
Setelah sang Nenek pergi, kini tinggallah mereka berdua di ruangan tersebut. Nathan pun kini duduk di kasur yang telah lee Ji An tiduri.
"Aku mau tidur sama kamu di sini?" kata Nathan kepada kekasihnya tersebut, ia ingin memeluk tubuh Lee, dia sungguh merindukan sang kekasih padahal baru semalam mereka berpisah.
"Baiklah aku akan bergeser sedikit," jawan Lee dengan senyuman, Lee mempersilahkan Nathan tidur di kasurnya, kasurnya memang sempit dan mereka kini berbagi kasus.
"Nathan kini sudah mulai duduk dan merebahkan tubuhnya bersama sang kekasih, dia menghadap ke arah Lee dan Lee menghadap ke arah Nathan.
"Sayang cepat sembuh ya, kita akan segera pindah dari kasus sesempit ini," ungkap Nathan kepada sang kekasih hati.
"Akupun ingin segera pulang, Sayang. Aku sudah bosan, ini udah hari ketujuh aku di rumah sakit. Aku ingin segera pulang membawa buah hati kita," kata Lee Ji An kepada sang kekasih.
"Iya Sayang, semoga saja hari ini aku diperbolehkan pulang. Agar aku tidak harus menginap di kamar sebelah, aku ingin di sini saja bersamamu, aku tidak mau berjauhan. Aku ingin selalu dekat denganmu aku tidak mau kita berpisah lagi seperti kemarin," kata Nathan kepada Lee Ji An. Lee pun tersenyum lalu menyentuh pipi Nathan dengan satu tangannya
"Siapa yang ingin berpisah, aku pun sama aku tidak mau kita berpisah, karena aku ingin hidup kita bahagia, kita memiliki keluarga kecil yang harus segera kita resmikan, kita harus segera menikah, kita harus meresmikan buah hati kita, bukan kah akan sangat menyedihkan jika bayi kita bahkan tidak memiliki nama resmi Sayang," ungkap Lee kepada sang kekasih. Nathan kembali menelan ludah ketika mendengar Lee mengungkapkan kata-kata bayi.
"Iya Sayang, aku akan segera melamarmu. Tetapi setelah kita sehat kamu harus pergi bersamaku, kita akan memilih cincin pernikahan untuk kita berdua, cincin yang akan mengikat kita berdua, yang tidak akan membuat kita terpisah lagi," pria itu kini berjanji membuat sang kekasih tersayang bahagia, dia sudah tidak sabar ingin meresmikan hubungan mereka
Mimpi indahnya sebuah pernikahan bukan cuma diharapkan oleh seorang gadis, tetapi Nathan sendiri memimpikan hal itu, Nathan tidak sabar ingin meminang kekasih hati, dia ingin sekali meresmikan hubungan mereka berdua, itu adalah mimpi yang sangat besar, untuk mereka. Lee Ji An dan Nathan memiliki mimpi yang sama yaitu sebuah pernikahan.
__ADS_1
Mereka harus mewujudkan mimpi mereka berdua agar semuanya tampak bahagia.
"Sayang. Aku selalu mencintaimu," ungkap Nathan kepada sang kekasih hati, Nathan dengan lembut mengecup kening kekasihnya penuh kasih sayang. Lee Ji An hanya bisa memejamkan matanya, merasakan betapa nyamannya ketika kekasih hatinya memeluknya, bahkan mengecupnya seperti itu.
Nathan pun langsung meraup bibir manis sang kekasih, mereka menikmati indahnya kebersamaan yang mereka miliki, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Pria itu telah mengabsen semua gigi sang kekasih dengan lidahnya. Tautan bibir mereka sungguh membuat jantung keduanya berdegup kencang.
Mereka bersatu dalam alunan cinta, manisnya bibir sang kekasih telah dikecup dengan mesra oleh pria itu. Pria yang kini sedang mendekap lembut kekasih hatinya.
"Aku ingin segera menikahimu. Aku ingin meresmikan hubungan kita. Aku tidak tahan harus menahan semua rasa dalam jiwaku. Aku ingin memeluk kamu kembali seperti saat itu," kata Nathan kepada Lee Ji An.
