
Nathan dan Lee kini sudah berada di depan pintu apartemen milik Lee Ji An. Benar-benar hanya bisa menundukkan wajahnya karena merasa bersalah karena kedua orang tuanya berlaku seperti itu kepada Nathan.
"Sayang hati-hati di rumah Ya, aku mungkin tidak bisa menemuimu besok. Aku tidak mau kedua orangtuamu tambah marah juga aku datang lagi ke sini besok," kata Nathan sambil membelai lembut rambut sang kekasih.
"Kita akan berangkat ke Cina kan lusa?" tanya Lee Ji An kepada Nathan.
"Sayang kedua orang tuamu akan sangat murka jika tahu kita berangkat ke Cina lusa, mungkin kita harus pikirkan kembali keberangkatan kita ke Cina Sayang. Bisa saja aku dituduh menculikmu, dan melaporkanku ke Polisi dengan kasus penculikan seorang anak perempuan," ungkap Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa Oppa akan menghadang mereka, Oppa yang akan bertanggung jawab atas keberangkatanku, aku tahu Oppa pasti akan membela kita berdua," kata Lee Ji An kepada kekasih hatinya.
"Benarkah kakakmu akan membela kita berdua? Bersyukur kepada Tuhan karena masih ada keluargamu yang menganggap aku ada," Nathan begitu bahagia mendengarkan ucapan dari sang kekasih bahwa Lee Young Joon akan membela mereka berdua.
"Apa Aku berjanji akan hal itu, Oppa-ku telah mengijinkan kita untuk berangkat ke Cina dan aku pun sangat ingin berangkat ke Cina, aku ingin bertemu dengan keluargamu. Aku ingin bertemu dengan sanak saudara kamu. Aku ingin kita cepat meresmikan hubungan kita," Lee Ji Anan berkata dengan mata yang berkaca-kaca, penantiannya soal pernikahan memang sangat lama, setelah memiliki seorang anak pun bahkan harus ada kendala lain untuk mereka bersama.
"Sayang baiklah kalau begitu, bersiaplah. Besok siapkan semua barang barangmu, besok kita akan berangkat," kata Nathan kepada Lee Ji An.
"Benarkah besok? Bukankah lusa. Besok baru 19 hari masa nifas ku," Lee Ji An mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Baiklah lusa saja, jadi besok ada waktu 1 hari untuk menyiapkan seluruh keperluan kita, kita akan berangkat ke Cina dan kita akan di Cina selama 1 minggu, selama satu minggu di sana kita akan selalu bersama, tidak ada lagi yang akan menghadang kita atau menyalahkan kebersamaan kita, walaupun pada akhirnya pulang dari Cina kita pasti akan diceramahi banyak oleh kedua orangtuamu," kata Nathan sambil menggenggam tangan Lee. Pria itu pun memeluk sang kekasih dengan erat lalu mengecup kening kekasihnya dengan lembut.
Lee Ji An hanya bisa menutup matanya, merasakan sensasi kehangatan yang dia rasakan saat ini. Kecupan yang Nathan berikan membuat dia bahagia. Wanita itu merindukan belaian tersebut, belayan dari orang yang sangat dia cintai, dari Pria yang sangat dia kasihi.
"Nathan aku sangat mencintaimu," Lee menitikkan air matanya, dia mengungkapkan semua isi hatinya bahwa dia sangat mencintai Nathan begitu dalam.
"Aku pun sangat mencintaimu. Aku bahkan tidak bisa hidup tanpamu, Sayang. Aku akan segera melamarmu sepulang dari Cina, kita pulang dari Cina dengan membawa serta Nenek ke sini," kata Nathan dengan senyuman yang manis.
"Aku sangat mengharapkan hal itu, aku sangat berharap kita bisa bersama, selama ini aku tidak mau terus-terusan seperti ini. Aku merasa sedih jika aku tidak bisa bersamamu," kata Lee Ji An dengan Isak tangisnya, dan kembali memeluknya dengan erat, tetapi tanpa Nathan sadari sepasang mata telah memperhatikannya.
