Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kabar


__ADS_3

Selang beberapa menit ternyata Nathan pun sudah selesai dari meeting-nya dan dia dengan segera kembali ke ruangannya, dia memang meeting bersama klient penting di dalam kantornya. Setelah dia kembali ke ruangannya dia pun mengecek ponselnya.


"Ya Tuhan, 15 panggilan tak terjawab. Ada apa Lee meneleponku sebanyak itu, apakah ada hal yang penting?" ungkap Nathan di dasar hatinya dia tidak tahu ada hal penting apa sampai ada panggilan sebanyak itu.


Dan Nathan sendiri langsung melakukan panggilan telepon kepada Lee Ji An, karena takut terjadi sesuatu hal kepada wanitanya.


Tetapi bahkan Lee tidak menerima panggilan telepon darinya, dia pun merasakan sebuah kecemasan yang teramat dalam, Nathan langsung berangkat bersama sopir menuju ke apartemen milik kekasihnya.


Nathan keluar dari mobil dan berlari menuju ke apartemen milik Lee. Dia sangat tergesa-gesa karena takut terjadi sesuatu hal kepada wanitanya. Sesampainya di depan pintu apartemen, Nathan menekan bel sebanyak 3 kali karena dia merasa sangat cemas.


Napas Nathan berburu, dia menanti di depan pintu, dan pintu itu pun terbuka, akhirnya beberapa saat kemudian Lee muncul di balik pintu apartemennya. Saat melihat Nathan berdiri di hadapannya Lee langsung menorehkan senyum yang manis sedangkan Nathan sendiri begitu terkejut dan langsung memeluk kekasih hatinya.


"Ada apa kamu terlihat sama seperti ini?" Lee Ji An merasa terkejut dia tiba-tiba saja dipeluk oleh Nathan.


"Kamu baik-baik saja kan, apa yang terjadi, aku tidak menerima panggilan telepon darimu, karena tadi aku sedang meeting aku terkejut ketika melihat ada 15 panggilan tak terjawab darimu, aku takut terjadi sesuatu hal kepadamu dan kepada anak kita," kata Nathan dengan suara yang pelan pria itu masih mendekap lembut untuk sang kekasih.


"Aku tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin memberitahukan kabar kepadamu," ungkap Lee Ji An kepada Nathan.


"Kabar apa Sayang, kamu membuat aku begitu cemas," Nathan kini melepaskan pelukannya, lalu menatap sang kekasih hati dengan tatapan yang penuh cinta, kecemasan di dalam hatinya masih belum reda dan masih terlihat di wajahnya.

__ADS_1


"Kita akan pergi ke Tiongkok tanpa Baby Ryu Jin," ungkap Lee kepada Nathan.


"Apa benar kamu tidak apa-apa, kalau tidak membawa bayi kita?" Nathan bertanya kepada Lee Ji An.


"Itu demi kesehatan Baby Ryu Sayang, malah aku cemas jika aku membawa dia maka dia akan sakit, perjalanan dari Indonesia ke Cina bukan sebentar, aku takut terjadi sesuatu hal pada bayi kita mengingat bayi kita bahkan baru pulang dari Rumah Sakit," kata sang kekasih dengan senyumannya yang manis.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, Sayang. Kita ke mobil sebentar," ajak Nathan dengan senyumannya. Lee mengankat satu alisnya, lalu dia pun tersenyum manis dan menggangguk. Nathan menggandeng sang kekasih dengan lembut membawanya ke tempat parkir mobil di dalam mobil ternyata sopirnya langsung disuruh keluar oleh Nathan kini tersisa Lee bersama Nathan di dalam mobil tersebut.


Mereka terdiam dengan senyuman yang manis tiba-tiba saja Nathan memberi Les pelukan erat, seolah ingin melepaskan semua lelahnya dengan memeluk sang kekasih hati.


"Kenapa Sayang? capek sekali ya?" Lee Ji An berkata dengan penuh kelembutan.


"Akupun sama, padahal baru 2 hari saja kita tidak berjumpa, rasanya seperti 2 bulan saja, kita harus segera meresmikan hubungan kita agar kita tidak terpisah seperti ini terus, aku akan menunggumu di rumah dan menjadi ibu rumah tangga, aku akan mengurus anak-anak kita di rumah. Dan kamu pulang bekerja itu yang dikatakan Kim Mi So dan aku pun akan mengikuti jejaknya," Lee tersenyum manis berkata begitu lembut kepada Nathan. Nathan begitu senang ketika mendengar bahwa Lee Ji An akan menjadi ibu rumah tangga dan akan fokus mengurusnya dan anak-anak.


