Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Biarkan Pengantin Berdua


__ADS_3

Tiba-tiba saja ponsel pun berdering dan ternyata itu adalah ponsel milik Aboeji. Dengan segera Aboeji mengambil ponselnya dan menerima panggilan telepon tersebut. Ternyata itu adalah telepon masuk dari Lee Young Joon Putra sulungnya.


Dalam sebuah panggilan telepon.


"Aboeji bagaimana keadaan Lee sekarang?" tanya Lee Young Joon kepada sang Ayah, pria itu kini sedang mengemudikan kendaraannya sambil menelepon Ayahnya.


"Lebih baik, dia barusan sudah bercakap dengan pria itu, kami sudah bertemu dengan pria yang bernama Nathan, kami sudah melihatnya dan sudah menilai dia," jawab sang Ayah kepada Putra sulungnya.


"Jadi .... " ucapan Lee Young Joon terhenti dia begitu penasaran tentang apa yang yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, apakah kedua orang tuanya bersikap dingin atau menyambutnya dengan baik.


"Biasa saja dan dia sudah kembali ke kamarnya, Sekretarisnya menyusulnya karena menyuruh dia untuk beristirahat," kata Aboeji dengan nada yang pelan.


"Baiklah Aboeji kalau begitu aku ke Rumah Sakit sekarang," sahut Lee Young Joon.


"Untuk apa kamu ke Rumah Sakit? Istrimu ada di rumah, sudah kamu pulang saja ke rumah di sini sempit, di sini ada sofa cuma dua, dan satu untuk Aboeji satu dipakai untuk Eomoeni tidur, kamu malam ini beristirahatlah di rumah bersama istrimu, kalian membutuhkan istirahat juga, setelah beberapa hari kamu merawat adikmu jangan sampai kamu menjadi sakit," tutur sang Ayah kepada Putra sulungnya Aboeji memang memberikan kesempatan dan waktu agar kedua pengantin itu bisa bersama, maklumlah mereka bahkan langsung disibukkan menjaga adik kesayangan mereka, setelah mereka melakukan resepsi pernikahan.


Mereka berdua belum istirahat lama sekali, dan mereka berdua belum melakukan apapun bahkan ritual malam pertama pun mereka lewatkan, karena mereka harus menjaga Lee Ji An di Rumah Sakit. Jangankan berbulan madu, berpegangan tangan pun sepertinya mereka tidak sempat, apalagi saling mengecup manisnya madu cinta.


"Benarkah? Apakah Kim Mi So memang sedang ada di rumah," tanya Lee Young Joon kepada sang Ayah.


"Iya ... dia sedang di rumah. Sepertinya dia sedang memasak. Tadi katanya mau menyiapkan makan untuk kamu jadi kami pun tadi berangkat dan Ayah pikir kalian beristirahat saja malam ini di rumah, kita bergantian untuk menjaga Lee bagaimana," tutur sang Ayah kepada putranya.


"Mana bisa Ayah dan Ibu di Rumah Sakit sedangkan aku tidur nyenyak di rumah," Lee Young Joon menolak tawaran sang Ayah, ia tidak mau membiarkan Ayah Ibunya sakit.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, cuma semalam saja, besok aku dan ibumu akan pulang ke rumah dan kamu serta Kim Mi So berjaga di sini," tutur sang Ayah dengan suaranya yang lembut.


"Aku merasa tidak nyaman saja Aboeji," lirih Joon.


"Apanya yang tidak nyaman, ini semua demi kesehatan kita semua, kita harus berjaga bergantian kalau tidak kita semua akan ikut sakit, si Nathan itu pun sakit karena dia kurang beristirahat, jangan sampai kamu yang sakit, jika kamu yang sakit bagaimana dengan urusan perusahaan nanti," ungkap sang Ayah kepada putranya yang lumayan bandel itu.


"Baiklah kalau begitu Ayah, sampaikan salamku untuk ibu dan Lee, aku akan datang besok pagi," kata Young Joon kepada Ayahnya.


"Baiklah selamat beristirahat, Nak," Ayah pun langsung menutup saluran telepon tersebut lalu dia pun tersenyum kepada sang ibu.


"Bagaimana, apa Yong Joon mau ke sini?" tanya Eomoeni kepada suaminya.


"Aboeji sudah memerintahkan Joon untuk tetap diam di rumah, kasihan pengantin baru itu sudah terlanjur lelah, biarkan mereka berdua beristirahat, atau setidaknya biarkan mereka membuat Cucu untuk kita," ucap sang Ayah kepada sang ibu.


