
Dengan hati yang senang dan gembira Lele keluar dari ruangan perinatologi. Dia berjalan menuju ke arah ruangan VIP tempat Lee Ji An beristirahat. Masih belum mengerti apa yang telah terjadi dengan Lee Ji An dengan bersemangat dia bernyanyi berjalan menelusuri lorong rumah sakit dan sampai akhirnya ia pun sampai di ruang rawat inap milik Lee Ji An.
Kini Lele sudah berada di hadapan Nathan dan Dokter Yuan Chuan serta Sehun.
"Ya Tuhan kenapa kalian duduk di sini, ayo kita masuk, Lee menungguku?" kata Lele dengan hati yang sangat senang.
" Lele dari mana saja, kamu?" tanya Sehun dengan rasa cemasnya.
"Aku hanya disana sebentar. Bagaimana kondisi Lee sekarang ini apakah sudah bisa diajak berbicara?" tanya Lele kepada Sehun.
"Lele sesuatu hal terjadi dan kamu bahkan tidak ada di tempat," ujar Sehun.
" Ya Tuhan Sehun aku tadi harus mengurus bayinya Lee dulu, sepertinya sekarang bayi itu belum di makamkan.
"Telah terjadi sesuatu hal kepada Lee, aku sangat ketakutan," ujar Nathan dengan tubuh yang bergetar.
"Apa yang terjadi?" Namun tidak ada satupun yang menjawab semua pertanyaannya.
Lele lalu beralih mendekati Dokter Yuan dan Nathan.
"Ada apa ini, Tuan?" Sekali lagi Lele bertanya.
"Telah terjadi perdarahan postpartum terhadap Lee Ji An. Tukas Dokter Yuan Chuan.
__ADS_1
"Apa perdarahan? itu tidak mungkin bahkan tadi baik-baik saja," ucapan Dokter Yuan membuat Lele begitu terkejut dengan seribu ke resahannya.
"Perdarahan pasca salin bisa disebabkan oleh banyak hal, sebaiknya kamu banyak bertanya kepada Bidan, Dokter atau Perawat," kata Dokter Yuan chuan kepada Lele.
"Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Ya Tuhan tolong selamatkan Lee Ji An. Tolong selamatkan Nonaku!" kata Lele dengan tubuh yang bergetar. Wanita itu ketakutan takut terjadi sesuatu hal yang membahayakan nyawa majikannya.
Kini suasana begitu hening, semua orang telah bergelut dengan kekalutannya sendiri, dengan ketakutan yang mereka rasakan sendiri, semuanya tidak ada yang bersuara atau berkata-kata. Isak tangis terdengar dari mulut sang gadis yang menjadi asisten pribadinya Lee Ji An. Wanita itu tidak menyangka begitu pelik masalah yang menimpa sang Nona.
Ini tidak bisa dibayangkan sebelumnya, dia pikir setelah operasi sesar semuanya akan baik-baik saja, ternyata kini bahkan berada di dalam bahaya. Lele tahu dengan jelas bahwa perdarahan pasca persalinan adalah penyebab utama kematian ibu nomor 1 di dunia. Karena itulah Lele begitu ketakutan dan merasa cemas. Walau begitu dia terus berusaha berdo'a kepada Tuhan agar Tuhan menyelamatkan Nona mudanya.
Tiba-tiba saja Dokter keluar bersama beberapa orang Perawat dengan segera Nathan dan yang lainnya menghampiri Dokter tersebut.
"Dokter bagaimana kondisi istri saya?" ucap Nathan bertanya kepada sang Dokter.
" Ya Tuhan kenapa bisa terjadi hal seperti ini, kasihan sekali dia," sekali lagi Lele berkata sambil menangis dia tak kuasa untuk menahan tangisnya ketika kini sang Nona dihadapkan di antara hidup dan mati, Lee kembali dalam masa kritis.
"Terima kasih banyak Dokter atas informasinya," kata Dokter Yuan kepada Dokter yang sudah membantu menyelamatkan Lee Ji An.
"Sama-sama, dan sekarang Perawat saya akan memindahkan Nyonya Lee keruangan intensive care unit," Dokter itu berkata sambil tersenyum, lalu Dokter itu pun segera pergi meninggalkan Nathan dan yang lainnya.
Beberapa Perawat kini sudah mendorong bankar yang sedang ditiduri oleh Lee Ji An hanya bisa menutup matanya dengan wajah yang pucat terlihat jelas. Nathan dan yang lainnya benar-benar hanya bisa menatap saja sambil berjalan mengikuti suster tersebut.
"Kamu harusnya bersyukur walau bagaimana pun Lee masih bisa diselamatkan!" kata Dokter Yuan kepada Nathan.
__ADS_1
"Aku sudah bersyukur, aku sudah bertema kasih kepada Tuhan, tetapi kini Lee bahkan belum bisa sadarkan diri," kata Nathan dengan seribu kegundahannya.
"Bersabarlah, karena orang yang sabar akan disayangi oleh Tuhan-nya," ucapan Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
Kini mereka mengikuti langkah kaki sang Perawat yang mendorong dan Lee ke arah ruangan intensive care unit. Lee Ji An sudah tertidur dengan lelap di ruangan tersebut. Ruangan intensif yang hanya boleh dikunjungi beberapa saat saja dan hanya satu orang yang bisa melihat kedalam itupun harus menggunakan baju yang steril.
Nathan masih merasakan kesakitan dalam jiwanya tatkala melihat kekasihnya terbaring lemah tak berdaya seperti itu. Rasa sakit dalam hatinya itu karena cinta yang tidak bisa diungkapkan kepada sang kekasih. Andai saja Lee bangun akan dia peluk dan dia dekap dengan erat.
Bahkan selangkah Nathan takan meninggalkannya, takkan sejengkal pun akan melepaskannya. Nathan akan selalu menjaganya dalam sisa hidupnya. Pria itu kini sudah menjatuhkan pilihannya untuk hidup bersama Lee Ji An, mencoba untuk membahagiakan sisa hidup wanita yang sangat dicintai.
Suasana teramat hening Karena kini di sekeliling ruangan hanya terlihat orang-orang yang bersedih bukan cuma dirinya, tetapi banyak orang yang sedang menunggu pasien lainnya. Nathan melihat kesekeliling semua orang yang ada di ruang tunggu tersebut merasakan kesakitan yang sama dengannya. Ruangan intensive care unit adalah ruangan yang benar-benar sangat steril tidak boleh berisik dan keluarga hanya boleh melihat dari kaca saja.
Salah satu keluarga boleh melihat ke dalam tetapi itu pun hanya boleh 15 menit saja. Tapi untuk sekarang Lee belum boleh dikunjungi oleh siapapun, karena kondisinya benar-benar sangat lemah. Akibat perdarahan yang dialami tubuhnya benar-benar melemah dan kesakitan sehingga rincian tak sanggup lagi untuk menerima semuanya.
Sampai akhirnya Lee pun tertidur dengan lelap, karena shok yang dia terima akibat perdarahan. Dokter mengatakan mereka sudah berusaha untuk transfusi darah sebanyak 6 labu. Semuanya berjalan lancar Lee Ji An bisa berhasil terselamatkan walaupun posisinya masih sangat kritis.
"Aku ingin melihat kedalam. Aku ingin menemaninya," kata Nathan sambil melihat di jendela kaca yang memperlihatkan Lee Ji An sedang terlelap di dalam sana.
"Tunggu lah di sini, Dokter belum memperbolehkan kita untuk masuk ke dalam kondisi yang benar-benar sedang kritis," kata Dokter Yuan kepada sang sahabat.
"Kapan dia akan sadar Ya Tuhan, aku sungguh cemas karenanya," pria itu terus memperhatikan sang kekasih yang masih terbaring lemah di dalam sana.
"Bersabar dan berdo'a hanya itu yang bisa kita lakukan, terus kamu sendiri belum minum obat sebaiknya kamu degera meminum obatmu, apa kepalamu sudah tidak sakit lagi?" tanya Dokter Yuan kepada Nathan.
__ADS_1
Bersambung.