
Hari ini Lee sudah pergi sendirian tanpa Yong Joon dan tanpa kim Miso. Dia hendak kembali ke kediaman keluarga kim Nana. Tetapi ia sendiri tidak mau merepotkan kim Nana. Nana adalah sepupunya Lee. Berbekal uang tabungan yang begitu tipis Akhirnya gadis sampai di Indonesia.
Matanya sudah sangat merah dan sembab karena dia menangis seharian. Di dalam pesawat pun terus menangis tanpa henti, ia benar-benar merasa sakit hati karena takdir, Tuhan mengujinya seperti ini. Tetapi anehnya walaupun dia terus-terusan menangis, kenapa air matanya seolah tak ada habisnya, terus-menetes membasahi pipinya.
Sesekali gadis itu mengelus lembut perutnya. Dia benar-benar merasakan kesakitan yang amat sangat, ketika mengingat bahwa sang Ayah bahkan ingin menggugurkan janin dalam perutnya.
"Bayiku, jangan sia-siakan pengorbanan Mamina. Jadilah anak yang kuat dan tumbuhlah selalu sehat. Mami menanti kelahiranmu, berjanji akan menyayangimu sepenuh hati. Walaupun tanpa seorang Ayah, kamu harus sehat, harus kuat, kita berdua pasti bisa hidup dengan bahagia," gadis itu benar-benar menangis dan tidak ada henti-hentinya, dia terluka oleh takdir yang mengujinya.
Kini Lee telah sampai di Indonesia, tepatnya di Bali, dan dia pun menuju ke kediaman Kim Nana. Seharusnya Kim Nana tinggal di rumah besar milik keluarganya, tetapi kim Nana memutuskan untuk membeli rumah yang lebih kecil daripada rumahnya. Karena Kim Nana ingin tinggal sendirian di rumah itu, dan rencananya Lee akan tinggal di rumah itu bersama Kim Nana.
Lee pun akhirnya masuk ke dalam rumah Kim Nana, tetapi pada saat Lee Ji An hendak masuk, ternyata di sana sudah ada Kim Nana dan Dokter Haikal. Betapa terkejutnya Lee Ji An saat mendapati sepasang kekasih itu sedang bermadu kasih. Lee Ji An benar-benar tidak mendengar desahan nafas dan deru nafas yang terjadi di ruangan itu, karena Lee mengenakan headset.
Karena itu Lee slonong Boy dan langsung masuk, ketika masuk ke dalam ruangan itu, dan mendapati sepupunya sedang bercinta bersama kekasihnya. Lee merasa malu melihat adegan itu, di mana Kim Nana sedang menari di atas tubuh sang kekasih. Lee ji an benar-benar tidak mau mengganggu aktivitas sepupunya itu. Dia pun dengan perlahan mundur dan keluar dari rumah itu. Dia benar-benar harus mencari sebuah rumah kontrakan, karena dia tak sanggup membeli rumah.
Setelah seharian mencari akhirnya Lee mendapatkan sebuah rumah sewaan yang lumayan tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil, dengan 2 buah kamar tidur, 1 ruang tamu ruang tengah, dapur dan 2 buah kamar mandi. Rumah itu adalah rumah yang dia sewa dan akan tinggal selama Lee jauh dari rumah keluarganya.
__ADS_1
Dia akan memulai hidupnya di sana, bersama buah hatinya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan tinggal di rumah seperti itu, padahal selama ini Lee selalu di berikan kemewahan oleh keluarganya, tetapi kini bahkan Lee sudah di coret dari daftar warisan, dan dia tidak di berikan uang sedikitpun untuk biaya hidupnya.
Berbekal uang tabungan yang dia miliki, Lee menyewa rumah itu, dan mungkin bisa cukup untuk biaya hidupnya selama satu bulan kedepan, tetapi untuk 1 bulan ke depan mungkin Lee bisa mencukupi semua kebutuhannya dari uang tabungan. Tetapi setelah itu Lee mungkin tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hidupnya jika tidak bekerja.
