Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Sampai Kapan?


__ADS_3

Kini Nathan hendak berkunjung ke apartemen Lee, tetapi bahkan disana dia sama sekali tidak bisa banyak bicara, saat ini. Karena memang pada kenyataannya pada saat Nathan datang semua keluarga berkumpul di ruangan tersebut, dan tidak bisa membiarkan Nathan berbicara apapun.


"Nathan, Baby Ryu sudah boleh pulang, Dokter mengatakan dua hari lagi sudah Boleh dijemput," ungkap Lee Ji An kepada sang kekasih sambil tersenyum manis. Dan Nathan ikut bahagia walaupun bayi itu bukanlah bayinya, tetapi dia tetap akan mendukung apapun yang membuat Lee Ji An bahagia.


"Syukurlah kalau seperti itu, nanti kita jemput bersama-sama bayi kita," kata Nathan kepada sang kekasih tersenyum manis tetapi kedua orang tua Lee hanya terdiam saja sambil menonton televisi.


"Bagaimana dengan kondisimu sekarang, apa sudah mulai membaik, Sayang?" tanya Nathan kepada Lee Ji An.


"Aku sudah mulai membaik, memang bekas sesar ini masih terasa sedikit sedikit, namun tidak membuat aku terganggu dan aku menyikapi itu dengan santai, aku bisa beraktivitas lainnya," ungkap Lee Ji An kepada kekasih hatinya, Nathan pun merasa sangat bahagia tatkala mendengar kabar bahwa kekasihnya sekarang sudah mulai pulih.


"Tetap saja belum boleh bepergian jauh. Kamu harus banyak beristirahat dan tidur di rumah!" sang Ibu berkata dengan sangat jelas kepada putrinya. Dan Nathan langsung bisa menebak bahwa itu semua adalah himbauan untuk Nathan supaya tidak membawa Lee Ji An pergi ke Cina.


"Iya ibu," jawab Lee Ji An dengan suara yang lemah, lalu dia pun menundukkan wajahnya.


Tiba-tiba saja Lee Young Joon datang bersama Kim Mi So, mereka berdua sudah selesai memasak dan mereka mengajak seluruh keluarga untuk makan siang. Lalu mereka pun menyantap makan siang mereka dan berbincang selama di meja makan.


Tetapi tetap saja saat itu tidak ada pertanyaan atau mau ngajak Nathan berbicara kedua orangtua Lee Ji An masih diam acuh tak acuh dan seolah-olah menganggap Nathan tidak ada, beruntunglah sesekali Young Joon menyapa Nathan dan itu membuat Nathan merasa sangat bahagia setidaknya ada orang yang melihat dia berada di ruangan tersebut.


Lee Ji An pun merasa begitu senang, ketika setiap hari mereka berjumpa, bahkan sikap kedua orang tuanya masih saja seperti itu kepada Nathan. Entah apa yang harus dia lakukan supaya kedua orangtuanya menerima Nathan sebagai calon menantunya. Tetapi itu sangat berat, karena tidak ada itikad baik sama sekali dari kedua orangtua Lee untuk Nathan.

__ADS_1


Sampai Nathan pulang pun Lee Ji An hanya bisa menatap pundaknya Nathan dari kejauhan. Wanita itu menghela napas berat dan Nathan pulang dengan wajah sendu, belum terlihat ada harapan untuk hubungan mereka. Sampai kapan sikap kedua orangtua Lee Ji An seperti itu, kebanyakan Lee Ji An pun tidak tahu sama sekali.


Di sisi lain kini Nathan sudah masuk ke dalam mobilnya, diantar oleh sopirnya dia memang sudah mulai bekerja dia langsung berangkat ke kantor dari rumah Ji An tadi, dia hanya mampir sebentar untuk makan siang saja karena memang Lee mengajaknya untuk makan bersama, tidak disangka bahwa kedua orang tua Lee masih saja bersikap dingin kepadanya dan itu membuat dia semakin kepikiran.


"Sampai kapan sikap dingin itu terus menyapaku, aku ini beritikad baik untuk melamar Putri mereka, tetapi kedua orangtua Lee sama sekali tidak ada itikad baik kepadaku," lirih Nathan di dalam hatinya sambil menatap kearah kaca mobil di pinggir sebelah kirinya.


