Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kecurigaan


__ADS_3

Hoek. Lee Ji An langsung berlari ke kamar mandi, dia benar-benar merasa tubuhnya lemah, dan kepalanya begitu pusing, dia muntah begitu banyak di kamar mandi, tetapi isinya cuma air saja, karena Ia memang tidak makan apa pun dari kemarin.


"Ya Tuhan adiku pasti masuk angin, pekerjaannya begitu banyak, dan harus menyusulku ke sini juga," kata Lee Young Joon sambil menatap kearah sang adik, hendak mengikuti adiknya ke dalam kamar mandi, tetapi ternyata telah didahului oleh Nathan. Nathan langsung sigap mengunci kamar mandi tersebut, dan tidak membiarkan Lee Young Joon masuk ke dalam kamar mandi itu.


Kini tinggallah mereka berdua di kamar mandi. Lee Ji An, masih terus memuntahkan isi perutnya, tubuhnya terlihat begitu lemah, dia pun kini hanya bisa memejamkan mata. Karena rasa lelah dan mual itu terus menggerogoti lambungnya.


"Sayang, ini minum airnya," kata Nathan sambil memijat leher Lee Ji An dengan lembut, Nathan tidak tega, melihat kekasih hatinya tersiksa seperti itu. Nathan mencurigai sesuatu hal, dia lalu berpikir sejenak. Apakah kekasihnya itu sedang mengandung lagi buah hatinya?


"Terima kasih banyak, Nathan," kata Lee mencoba meneguk air pemberian Nathan. Lalu wanita itu pun duduk di atas kloset karena benar-benar begitu lelah dan lemah.


Kamar mandi di ruangan CEO memang bagus, sudah layaknya seperti kamar mandi hotel saja, karena itulah mereka berdua di dalam kamar mandi tidak merasa jijik sedikit pun.


"Sayang apakah ini karena buah hati kita? Apakah kamu sedang mengandung?" kata Nathan sambil menyentuh perut sang kekasih, dengan lembut.


Deg. Lee benar-benar merasa terkejut, jantungnya memacu begitu cepat, tatkala Nathan menyebutkan soal kehamilanya, dari mana Nathan tahu bahwa dia hamil, apakah Nathan sudah menghitung atau sudah mengira-ngira jauh sebelum hari ini terjadi.


"Dedek jangan membuat Ibu tersiksa, Sayang. Kasihan Ibu," kata Nathan sambil terus mengelus perut Lee Ji An dengan lembut, ia sebenarnya ingin mengatakan kepada Nathan, bahwa perkiraannya itu adalah benar. Tetapi entah kenapa mulutnya membisu, tidak bisa berkata apapun mungkin karena tubuhnya terlalu lemah.


"Sayang kamu tidak usah menjawab apa pun, aku sudah mengetahuinya bahwa di dalam sini ada cinta kita, betulkan. Sudahlah tidak usah mengangguk juga, aku sudah bisa menebaknya," kata Nathan lalu mengecup perut Lee Ji An dengan lembut, dan Lee hanya diam saja, melihat Nathan dengan tatapan penuh cinta. Sebenarnya dia sangat bahagia, prianya begitu perhatian kepadanya, apalagi kini Nathan langsung bisa menebak bahwa dia sedang mengandung.


"Benar sekali Sayang, aku sudah mengandung bayi kedua kita. Aku sedang mengandung buah hati kita, buah cinta kita sayangku. Andai saja kamu tahu bahwa aku sungguh bahagia bisa mengandung lagi, tapi sayangnya aku tidak bisa mengatakan itu kepadamu. Kini aku hanya bisa diam saja sambil merasakan betapa nikmatnya dimanjakan seperti ini olehmu," kata Lee Ji An, di dasar hatinya sambil menatap Nathan dengan tatapan penuh cinta.

__ADS_1


"Lelah sekali, ya?" tanya Nathan kepada sang kekasih, lalu Lee Ji An, pun mengangguk dengan lembut.


"Apa kita mau pulang dulu ke rumah, Sayang. Apa kita mau bertemu dengan Ryu Jin sebentar, tetapi akan aku tidak bisa membiarkan Ryu Jin kembali ke Jepang," kata Nathan sambil menatap sang kekasih.


