
Malam itu hujan begitu deras. Kim Miso sudah kembali ke Korea. Dia tidak bisa berlama-lama di Indonesia. Liburan musim dinginnya akan segera selesai dan dia harus kembali ke Cina, untuk melanjutkan studinya. Lee Ji An gitu sedih mengingat bahwa dirinya, tidak bisa melanjutkan studi bersama sang sahabat.
Tetapi apalah dayanya. Jalan hidupnya kini semua telah berubah. Gadis itu telah memilih untuk membesarkan janin di dalam rahimnya. Dia tidak lagi memperdulikan soal pendidikannya. Karena dia sudah bertekad akan menjadi seorang ibu yang mandiri, kuat dan tangguh.
Dia sudah memilih jalan yang akan dia lalui, dia sudah mengerti bahwa tidak mudah untuknya menggapai semua impiannya, apalagi dengan kehadiran makhluk kecil yang kini ada di dalam rahimnya. Semua itu pasti akan terasa sulit dan berat. Tetapi gadis itu memiliki keyakinan yang kuat, bahwa tidak ada suatu masalah pun yang tidak ada jalan keluarnya.
Setiap kejadian pastilah ada hikmahnya. Gadis itu berpikir bahwa semua ini adalah hikmah untuknya. Kehadiran seorang bayi yang kini akan segera lahir, adalah titipan yang harus dia jaga dengan baik. Walau terkadang semuanya terasa amat sunyi, dan sepi hidupnya terasa seolah-olah hancur karena dia terasingkan, terabaikan dan benar-benar tersingkir dari kehidupannya yang nyaman.
Tapi apa mau di kata. Ini sudah menjadi pilihan utamanya, dia tidak mau kalau sampai dia menjadi seorang ibu yang jahat, membunuh anaknya sendiri demi keluarga. Gadis itu berharap bahwa apa yang menjadi pengorbanannya, kini bisa terbayar sudah, dengan sebuah harga yang mahal dan berbuah manis.
Gadis itu kini terlihat begitu pucat. Tangannya memegang ke arah pelipis. Dia terlihat kebingungan dan lemas. Mungkin bisa jadi gadis itu mulai depresi karena mengingat tentang pesta pernikahan, yang akan di lakukan oleh sang kakak. Memang masih lama, dan itu membuatnya cemas. Karena pada saat 6 bulan kedepan perutnya akan tampak lebih besar dari pada sekarang.
"Tidak perlu kamu pikirkan. Kalaupun kamu tidak datang ke pesta pernikahan Oppa-mu, dia pasti akan mengerti," ucap Lele sambil menyodorkan segelas air minum kepada Lee.
Lee mengambil air minum tersebut lalu meneguknya sekali habis.
"Kepalaku pusing Lele. Bisakah kamu mengantarkan aku ke rumah sakit, aku benar-benar sangat pusing. Aku tidak bohong," ucap Lee sambil memegang pelipisnya.
"Apa kamu baik-baik saja, ayo kita periksakan. Jangan sampai terjadi sesuatu hal kepadamu, nanti aku akan di bunuh oleh Lee Young Joon, kalau sampai kamu kenapa-napa," tutur Lele kepada Lee.
"Bisa jadi aku terlalu banyak pikiran seperti yang kamu bilang, tetapi kali ini aku benar-benar merasakan rasa lemas dan pusing, aku sangat tidak tahan," Lee benar-benar terlihat begitu kacau, wajahnya kusut dan terlihat begitu lemas. Bibir berubah menjadi putih pucat.
"Lee, kamu tidak boleh sakit. Ayo cepat kita segera ke rumah sakit malam ini juga."
Pada akhirnya, dengan segera mereka pergi ke rumah sakit terdekat dari rumahnya. Sesampainya di rumah sakit, akhirnya dia bisa di periksa oleh Dokter kandungan langganannya yaitu Dokter Haikal yang notabene adalah kekasihnya Kim Nana.
"Apa keluhan kakak sekarang?" Tanya Dokter Haikal sambil memeriksa keadaan Lee.
"Kepalaku pusing, dan aku sangat tidak tahan," ucapnya kepada Dokter Haikal. Dokter Haikal lalu memberikan sebuah resep kepadanya sambil berkata.
