
"Coba telepon Nathan Lee, kenapa sudah jam 10 dia tidak kunjung juga datang. Padahal di jadwal jam 8 semuanya harus sudah siap," kata sang ibu dengan kecemasannya, para tamu undangan sudah berdatangan, mereka pasti akan menanggung malu jika sampai pengantin pria tidak kunjung datang.
"Baiklah ibu, akan mencoba menelpon lagi, sebenarnya Lee sudah menelepon Nathan sejak tadi. Tetapi nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, ponselnya sepertinya mati," kata Lee dengan kecemasan yang teramat dalam, wanita itu begitu berdebar. Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada calon suaminya, kemarin semuanya baik-baik saja, tapi kenapa sekarang bahkan Nathan belum juga datang, sudah telat 2 jam tetapi belum ada kabar sedikit pun.
"Lee apa Nathan berkata sesuatu kepadamu kemarin?" tanya Lee Young Joon kepada adiknya.
"Kami hanya berbicara biasa saja, dia mengatakan sudah sangat tidak sabar menanti hari ini, tapi kenapa dia belum juga datang sampai detik ini?" Lee Ji An mulai meneteskan air matanya, kecemasannya sudah teramat dalam, ketakutannya kini sudah menyelimuti seluruh pikirannya, dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Lee Ji An tidak mengetahui bahwa sebenarnya saat ini calon suaminya sedang berada di Rumah Sakit dan dalam bahaya. Wanita itu tidak tahu bahwa calon suaminya sekarang sedang dalam keadaan kritis.
"Sudah Ibu katakan, Ibu tidak mempercayai Nathan," kata ibu dengan tangisannya, wanita paruh baya itu terisak, tidak tahu harus bagaimana lagi, kini waktu berjalan begitu cepat. Sampai akhirnya sudah jam 12 siang tetapi pengantin pria tidak kunjung datang.
Baby Ryu Jin menangis begitu kencang, Lee bahkan tak bisa memeluk anaknya sendiri, ia ingin berusaha untuk menenangkan bayi tersebut, tetapi bayi itu seolah mengatakan pada sang Ibu bahwa ayahnya dalam keadaan bahaya.
"Kamu sebenarnya kemana Nat? Kakak bisakah kamu menyuruh orang untuk pergi ke kediaman Nathan, ini alamat Nathan," kata Lee lalu menuliskan alamat Nathan di atas secarik kertas, dan diberikan kepada sang kakak, dengan segera Joon menyuruh orang untuk melihat kondisi rumah Nathan.
Kecemasan yang dirasakan oleh Lee sama pula dengan kecemasan yang dirasakan oleh keluarga. Tuan Lee hanya bisa terdiam, pria paruh baya itu sudah bisa menebak bahwa ini akan terjadi, mungkin saja ini karena kesalahpahaman di masa lalu, sehingga membuat pernikahan putrinya terbengkalai seperti ini
"Oppa apakah kamu sudah menyuruh orang itu untuk menjemput Nathan di rumahnya?" tanya Lee dengan kecemasannya, Joon menggenggam tangan sang adik. Sean Kim Mi So masih berusaha menenangkan bayi kecil itu bersama dengan nyonya Lee.
__ADS_1
"Lihatlah bayi kecil. Ayahmu bahkan tidak datang untuk mengunjungimu, seharusnya dia datang sedari tadi, kamu jangan terus menangis seperti ini, cucuku kamu harus kuat nak!" kata nyonya Lee sambil mencoba menggendong cucu kecilnya, wanita itu tidak berhenti menangis, karena kini para tamu undangan sudah banyak diluar, menunggu pengantin segera datang tetapi tidak kunjung datang pula.
1 jam kemudian pria suruhan Lee Young Joon pun datang, dia datang dengan tergesa-gesa memberitahukan sebuah kabar duka kepada keluarga.
"Tuan saya akan memberitahukan sesuatu yang sangat penting, sebaiknya kita berkumpul saja," ucap pria tersebut dengan wajah yang benar-benar membuat semua orang penasaran.
"Seluruh keluarga sedang berkumpul di sini, katakan dengan jelas, tidak usah ada yang ditutup-tutupi karena yang ada di ruangan ini hanyalah keluarga," kata Lee Young Joon dengan tegas.
"Saya barusan pergi ke kediaman keluarga pengantin pria, tetapi rumah itu digembok, tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan di rumah itu, rumahnya tampak kosong, saya mencoba untuk menghubungi security tetapi tidak ada security sama sekali, benar-benar kosong," kata pria tersebut menjelaskan semua yang sudah diketahui.
"Pasti bohong, kamu pasti salah alamat. Aku sudah menunjukkan alamat yang tepat kepadamu. Kenapa kamu bisa salah alamat!" teriak Lee Ji An sambil mendorong pria itu dengan kencang, wanita itu begitu emosi mendengar berita yang begitu menyesakkan, tidak mungkin Nathan meninggalkannya di altar.
Seorang pengantin perempuan yang sedang menangis dengan kesedihan, karena ternyata pengantin pria tidak ada ditempat, dan tidak tahu keberadaannya di mana.
"Katakan padaku apa ini? Tidak mungkin Nathan pergi meninggalkanku di hari pernikahan kami, tidak mungkin dia mengingkari janjinya, dia mencintai aku dan mencintai bayi kami," teriak Lee dengan begitu nyaring, wanita itu hanya bisa mengamuk sambil menangis dengan sangat kencang. Lee Young Joon kini hanya bisa menenangkan sang adik di dalam pelukannya, sedangkan nyonya Lee, tuan Lee, nenek dan kakek Lee sendiri hanya bisa terdiam.
"Sabarlah sabar, ini cobaan untukmu," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Tidak bisa, tidak bisa sabar, aku ingin Nathan datang!" jerit Lee begitu kencang. Wanita itu begitu sedih karena calon suaminya mengingkari janjinya, bahkan kini sudah jam 2.30 tapi Nathan data tidak kunjung datang. tamu undangan sudah pulang satu persatu.
__ADS_1
Semuanya sangat kacau, kesedihan sudah berada di dalam ruangan itu semua orang menangis termasuk bayi kecil itu.
"Lee kamu tidak usah berteriak seperti itu, ini salahmu karena terlalu mempercayai pria tersebut, sudah Ibu katakan bahwa pria itu bukan pria yang baik untukmu, kamu tidak pernah mau mendengarkan ucapan ayah dan ibu." Nyonya Lee menangis dengan begitu lirih sambil menggoyang-goyangkan tubuh putrinya, Lee kini hanya bisa terduduk di lantai, dengan air mata yang terus menetes. Wanita itu tidak kuasa karena kesedihan yang dia rasa.
Dunia seolah hancur, pernikahan yang sangat dia dambakan dan dia rindukan ternyata hanyalah sebuah bayangan semu, tidak terjadi apapun di hari ini, tidak ada keindahan seperti di dalam bayangan, yang ada hanyalah kehancuran.
"Karena itulah Lee, dari awal Ayah tidak merestui kamu menikah dengan Nathan, walaupun Nathan adalah ayah kandung bayi Ryu Jin, tapi pria itu pasti akan mempermainkanmu, Nak. Ayah sudah bisa memprediksi itu dari awal, mungkin saja mereka melakukan itu untuk membalas dendam, mungkin saja," ucap sang ayah dengan suara yang pelan, Lee tidak mau mendengarkan ucapan ayahnya. Dia hanya bisa menangis, tangisannya semakin lirih, dia tidak mau disentuh oleh siapapun, wanita itu hanya bisa menangis dengan hati hancur.
"Tuhan. Kasihan sekali cucuku. Kenapa ini bisa terjadi?" kata sang nenek kepada cucu kesayangannya. Lalu Kakek pun segera menggenggam tangan neneknya.
"Joon jam berapa sekarang?" tanya sang ayah pelan.
"Sudah jam 5 sore ayah," jawan Lee Young Joon dengan pelan.
"Lihatlah kondisi di luar, jika memang sudah sepi. Ayo kita pulang," kata tuan Lee dengan wajah yang pucat. beliau merasakan dadanya begitu sesak, dia tidak tahu lagi harus bagaimana, melihat tangis di seluruh keluarga.
"Maafkan ayah, ini semua gara-gara ayah," kata tuan Lee di dasar hatinya, sambil menatap putri kesayangannya yang kini terduduk di lantai dengan tangisannya.
"Ayah!" teriak Lee Young Joon sambil menatap ayahnya. Tuan Lee kembali mengalami serangan jantung.
__ADS_1
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g
Kita masuk ke konflik inti, semoga sahabat kuat membaca ini.