
Sebuah kegelisahan kini sudah menyelimuti mansion milik Nathan. Harusnya Hari ini adalah hari bahagianya bersama sang kekasih, karena hari ini adalah hari yang paling dinantikan. Dimana mereka akan melangsungkan sebuah resepsi pernikahan yang sangat meriah.
Bayangkan saja lima ribu kartu undangan sudah tersebar, dan tamu undangan pun sudah mulai berdatangan, tetapi Nathan kini malah masih duduk di rumah bersama sang nenek.
Kegelisahannya pun mulai menjadi, ketika sang nenek kini mulai demam dan menggigil kembali.
"Nenek ... bagaimana ini? Apa yang akan terjadi, aku sungguh ketakutan," kata Nathan dengan seribu kecemasannya, pria itu bahkan sudah siap dengan taksido putih yang sudah dia kenakan. Tetapi dia masih belum bisa berangkat, karena sang nenek bahkan terkulai lemas tak berdaya.
"Pergilah Nathan. Jangan hiraukan nenek. Nenek sungguh tidak kuat, kepala Nenek sakit, rasanya mau pecah," kata nyonya Liao memerintahkan cucunya untuk berangkat bersama rombongan.
Benar sekali, keluarga besar Nathan, kerabat jauh Nathan dari Cina sudah berdatangan ke Indonesia, dan sudah menginap di mansion termasuk Dokter Yuan Chuan dan adiknya Agatha Chuan.
Gadis yang bernama Agatha memang kemarin sempat merajuk dan terlihat begitu kesal, mendengar pertunangan Nathan. Tetapi dia menyadari bahwa cinta tidak harus memiliki, karena itulah Agatha ikhlas dan datang ke Indonesia hanya untuk menemani Nathan melamar Lee sebagai istrinya.
Walau hati Agatha sakit, tapi dia menguatkan diri karena dukungan sang kakak Dokter Yuan Chuan. Akhirnya dia bisa kuat dan tangguh sehingga bisa datang ke tempat ini. Tapi kini semua malah menjadi sebuah dilema untuk Nathan. Pria itu tidak mungkin meninggalkan sang nenek begitu saja, dia tidak mungkin menikah tanpa neneknya.
Tetapi apa mau dikata, neneknya sakit dan tidak bisa bangun sama sekali, karena itu dia harus segera berangkat ke hotel yang sudah ditentukan. Kecemasannya pun kini bertambah parah ketika sang nenek bahkan memejamkan matanya karena rasa sakit di kepala yang sudah menderanya.
"Bagaimana ini Yuan, aku sangat takut terjadi sesuatu hal kepada Nenek, bahkan ini adalah hari pernikahanku, kenapa Nenek harus sakit seperti ini. Ya Tuhan kepalaku sakit melihat Nenek seperti ini, dan aku pun tidak kuasa harus pergi ke sana tanpa Nenek," kata Nathan mencoba berbicara kepada Dokter Yuan Chuan.
__ADS_1
Dokter Yuan sudah memeriksa keadaan nenek Liao dan memang tekanan darahnya tinggi, sampai 230/140 dan itu akan membuat pembuluh darahnya pecah jika dipaksakan, saat ini pun nenek sudah dirawat dirumah dengan Dokter dan beberapa Suster yang merawatnya.
"Sebaiknya kita berangkat saja, dari pada kamu terlambat datang ke pesta pernikahan. Apa kamu tidak kasihan kepada Lee Ji An, dia pasti menunggumu," kata Dokter Yuan kepada Nathan.
"Bagaimana ini Yuan, aku tidak mungkin menikah tanpa Nenek, dia adalah segalanya untukku, saat ini Nenekku sakit, apa iya aku harus berbahagia?" Kecemasan sudah menyelimuti tubuh pria itu, pikirannya sungguh melayang entah kemana, dia tidak bisa lagi berpikir positif untuk saat ini.
"Nathan," ucap nenek Liao dengan suara yang rendah.