Sesosok mata orangtua paruh baya selalu memperhatikan dari kejauhan.
Nyonya Lee langsung datang ke pintu rumah mereka, dan benar saja Lee masih dalam pelukan Nathan, mereka berdua masih terisak dengan Lee masih menangis di dalam pelukย Nathan. Dan Nathan pun hanya bisa memejamkan matanya, hati mereka karena mereka tidak bisa bersama di atas izin orangtua.
"Ya Tuhan mereka menangis, mereka menangis di pintu, mereka mungkin saling mencintai, mereka tersakiti oleh sikap kami. Tapi apalah daya, kami tidak bisa melihat Lee menangis lagi. Tidak akan kami biarkan kalian lebih dekat dari pada ini, aku tidak ingin melihat putriku menderita, karena kamu. Mungkin sekarang kamu mencintai putriku, tetapi jika saat itu tiba, masihkah kamu mencintai putriku, masihkah kamu akan bersama dengan Putriku? Aku yakin sebagai seorang ibu, Lee pasti akan sangat menderita ketika suatu saat nanti kamu pergi meninggalkannya, maafkan Ibu Lee. Putriku ini adalah jalan yang terbaik untukmu. Cepatlah lupakan dia, sebelum kamu menyukainya terlalu dalam," ungkap Ibu Lee di dalam hatinya, sambil menatap kedua sosok manusia yang kini sedang saling berpelukan dengan tangisan yang melirih.
Sebagai seorang ibu dia pun tidak tega melihat putrinya menangis seperti itu, tapi apalah dayanya rencananya adalah demi kebaikan putrinya sendiri, dia bersikap keras seperti ini demi kebaikan Lee Ji An sendiri. bukan demi apapun, bukan demi keegoisannya. Sebenarnya dia dan suaminya sangat mencintai Lee Ji An dan sangat menyukai Nathan, tetapi karena Nathan dari keluarga Liao. Karena itu mereka harus menghentikan hubungan mereka secepatnya.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Ibu Lee Ji An menetes sedih, melihat pasangan kekasih tersebut harus menangis seperti itu. Rasanya untuk menahan semua beban yang dirasakan.
Dengan segera wanita paruh baya itu menyeka air matanya, dia tidak boleh terlihat lemah di depan anak-anaknya.
"Lee! Apa yang kamu lakukan di depan pintu, membuat malu kedua orangtua," kata sang ibu kepada putri kesayangannya.
Lee dan Nathan begitu terkejut tatkala mendengar suara seorang ibu menyebut namanya, dan Nathan langsung melepaskan pelukannya. kini Lee dan Nathan merasa canggung dan malu, dan terkejut, itu membuat mereka serba salah.
"Sayang aku permisi dulu ya. Ibu aku permisi dulu, sampai jumpa lain waktu," kata Nathan sampai pergi meninggalkan Lee Ji an dan Nyonya Lee.
"Hati-hati di jalan, Sayang," ungkap Lee kepada Nathan. Kini Lee Ji An hanya bisa melihat punggung Nathan dengan perlahan menjauh dari pandangannya. Dan akhirnya Nathan masuk ke dalam lift Lee Ji An pun langsung masuk bersama sang Ibu ke dalam rumah.
Sesampainya di ruang tamu Lee Ji An langsung menangis dengan tersedu dan itu membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Ada apa lagi ini. Kenapa kamu menangis seperti itu?" kata sang ibu kepada putri kesayangannya.
"Inikah yang dikatakan Ayah dan Ibu sebagai bentuk rasa kasih sayang, kalian tega selalu bersikap dingin kepada Nathan, kalian tahu bahwa Nathan sangat tersakiti dengan perilaku kalian, kalian jahat sekali, kalian tega," Lee Ji An menangis dengan begitu lirih. Dia merasa sakit hati atas apa yang dilakukan oleh kedua orangtuanya kepada Nathan dan dirinya.
__ADS_1
๐๐๐
Hallo kak ... ayo jangan lupa takan jempolnya. Agar aku semangat untuk menulis.