"Benarkah Sayang? Aku sungguh bahagia dengan rencanamu ini, kamu akan mengabdi kepadaku seumur hidupmu, semoga saja Tuhan segera menyatukan kita berdua, dan membuat kedua orang tuamu merestui hubungan kita," kata Nathan sambil membelai lembut rambut sang kekasih, tiba-tiba saja Nathan tertidur di paha sang kekasih dia memejamkan matanya begitu nyaman mendapatkan bantal empuk itu.


Lee Ji An membelai lembut rambut Nathan, dia tahu Nathan dan dirinya saling merindukan, tetapi mereka bahkan tidak bisa bersama karena kalau Nathan datang ke rumah Lee, Nathan selalu saja dibuat tegang oleh kedua orang tua Lee Ji An.


Kini mereka hanya bisa duduk berdua bersantai seperti itu di dalam mobilnya. Benar-benar hubungan yang sangat menyedihkan. Dan tanpa terasa Nathan malah tertidur di dalam mobil tersebut. Lee menatap kekasihnya dengan begitu pilu, hati Lee tersentuh dan merasa kasihan sepertinya prianya sangat kelelahan dan Nathan merindukan kan dia.

__ADS_1


Andai saja Nathan dan Lee sudah menikah, maka Nathan tidak usah tertidur di dalam mobil seperti ini, dia bisa tidur di pangkuan Lee kapan saja. Lee semakin mencintai Nathan apalagi menurut Lee dan Nathan berperilaku begitu menggemaskan kali ini.


Hanya terdiam sambil terus membelai lembut rambut sang kekasih, Nathan bahkan sudah tertidur dengan lelap, pria yang terlihat kelelahan itu begitu tampan saat tertidur dan Lee semakin jatuh cinta kepadanya.


"Wajah kalian sangat mirip, wajahmu dan wajah bayi kita, aku melahirkan foto kopianmu Ya Tuhan. Tuhan telah memberikan kalian berdua dalam pelukanku. Aku sungguh bahagia, tapi kebahagiaan ini belum lengkap dan belum sempurna karena kini bahkan kita bertiga belum bisa bersama dalam sebuah ikatan keluarga, kuharap setelah kita pulang dari Cina kita bisa segera meresmikan hubungan kita dan kita bisa tinggal bersama dalam satu rumah, agar kita bisa membangun keluarga kecil kita dengan bahagia," lirih Lee Ji An di dalam hatinya.


Wanita itu terus menatap lembut pantulan wajah sang kekasih yang terlihat begitu kelelahan. Dia merasakan cinta nya begitu besar dan dalam pada pria tersebut. Dan akhirnya mereka pun terlelap di mobil itu. Sampai sore pun tiba ternyata kedua orang tua Lee benar-benar mencari keberadaan Lee dengan sangat cemas.


Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu mobil dan membuat Nathan dan Lee begitu terkejut. Mereka berdua terbangun dengan seketika dan ternyata Ayah Lee yang mengetuk pintu mobil mereka. Dengan segera Nathan merubah posisinya. Pria itu langsung membuka pintu mobil dengan segera.


"A-ayah," Nathan terkejut.


"Kalian membuat aku cemas saja, sedang apa kalian di dalam mobil, keterlaluan kamu," lagi-lagi Ayah Lee Ji An merasa marah kepada Nathan.


"Ayah maaf, tadi kami bercakap di dalam mobil yang ternyata sampai ketiduran," Lee Ji An berkata sambil menatap Ayahnya dengan suara yang rendah.


Sedangkan sang Ayah terlihat begitu marah karena putrinya menghilang dari rumahnya selama beberapa jam. Padahal sudah jelas Nathan hanya ketiduran saja di mobil tersebut. Tetapi itu membuat sang Ayah murka dan kesal serta semakin membencinya Nathan.


Nathan hanya bisa menghela nafasnya, dia tak tahu harus berbuat apa, Apa Nathan sudah berbuat jahat, sama sekali tidak, apalah dayanya. Semua ucapannya malah tidak pernah didengarkan oleh sang Ayah. Nathan hanya bisa meratapi nasibnya saja. mereka berdua hanya ketiduran di mobil tetapi mereka berdua seolah berbuat salah yang sangat besar di mata Ayah Lee.

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2