Sampailah kini dia di kantornya. Dia sudah disibukkan dengan berbagai jenis laporan karena selama beberapa hari dia memang tidak masuk ke kantor. Diperkirakan malam ini dia akan bekerja lembur sampai laporan itu selesai.


Nathan tidak mau menunda-nunda pekerjaan, dia ingin menyelesaikan semua pekerjaannya dengan secepat mungkin, tapi sesuai dengan kemampuannya yang ada. Tetapi selama dia bekerja dia sama sekali tidak merasakan tenang pikirannya soal keluarga Lee Ji An masih saja menghantuinya.


Pria itu bertanya di dalam hatinya. Sampai kapan sampai kapan sampai kapan dia tidak tahu. Sampai kapan kedua orang tua Lee memberikan sikap dingin kepadanya, itu sangat menyiksa hanya dia merasa tidak berharga dan rendah diri. Padahal kalau dilihat dari kariernya tersendiri, ia memiliki karier yang begitu cemerlang apalagi nama keluarga yang disandang begitu besar tetapi keluarga Lee Ji An sama sekali tidak pernah menghargai semua itu.


Nathan terlihat lelah dia pun hampir saja menyelesaikan semua pekerjaannya. Yuan Chuan datang dengan wajah yang marah. Dia tidak suka sahabatnya diforsir seperti itu, dia tidak suka sahabatnya bekerja terlalu lelah seperti itu. Yuan Chuan adalah temannya sekaligus Dokternya yang tahu kondisi Nathan seperti apa. Karena itu dia tidak suka kalau Nathan memforsir tubuhnya seperti itu, itu bisa sangat membahayakan untuknya.


"Eh cepat bereskan berkasnya, dan kita pulang dengan segera!" perintah Dokter Yuan Chuan kepada sang sahabat.


"Masih sisa beberapa berkas, tunggulah 1 jam lagi. Kamu duduklah di sana dengan santai," kata Nathan kepada sang sahabat.


"Tidak bisa, kamu harus secepatnya keluar dari ruangan ini, aku tidak mau kamu terus-terusan seperti ini, Kamu harus ingat bahwa kondisi fisikmu tidak sama dengan orang lain. Terlalu lelah membuatmu dalam bahaya," kata Dokter Yuan Chuan dengan sangat tegas.

__ADS_1


Nathan mengehela napas berat saat melihat sang sahabat, dia selalu menyimpan pensil yang dipegang.


"Aku hanya ingin merupakan sesuatu hal dengan kesibukanku, tapi ternyata itu sangat sulit," kata Nathan kepada Dokter Yuan Chuan.


"Tentang apa?"


"Tentang sikap keluarga Lee padaku, mereka masih saja mendiamkan aku, membuat aku seolah menjadi sebuah batu yang tidak berharga," kata Nathan dengan matanya yang sendu.


"Sudah tidak usah dipikirkan, yang penting sikap Lee kepadamu, kan yang akan kamu nikahi Lee bukan kedua orangtuanya," tangkas Dokter Yuan Chuan mencoba untuk menghibur Nathan.


"Tetapi tetap saja aku merasa tidak nyaman dengan sikap mereka, aku merasa sangat rendah diri," Nathan menghela napas berat ketika dia mengatakan hal itu.


Sebagai seorang sahabat Dokter Yuan begitu iba kepada Nathan. Tetapi dia tidak bisa berbuat apapun selain memberikan semangat untuk Nathan


"Sudah enggak usah diragukan. Bagaimana rencanamu pulang ke China bersama Lee?" tanya Dokter Yuan kepadanya.


"Lee mengatakan dia akan ikut denganku, pada saat masa nifasnya sudah menginjak 20 hari, aku bahagia karena ternyata Lee di dukung oleh kakaknya, setidaknya kami bisa berduaan, selama kita di Cina aku akan memperlakukannya sebagai seorang putri, eh bukan-bukan tetapi sebagai seorang Ratu, aku berjanji tidak akan membuat Lee kelelahan, disana aku hanya ingin mengenalkannya kepada rekan bisnis Nenek saja, setelah itu aku tidak akan membuat Lee lelah sama sekali. Aku berjanji akan menjaga kesehatannya sebisa mungkin," tutur Nathan kepada sang sahabat dan sahabatnya pun tersenyum dengan manis mendengar rencana yang Nathan utarakan.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2