," pinta Lee Young Joon kepada sang adik.
"Tidak Oppa tidak terjadi apapun, aku baik-baik sajaz dan aku bersemangat kok. Lagian besok adalah hari yang penting buatku, aku hanya sedikit stres aja takut sekali Jika pernikahannya sampai gagal, aku sudah pernah gagal untuk menikah wajarkan jika aku merasa cemas, dan takut pernikahan kali ini akan gagal lagi," ungkap wanita itu dengan suara yang rendah.
"Oke baiklah, Oppa mengerti dengan semua sikapmu itu. Tapi tenanglah semuanya akan baik-baik saja, Oppa yakin Sehun pasti akan datang," Lee Young Joon mengelus rambut sang adik dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Lee Ji An lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak, dia merasa begitu tenang karena kakaknya menemaninya seperti ini. Padahal tadi dia merasa sangat cemas dan gelisah. Kenapa sebagai seorang pengantin dia merasa tidak bahagia.
Bayangannya melayang kemana-mana dia tidak bisa memikirkan apapun selain rasa hampa.
πππ
__ADS_1
Di sisi lain di sebuah kota di negara Cina. Nathan kini sudah mulai beraktifitas kembali, setelah kemarin sempat sakit. Sudah tiga hari yang lalu Nathan keluar dari Rumah Sakit, harusnya dia masih beristirahat di rumah. Namun karena perusahaan sangat membutuhkannya, akhirnya Nathan harus masuk kerja secepatnya.
Siang itu hari begitu panas, rasanya tenggorokannya begitu kering. Dia memutuskan untuk berhenti di sebuah Cafe bersama dengan Sekretaris Chen. Tidak ketinggalan mereka pun memesan beberapa makanan untuk makan siang.
Awalnya semua baik-baik saja, tetapi tiba-tiba saja Nathan melihat ponselnya. Dan ternyata ada sebuah kartu undangan yang dikirim oleh Sehun kepada Nathan.
"Apa ini? Bukankah mereka akan menikah bulan depan. Kenapa bisa secepat ini?" ucap Nathan dengan tubuh yang bergetar, pria itu tidak percaya saat membaca surat undangan yang dikirimkan via WhatsApp.
"Ada apa Bos?" tanya Sekretaris Chen pada Nathan.
"Sekretaris Chen coba kamu baca ini, apakah ini benar-benar kartu undangan yang asli?" pinta Nathan kepada sekretarisnya.
Sekretaris Chen pun melihat ponsel Nathan dan membaca kartu undangan tersebut, sesaat kemudian sekretaris Chen menyimpan ponsel itu dan mengambil ponsel miliknya dan langsung melihat sosial media milik Sehun dan Lee Ji An.
Sekretaris Chen memang sengaja menjadi stalker untuk mereka berdua, agar bisa mendapatkan informasi yang akurat. Dan benar saja di akun sosial media milik Sehun tertera undangan pernikahan dan foto prewed mereka.
Nathan melihat kearah ponsel milik Sekretaris Chen, dan betapa terkejutnya dia karena memang di akun sosial media itu pun tertera undangan tersebut.
"Sehun, Sehun kamu brengsekk." Nathan menggetarkan giginya begitu keras, dia benar-benar merasa sangat kesal karena Sehun mengubah pesta pernikahan, mempercepat pesta pernikahan tersebut sehingga sangat berat untuknya menerima kenyataan bahwa besok Lee Ji An akan segera dimiliki oleh orang lain.
"Tuan maafkan saya, tapi apakah Tuan akan diam saja, apa Tuan tidak akan berusaha untuk meraih hati nona Lee lagi?" kata Sekretaris Chen kepada Nathan.
"Apa maksud kamu?" tanya Nathan sambil menatap kearah Sekretarisnya.
"Sebaiknya Tuan berusaha, kalau bisa lakukan ini Tuan." Sekretaris Chen lalu berbisik ke telinga Nathan. Sekretaris Chen itu menceritakan sesuatu hal, dan Nathan pun akhirnya tersenyum menatap rencana dari Sekretaris Chen tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih atas sarannya," kata Nathan kepada Sekertarisnya.
"Sama-sama Tuan, itu adalah tugas saya untuk memberikan bantuan dan dukungan," kata Sekretaris Chen pada Nathan. Tapi tetap saja saran dari Sekretaris Chen membuat Nathan masih cemas, "Bisa-bisanya si brengsekk Sehun mempercepat pernikahan mereka."
"Tidak akan aku biarkan Sehun mengambil Putraku, tidak akan aku biarkan," kata Nathan dengan suara yang rendah dan tangan yang mengepal.
"Jangan Tuan, karena Tuan muda Ryu Jin adalah darah daging anda," kata Sekretaris Chen pada tuannya.
"Kamu bisa bantu aku kan, untuk menyiapkan semuanya masalahnya, aku tidak mungkin melakukannya sendiri." Mata Nathan menatap kearah Sekretarisnya dengan penuh harap.
"Tentu saja saya dan yang lain akan membantu, yang penting Tuan harus bersemangat dan harus makan sekarang. Pokonya anda tidak boleh membiarkan masalah ini membuat anda sakit. Anda harus sehat kan harus kuat dan tegar, sebagai Sekretaris, aku akan selalu mendukung anda," kata Sekertaris Chen dengan menorehkan senyum yang manis.
"Oke terima kasih banyak atas sarannya, aku akan makan yang banyak, aku akan minum yang banyak, supaya tenagaku penuh, agar aku tidak sakit, dan aku selalu sehat," ungkap Nathan dengan senyum miringnya, lalu Sekretaris Chen membalas senyuman dari bos-nya tersebut.
Mereka akhirnya menang menyantap makan siang mereka, beberapa makanan yang memang kesukaan Nathan, namun sayangnya karena besok adalah pernikahan dari orang yang sangat Nathan cintai, makanan kesukaannya pun tidak dihabiskan.
Pria itu merasa enggan bahkan untuk sekedar menelan makanannya. Karena rasa sakit di hatinya tidak bisa hilang begitu saja, dia begitu tidak ikhlas harus membiarkan Lee Ji An menikah dengan orang lain.
πππ
Di Jepang kini Sehun sudah siap di sebuah hotel bersama keluarga besarnya. Mereka sungguh bahagia karena besok adalah pesta pernikahan Sehun dan Lee Ji An.
"Ya ampun pengantin pria ini terlihat sangat bersinar sangat berbahagia, aku yang melihat sungguh ikut bahagia pula," kata sang ibu kepada putra kesayangannya.
"Tentu saja Bu. Bagaimana aku tidak bahagia karena. Akhirnya aku bisa meminang Lee Ji An menjadi istriku, setelah 8 tahun penantianku untuk bersama dengannya," kata Sehun sambil memberikan senyum yang manis kepada ibunya.
__ADS_1
"Perjuanganmu tidak sia-sia Nak, kamu akan bahagia bersama Lee Ji An dan besok adalah awal kebahagiaanmu," tutur sang ibu sambil mengelus lembut rambut putra kesayangannya.
"Terima kasih banyak Bu. Semoga semuanya berjalan dengan lancar, aku sudah tidak sabar menunggu hari esok," kata Sehun sambil menorehkan senyum yang manis pada ibunya dan mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih sayang.