Jangankan melanjutkan kuliah Lee benar-benar tidak memiliki uang untuk masa depannya. Dia harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijazahnya, memang tidak lulus kuliah dengan betul karena itu ijazahnya tidak terpakai untuk sebuah perusahaan besar.
Status Lee di Indonesia adalah sebagai warga negara asing. Tetapi Lee harus mencari uang untuk biaya hidupnya, dia harus mengisi perutnya dengan makanan dan memenuhi kebutuhan buah hatinya kelak. Lee begitu bingung harus bagaimana, harus bekerja di mana, harus menjadi apa, sedangkan Lee sendiri kurang bisa berbahasa Indonesia. Karena dia hanya bisa berbahasa Indonesia sedikit saja.
Sampai akhirnya seseorang tiba-tiba datang menghampirinya, seorang wanita sebaya dengannya, dia memperkenalkan diri kepada Lee Ji An. wanita itu mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama Lee dan membantu semua keperluan Lee Ji An. Lee begitu terkejut dengan ucapan sang wanita itu, soalnya dia tidak mengenali wanita tersebut.
"Lele apa kamu orang asli Bali, atau memang kamu dari luar Negeri?" Tanya Lee Ji An kepada Lele.
"Aku lahir di Indonesia. Aku tinggal di Bali, karena memang di sini aku bekerja, Sebenarnya aku dari Jogja."
"Jogja itu di mana? Aku tidak mengerti, aku hanya tahu Indonesia itu suatu tempat saja, yaitu Bali, makanya aku datang kemari," tutor Lee sambil melihat Lele.
__ADS_1
"Tenang saja, ada aku. Jika kamu kesusahan tentang sesuatu hal, tanyakan semuanya padaku, aku akan membantumu merawatmu, merawat anakmu, membersihkan rumahmu, memasak untukmu, menjaga kamu dari segala hal yang akan membahayakanmu," tutur wanita itu sambil tersenyum kepada Lee. Lee sendiri merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Lele.
"Siapa yang mengirimmu ke sini?" Tanya Lee Ji An kepada Lele, pasalnya Lee tidak percaya kalau Lele datang sendiri. Lee yakin bahwa Lele adalah orang suruhan dari keluarganya untuk menjaganya.
"Aku ke sini di tugaskan oleh Lee Young Joon, aku bertugas untuk menjagamu, melindungimu dan membuat kamu hidup nyaman di sini, Kamu tidak usah memikirkan apapun masalah uang Lee Young Joon akan mengirimkan kepada rekeningku, dan kamu tidak perlu kesusahan memikirkan makanan. Lee Young Joon sudah mentransfer semua kebutuhan makananmu pada ku, jadi kamu tinggal makan saja, kamu tinggal makan tidur dan hiduplah bahagia di sini,"
"Benarkah, Oppa yang menyuruhmu menemaniku? Ya Tuhan Joon Oppa begitu baik padaku, aku telah mengecewakannya, aku sangat mencintaimu Oppa," sekali lagi Lee pun meneteskan air mata harunya. Dia benar-benar tidak menyangka Kakak kembarnya begitu menyayangi dia, sehingga Kakak kembarnya memberikan dia seorang teman untuk hidupnya di tempat baru.
"Sudahlah jangan menangis lagi, nikmati hidupmu dengan baik jangan terlalu sering menangis, tidak baik untuk pertumbuhan psikologi bayi yang kamu kandung, dia akan merasa stres jika mendengar ibunya menangis," ucap Lele sambil tersenyum manis ke arah Lee.
"Aku hanya menangis haru, aku bahagia karena aku memiliki kakak yang sangat baik,"
"Bersyukurlah karena Lee Young Joon benar-benar baik, dan dia menyayangimu," tutur Lele dengan senyumannya sehingga membuat Lee lebih merasa tenang, karena ternyata dia tidak benar-benar di tinggalkan.
Bersambung.
__ADS_1
Hallo kakak semuanya, sahabatnya Lee dan Nathan.. Jangan lupa like dan vote ya, supaya aku lebih semangat untuk update. Salam sayang dariku, Evangelin Harvey (Lee).