"Aku ingin bertemu Ryu Jin, tetapi kalau kita berjumpa dengan Ryu Jin, kami pasti akan aku bawa pulang ke Jepang. Keluarga dari Jepang begitu mencemaskannya, mana bisa aku membiarkan Ryu berada di sini, dan melihat keluargaku di sana cemas," kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kalau begitu aku tidak akan membiarkan kalian berjumpa, nanti saja kalau kamu memang mau berjumpa dengan Ryu. Lain kali kamu datang ke sini atau aku akan menjemputmu tetapi tanpa kakakmu," tangkas Nathan dengan tatapan yang sendu, selalu membelai lembut rambut kekasihnya.


"Apa Ryu baik-baik saja?" tanya Lee Ji An merasa sangat penasaran.


"Tentu saja, Ryu yang sangat baik, dia seolah lupa dengan keluarganya, yang berada di Jepang. Dia sangat betah tinggal di Cina, karena memang ayahnya ada di sini. Apalagi yang dia cari," kata Nathan dengan senyumannya.


"Apakah dia tidak bertanya keberadaanku, atau merindukanku?" tanya Lee dengan lemah.


"Aduh mual sekali." Lee lalu kembali muntah.


Nathan sangat iba melihat kondisi kekasihnya seperti itu, terus-terusan muntah, dia ingin membantu, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya, bisa membantu agar mengurangi rasa mual, yang diderita oleh sang kekasih.


"Setelah ini kita ke Rumah Sakit Sayang, kita diperiksa sehingga kamu bisa segera meminum obat dari Dokter," kata Nathan sampai terus memijat leher Lee Ji An serta bahunya.


"Tidak perlu ke Rumah Sakit, apa kamu lupa akupun seorang Dokter. Tuhan ini sudah aku belikan obat, aku hanya kelelahan dan masuk angin itu saja," tangkas Lee Ji An kepada Nathan.

__ADS_1


"Tetapi aku tidak yakin, kamu masuk angin. Aku yakin kamu sekarang sedang mengandung bayiku, aku yakin seyakin-yakinnya," kata Nathan sambil kembali membelai lembut, perut sang kekasih dengan penuh kasih sayang.


Lagi-lagi Lee Ji An hanya terdiam, dan dia hanya bisa menelan sakit, apalagi sekarang dia sudah sangat lelah, terus-menerus muntah, dia ingin tidur sesaat. Wanita itu lalu memeluknya dan menyandarkan tubuhnya di dada Nathan.


Dengan perlahan, pria itu dalam menggendong sang kekasih, keluar dari kamar mandi. Lalu merebahkan tubuh lemas, Lee Ji An di atas sofa di dekat sang kakak.


"Lee kenapa, Sayang?" tanya Lee Young Joon dengan kecemasannya.


"Akan aku panggilkan Dokter," kata Nathan. Lalu Nathan segera menelepon Dokter.


"Besok kita akan segera pulang Sayang, jangan sampai kamu keterusan," kata Lee Young Joon dengan kecemasannya.


Tubuh Lee begitu lemah, dan kini dia hanya bisa memejamkan mata, dengan tubuh yang seolah tak bertulang.


"Sayang jangan menyiksa Ibu seperti ini," kata Nathan dalam hatinya. Nathan sangat yakin kalau Lee sedang mengandung. Walau Lee tidak mengatakan yang sebenarnya. Sebagai seorang ayah dia sudah tau bahwa ada darah dagingnya di rahim sang kekasih. Tunggu tanggal mainnya, maka dia akan mengatakan kepada semua orang bahwa dia sudah berhasil membuat Lee mengandung lagi. Mau tidak mau keluarga Lee pasti akan menyetujui hubungan mereka berdua. Tetapi hari ini bukanlah waktu yang tepat. Karena kemarahan Lee Young Joon akan sangat memuncak.


Karena itu Nathan harus menyusun rencana. Agar semua berjalan dengan lancar seperti semua keinginannya.


"Aku hanya masuk angin, jangan panggil Dokter," kata Lee perlahan.


"Aku sudah memanggil, Dokter," jawab Nathan.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bilang," kata Lee sambil menatap Nathan.


"Baiklah kalau begitu aku akan membatalkan Dokter untuk datang ke mari," sahut Nathan. Lee Ji An lalu mengangguk. Wanita itu dengan perlahan duduk dan membuka tas miliknya. Lalu meminum obat yang dia bekal dari rumah sakitnya.


__ADS_2