"Ya Nenek, Nathan ada di sini, Nek," jawab Nathan kepada nenek kesayangannya.
"Cucuku, jangan hiraukan keadaan Nenek saat ini. Berangkatlah ke pernikahan, kamu harus mendapatkan kebahagiaanmu, Sayang. Nenek akan baik-baik saja di sini, maaf Nenek tidak bisa berangkat dan menemanimu ke sana," kata nyonya Liao dengan tubuh yang bergetar, kesakitan yang dia rasakan karena depresi yang selama ini mendera pikirannya.
"Nenek sebenarnya apa yang membuat jadi seperti ini? Adakah yang tidak aku ketahui, Dokter mengatakan bahwa nenek depresi. Apa yang membuat anda depresi, tolong beri tahu Nathan hal ini?" kata Nathan kepada sang nenek dengan seribu tanda tanya yang ada di pikirannya.
"Nenek tidak bisa menjelaskan sekarang, tidak sanggup bahkan untuk menceritakan semuanya," kata sang nenek dengan mata berkaca-kaca, tubuh wanita renta itu sudah sangat lemah, tekanan darah tingginya sudah membuat kepalanya sekolah hampir pecah.
"Apa sebenarnya yang terjadi, karena nenek harus terus merahasiakan semua ini kepadaku." Nathan menjadi sangat penasaran dibalik semua sakit sang nenek, apa gerangan yang membuat nenek menjadi depresi.
"Cucuku, aku menyayangimu karena itulah aku menginginkanmu menikah dengan Lee Ji ah, sudah pergilah jangan tanyakan apa pun lagi. Hatimu akan sakit jika kamu mengetahui semuanya," kata sang nenek sambil memejamkan mata, wanita paruh baya itu sudah tidak tahan, bahkan untuk sekedar memandang cucunya.
__ADS_1
"Jangan seperti ini, Nek. Harusnya ini adalah hari bahagia kita semua, kenapa Nenek tiba-tiba terlihat begitu sedih seperti itu?" Nathan sekali lagi bertanya kepada sang nenek tentang masalah yang tidak diketahui.
"Tidak ada apapun yang harus aku ceritakan untuk saat ini, aku sebagai nenekmu hanya ingin mendukungmu dan membuat kamu bahagia, itu saja," kata nenek Leao dengan tetesan air matanya. Wanita itu memang memejamkan mata, tetapi air matanya mengalir begitu deras, sehingga membuat Nathan terheran dan menjadi sangat gelisah serta tidak karuan, pertanyaan Nathan bertumpuk. Ada apa gerangan? Apa yang sebenarnya terjadi, hal apa yang tidak dia ketahui.
"Nenek menangis seperti itu, membuat aku benar-benar gelisah. Katakan saja apa sebenarnya yang terjadi?" Nathan berharap neneknya bisa jujur kepadanya, tetapi lagi-lagi neneknya hanya menangis sambil memegang kepalanya, terlihat bahwa dia kesakitan dengan semua yang terasa saat ini.
"Nenek tenang jangan seperti ini. Nenek tarik napas dan jangan menangis seperti itu," kata Nathan dengan kecemasannya.
"Nenek tenanglah! Nenek tidak boleh seperti ini, ini malah akan membahayakan Nenek," kata Dokter Yuan Chuan kepada nyonya Liao.
"Apakah yang terjadi dengan Nenek, bagaimana ini Yuan? Lihatlah Nenek seperti ini membuat aku sungguh ketakutan," kata Nathan sambil menatap sahabatnya dengan kecemasannya.
"Ini tidak baik untuknya, jika di terus seperti ini, sudah sebaiknya kamu berangkat saja ke tempat pernikahan, biar aku yang mengurus Nainai," kata Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
"Apa maksudmu, aku adalah cucunya. Cucu satu-satunya dan Nenek adalah Nenekku satu-satunya, keluargaku yang sangat berharga. