Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pemulihan


__ADS_3

Disaat Nathan sedang berkumpul dengan keluarga Lee di ruangan rawat inapnya Lee. Ternyata seseorang tiba-tiba saja datang. Dia adalah Sekretaris Han yang sengaja datang untuk memerintahkan Tuan mudanya untuk beristirahat.


"Ada apa Sekretaris Han?" tanya Nathan kepada sekretaris sang Nenek. Sekretaris lalu datang menghampiri Nathan sambil tersenyum ke arah kedua orang tua Lee Ji An.


"Tuan muda, Tuan muda ... sedang dalam masa pemulihan anda harus banyak beristirahat. Sebaiknya anda cepat pulang ke kamar rawat inap anda. Lalu beristirahat nanti anda bisa berjumpa kembali dengan Nona Lee setelah anda sehat," kata sekretaris Han kepada Nathan.


"Sekretaris Han baru saja aku berjumpa dengan Lee orang tuanya, kami sedang berbicara bersama kedua orang tua Lee. Mengertilah tunggulah aku sebentar lagi," ucapan Nathan dengan suaranya yang pelan namun kedua orang tua Lee masih bisa mendengarkan dengan sangat jelas.


"Tidak bisa dengan mudah, kondisi anda lebih penting daripada apapun, saya akan disalahkan jika sampai Anda pingsan untuk kedua kalinya, bahkan hari ini anda belum makan sama sekali," ucap Sekretaris Han kepada Nathan.


"Nathan kamu belum makan. Kenapa tadi kamu menyuruh aku untuk makan. Sedangkan kamu sendiri tidak makan," Lee Ji An benar-benar merasa terkejut mendengar ucapan dari sekretaris Han.


"Sayang sebetulnya tadi aku belum merasa lapar, karena itulah aku belum makan," kata Nathan sambil menatap ke arah Lee Ji An.


"Tetapi tidak seperti itu juga kan, kondisi kamu sekarang ini sedang tidak baik, kamu sedang tidak sehat. Bagaimana kita bisa merawat buah hati kita kalau kamu tidak bisa merawat diri," Lee Ji An berkata dengan begitu manja kepada Nathan. Nathan langsung menghampiri sang kekasih dan menggenggam tangan Lee dengan begitu mesra penuh dengan kasih sayang.


"Sayang ... aku pasti sehat, kita berdua bisa merawat bayi kita bersama-sama. Tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu hal kepadaku," ungkap Nathan kepada sang kekasih hati, saat ini Nathan dan Lee Ji An menjadi tontonan kedua orang tua Lee Ji An dan Sekretaris Han.

__ADS_1


"Berjanjilah padaku, kamu tidak akan menunda lagi sarapan, makan siang, makan makan malammu," pinta Lee kepada calon suaminya, Lee Ji An tidak mau Nathan sampai sakit kembali. Dia tahu betapa menderitanya Nathan waktu Nathan sedang dirawat di Rumah Sakit, masih ingat wajah Nathan saat itu hancur sampai dirinya tidak bisa mengenali sang kekasih sama sekali.


Jika mengingat hal itu Lee jadi merasa begitu sedih, dia merasa bersalah kenapa tidak mengenal Nathan pada saat itu, sedang membutuhkan dukungan darinya beruntunglah saat ini Nathan bisa terbangun kembali, kalau dilihat waktu itu sepertinya Nathan tidak bisa bangun lagi.


"Sayang aku berjanji, apalagi kalau sarapan, makan siang, dan makan malamku ditemani oleh istri cantik sepertimu. Aku ingin segera menikahimu. Aku ingin kita hidup bersama bahagia dan sedih bersama. Maukah kamu menjadi istriku?" pinta Nathan kepada Lee Ji An. Lee Ji An mengangguk sambil tersenyum.


"Sudah jelas bahwa aku menginginkanmu menjadi suamiku, aku akan menjadi istrimu yang terbaik, karena aku sangat mencintaimu. Nathan berjanjilah juga kepadaku, bahwa kamu tidak akan meninggalkan kami!" pinta Lee kepada Nathan. Nathan pun mengangguk dengan senyum manisnya.