"Benar sekali, mereka berdua sudah sangat lelah menjagaku, aku merasa berdosa kepada mereka berdua Aboeji," kata Lee kepada sang Ayah.


Menjelaskan bahwa Lee Young Joon itu sosok kakak yang sangat baik dan bertanggung jawab begitu pula Kim Mi So.


"Beruntunglah Joon memiliki istri sebaiknya Mi So. Jadi mereka berdua cocok, tidak ada yang namanya kecemburuan, atau Iri ketika Lee Young Joon memperhatikan Lee, mungkin Mi So bahkan lebih daripada itu," tutur sang Ayah.


"Benar sekali, jelas terlihat bahwa Mi So sangat baik hati. Karena itulah Eomoeni sangat setuju ketika Lee memperkenalkan Mi So pada Joon," kata sang ibu kepada putrinya.


"Jadi bagaimana, apa kak Joon setuju untuk tinggal di rumah?" tanya Lee Ji An.

__ADS_1


"Bersyukurlah Joon mau, biarkan pengantin itu berdua dan beristirahat, sekarang Aboeji dan Eomoeni yang akan menjagamu Lee, kamu harus cepat sembuh, kita akan segera pulang ke Korea," ucap Aboeji kepada putrinya.


"Lantas bagaimana dengan Ryu Jin, apa yang harus aku katakan pada tetua. Ketika nanti aku pulang ke Korea dan membawa seorang bayi," Lee Ji An benar-benar merasa cemas apa yang dikatakan oleh ketua nanti.


"Katakan saja kamu mengadopsi bayi itu," ucap sang Ayah kepada putrinya.


"Adopsi?" Lee terkejut dengan ucapan sang Ayah. Tapi apalah dayanya, itu adalah Jalan satu-satunya supaya dia bisa pulang bersama Ryu Jin ke Korea dengan tenang aman dan tentram.


"Ya itulah jalan satu-satunya untuk menutupi aib kita dan Ayah belum mengijinkan kamu menikah dengan Nathan sebelum Ayah bertemu dengan Neneknya," kata sang Ayah kepada Lee Ji An.


"Aboeji Nenek Liao sangat baik kepadaku kenapa Aboeji masih saja merasa takut dan cemas, tidak usah terlalu mencemaskan hal itu, Nenek pasti akan setuju. Aku menikah dengan Cucunya," ungkapan Lee Ji An kepada sang Ayah.


"Belum tentu, kita belum bertemu kan, makanya kamu harus menjaga jarak dari Nathan, jangan kamu serahkan seluruh hidup pada pria itu, karena belum tentu Neneknya akan setuju kamu menikah dengan Cucunya," tutur sang ibu kepada putri kesayangannya.


"Aboeji dan Eomoeni selalu saja tidak percaya dengan apa yang Lee ucapkan, sebenarnya Lee tidak mengerti kesalah pahamannya itu ada di mana?" ungkap Lee Ji An kepada Ibunya.


"Aboeji malam ini biarkan Joon dan Mi So bersama, Eomoeni sudah tidak sabar ingin dapatkan Cucu dari mereka," kata sang ibu kepada sang Ayah, Ibu Lee benar-benar mengacuhkan Lee Ji An, Ibu tidak mau mendengar apapun yang ada sangkut pautnya dengan Nathan. Dan itu membuat Lee Ji An benar-benar merasakan kesedihan.


Ketika dia bertemu dengan Nathan. Kenapa sikap orang tuanya malah seperti ini kepadanya, dan kepada Nathan. padahal sudah jelas Nathan adalah orang yang sangat dia cintai dan Ayah dari bayinya.


Tetapi Lee sama sekali merasakan rasa sesak dalam dadanya, ketika bahkan melihat sang Ibu dan Ayahnya bersikap dingin seperti itu kepada orang yang dia cintai.


"Betul sekali Eomoeni biarkan Mi So dan Joon bersama, agar kita cepat mendapatkan Cucu yang lain, kita akan memiliki banyak Cucu. Ryu Jin dan yang lainnya, berdo'alah agar besok Ryu Jin bisa cepat keluar dari ruangan Intensif agar kamu bisa menggendongnya," kata sang Ayah kepada Lee ji An yang tadinya begitu sedih tiba-tiba berbinar ketika mendengar putra kecilnya disebutkan.

__ADS_1


"Aku ingin melihatnya buah hatiku. Aku ingin melihat Ryu Jin. Bisakah aku melihatnya sekarang!" Wanita itu memelas ingin sekali berjumpa dengan Putra yang sangat ia rindukan selama ini.


🎀🎀🎀


__ADS_2