"Tenang saja setelah Nenek membereskan semua pekerjaannya, nenek pasti akan pulang dan melamarmu untukku, itu pasti akan segera terwujud, mimpi kita berdua pasti akan segera terwujud," kata Nathan dengan senyumnya yang manis, Pria itu memperlihatkan rasa kasih Sayang yang teramat dalam kepada sang kekasih.
"Semoga saja ini tidak lama ya. Karena aku ingin merayakan pesta kelahiran buah hati kita bersama, agar kita bisa mengumumkan kepada dunia bahwa Ryu Jin adalah anak kita," ungkapan Lee kepada Nathan. Wanita itu memiliki banyak harapan untuk hubungan mereka berdua, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.
Nathan tersenyum miring. Mengingat bahwa memang di dalam benaknya Ryu Jin itu benar-benar tidak ada. Nantan masih menghela nafas, dia tidak tahu apakah harus terus bersandiwara atau tidak. Pada kenyataannya dia masih saja merasa tidak nyaman, dengan kata-kata anak kita, karena memang Nathan mengetahui dengan jelas bayi mereka sudah tidak ada.
"Kamu sangat menyayangi Ryu Jin?" tanya Nathan kepada Lee Ji An.
__ADS_1
"Jelas saja Ryu Jin adalah buah hati kita, darah daging kita berdua. Aku sungguh menyayanginya, kenapa kamu berkata seperti itu, apa kamu tidak menyayangi Ryu Jin sama sekali?" Jawab Lee Ji An kepada Nathan.
"Aku sungguh menyayangi bayi yang kamu lahirkan, baik dia bernama Ryu Jin atau Lee Ji Nan, karena bayi itu bayi kita berdua," ungkap Nathan kepada Lee Ji An.
"Lee Ji Nan?" Lee Ji An mengerutkan dahinya mendengar nama yang baru saja dia ketahui, nama siapa baru Nathan sebutkan barusan.
"Bayi perempuan, jika kita memiliki bayi perempuan, maka itu adalah nama yang akan kita berikan," Nathan berkata kepada Lee Ji an padahal Nathan hanya ingin mengatakan pada Lee Ji An bahwa ada bayi perempuan yang selama ini disembunyikan, dan bayi itu kini sudah berada di makam dan bersatu dengan tanah.
Tapi walau bagaimanapun Lee Ji Nan adalah bayi mereka, bayi yang cantik yang tidak bisa bertahan lama, umurnya sangat singkat tetapi Nathan sungguh mencintai bayi tersebut. Andai saja Lee Ji An tau bahwa ada bayi lain yang bernama Lee Ji Nan, pasti dia akan merasa sangat sedih. Tetapi Nathan tidak mau kekasihnya bersedih lagi. Sudah cukup dia berjuang untuk melahirkan bayinya, tidak ingin lagi dia membuat kekasihnya terluka dengan memberitahukan kematian putri mereka tercinta.
Biarlah Nathan menyimpan semuanya seiring dengan berjalannya waktu, suatu saat nanti akan memberitahukan hal itu kepada Lee tetapi untuk saat ini pihaknya akan diam saja. cukup diam dan diam.
"Benarkah Lee Ji Nan, nama yang bagus aku suka, jika aku melahirkan anak perempuan," ungkap Lee kepada Nathan dan Nathan pun tersenyum manis, lalu kembali mengecup kening sang kekasih dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tiba-tiba saja Perawat datang dan masuk ke ruangan mereka.
Nathan segera bangun dari posisi tidurnya. Ia turun dari kasur kecil itu. Lalu Nathan duduk di kursi di samping Lee Ji An.
"Mengenai kondisi kesehatan anda, anda sudah berangsur pulih. Nanti sore anda sudah diperbolehkan pulang," kata Perawat itu kepada Lee Ji An. Lee sungguh senang mendengar kabar yang baik tersebut. Bukan cuma Lee yang senang tetapi Nathan pun ikut senang.
🎀🎀🎀
__ADS_1