"Terima kasih banyak, Sayang," Nathan begitu bahagia menatap sang kekasih karena akhirnya kini dia sudah bersungguh akan menikahi kekasih hatinya.


"Ayo Tuan Muda sebaiknya kita cepat masuk kedalam kamar rawat inap Tuan muda. Anda harus beristirahat sekarang Nyonya sedang rapat penting via video call. Nenek sedang di kantin Rumah Sakit. Sepertinya beliau akan segera kembali ke Cina, jangan sampai beliau menggagalkan kunjungannya ke China karena melihat Tuan muda di sini masih belum bisa makan sendiri harus dengan perintah ibu Presdir," tutur Sekretaris Han kepada Nathan Nathan merasa geram ternyata kakek tua itu begitu cerewet saat ini dia sungguh sangat merindukan Lee. Sedetik pun tidak mau dia meninggalkan gadis itu, sekarang mereka harus terpisah karena ruangan dan itu membuat Nathan begitu sebal.


"Sayang, aku akan beristirahat sebentar. Tunggu aku, sampai aku pulih setelah itu, aku tidak akan meninggalkanmu, sudah telepon aku sangat, mencintaimu Sayang," tutur Nathan kepada kekasih hatinya Lee Ji An pun mengangguk seraya berkata.


"Ya Sayang. Aku pun sangat mencintaimu beristirahatlah ini demi Kita juga, karena kamu harus memulihkan staminamu untuk mengajak aku dan Ryu Jin berjalan-jalan kelak," Lee Ji An berkata sambil menolehkan senyum kepada Nathan.


Setelah itu Nathan langsung menghadap kembali ke arah kedua orang tua Lee Ji An yang sedari tadi telah menjadi penonton.

__ADS_1


"Ayah Ibu aku permisi dulu sebentar. Karena Nenek ingin aku beristirahat untuk memulihkan tubuhku dulu, mohon maaf aku menitipkan Lee bersama Ibu dan Ayah, aku mohon Ayah dan Ibu merestui hubungan kami. Aku akan segera melamar Lee Ji An," pinta Nathan kepada kedua orang tua Lee Ji An.


Kedua orang tua Lee Ji An tidak meng-iyakan atau tidak melarang, mereka hanya terdiam Nathan sempat kebingungan. Bagaimana cara agar dia bisa meluluhkan hati kedua orang tua kekasihnya. Sepertinya kedua orang tua Lee sama sekali kurang menyetujui hubungan mereka berdua.


"Kalau begitu aku undur diri dulu, aku akan beristirahat, nanti setelah tenagaku pulih sendiri, setelah pulih staminaku, sehat, aku akan segera datang untuk berkunjung kembali Ayah Ibu," kata-kata Nathan kepada kedua orang tua Lee sedangkan kedua orang tua wali hanya terdiam saja tidak merespon apapun.


Akhirnya Nathan pun keluar dari ruang rawat inap Lee Ji An, dia menelusuri berapa lorong untuk sampai di kamar rawat inapnya. Nathan begitu kesal kenapa saat ini ruang rawat inap dan ruang rawat inap begitu berjauhan. Kenapa mereka tidak dirawat di tempat yang sama, dan itu sontak membuat Nathan merasa sangat kesal.


Nathan kini ingin masuk ke ruang rawat inap dirinya sendiri, dia mencoba merebahkan tubuhnya dan memilih beberapa file untuk diberikan kepada seseorang.


"Sekretaris Han apa yang terjadi pada perusahaan. Kenapa nenek sampai harus mengumpulkan semua anak buahnya dari berbagai Negara," Nathan merasa sangat heran atas apa yang dikatakan oleh Sekretaris Han sendiri.


'"Itu karena ada seseorang yang sengaja membuat laporan fiktif sehingga kami tidak bisa hanya bisa menunggu saja,"


"Di Indonesia juga pernah terjadi hal yang seperti ini?" tanya Natha kepada Sekertaris Han.


"Sudahlah Tuan Muda, tidak perlu untuk memikirkan masalah itu lagi, yang pasti kini Tuan harus sehat terlebih dahulu" katanya dengan suaranya hati-hati.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2