__ADS_1
"Pusing saat hamil biasa terjadi pada trimester awal kehamilan. Meski terbilang lumrah, penting untuk mengatasi pusing saat hamil agar tidak mengganggu aktivitas yang dijalankan.Pusing saat hamil dapat terjadi akibat rendahnya tekanan darah dalam tubuh. Turunnya tekanan darah pada masa kehamilan disebabkan oleh aktivitas hormon progresteron saat hamil yang merelaksasi dan melebarkan dinding pembuluh darah," tutur Dokter Haikal.
"Tekanan darahku, berapa dok?"
"80/50 mmhg," ucap Dokter Haikal.
Lee begitu terkejut karena dia memiliki tekanan darah yang begitu rendah. Biasanya tekanan darah yang normal 100-110 bahkan 120 tetapi sekarang tekanan darahnya anjlok sampai 80/50 mmhg.
"Perbanyaklah makan sayuran apalagi sayur bayam dan hati, agar tekanan darah kakam naik, sebaiknya kita cek juga hemoglobinnya, ya,"
"Baiklah Dok, terimakasih banyak," ujar Lee.
"Pergilah ke ruangan laboratorium di ujung koridor, sebelah kanan. Lalu kamu nanti akan di periksadi sana,"
"Baiklah Dok terima kasih banyak. Aku akan pergi ke laboratorium sekarang," ucap Lee dengan senyumannya. Dokter Haikal pun membalas senyuman lee. Lee bersama lele berjalan menuju ke arah laboratorium.
Wanita itu hendak memeriksa kan sel darah merahnya. Tetapi tiba-tiba saja tanpa sengaja bertumbukan dengan seorang wanita tua.
"O, tiān nǎ,"
(Oh ya ampun) ucap seorang Nenek merasa terkejut begitu pula dengan Lee Ji An.
Lee langsung respect. Gadis itu langsung meminta maaf kepada Ibu paruh baya tersebut.
"Yuánliàng wǒ nǎinai!"
(maafkan aku nenek) wanita itu langsung respon menggunakan bahasa Cina.
"Tidak apa-apa Nak, itu bukan sebuah hal yang di sengaja kan," ucap Nenek tersebut.
__ADS_1
"Sebetulnya Nenek mau ke mana?" Tanya Lee terhadap Nenek itu.
"Nenek mau mengambil hasil cek laboratorium cucu Nenek, kamu sendiri mau ke mana nak?" Sang Nenek begitu ramah bertanya kepada Lee.
Gadis itu tersenyum manis seraya berkata," Aku mau memeriksakan sel darah merah ku, Nek,"
"Memangnya kamu sakit apa nak?"
Nenek itu mengerutkan keningnya.
"Aku tidak sakit apapun Nenek, aku hanya sedang mengandung dan Dokter menyarankan untuk memeriksa darahku termasuk sel darah merahku," Lee Berkata sambil memberikan senyuman manis kepada sang Nenek.
"Ya Tuhan, kamu sedang mengandung. Senang sekali rasanya, kalau aku punya cucu yang sedang mengandung juga,"
"Apakah Nenek punya seorang cucu yang sedang mengandung?"
"Oh tidak, cucu Nenek seorang laki-laki dan sekarang dia sedang sakit,"
"Ya Tuhan, maafkan saya Nenek!" Lee merasa bersalah dengan pertanyaannya.
"Gadis yang cantik, kamu bahkan bisa berbahasa Cina. Dari manakah asalmu, nak?" Sang Nenek mulai penasaran pada gadis cantik yang begitu lucu, yang kini berada di hadapannya.
"Asalku dari Korea Selatan Nenek, kebetulan suamiku bekerja disini," Lee berbohong kepada si Nenek dia tidak mungkin mengatakan kalau dia di usir dari rumahnya. Karena itulah Gadis itu pun berdalih.
"Kamu begitu cantik nak, ya sudah Nenek permisi dulu ya, Nenek harus menemani cucu Nenek,"
"Oh iya Nenek, silakan semoga cucu Nenek Cepet sembuh ya," Lee tersenyum manis menatap sang Nenek yang mulai pergi meninggalkannya. Mereka berdua bertemu di dalam sebuah ketidaksengajaan. Nenek Liao tidak mengetahui bahwa gadis yang ada di hadapannya tadi, sedang mengandung penerusnya.
Lee sendiri pun tidak mengetahui bahwa Ayah dari bayinya sekarang ada di rumah sakit yang sama dengannya. Andai saja Lee mengetahui bahwa Nathan kini telah berbaring lemah tak berdaya. Mungkin dia akan sangat sedih. Namun takdir masih saja mempermainkan mereka, dan belum bisa mempertemukan mereka.
__ADS_1
Bersambung.
🌺🌺🌺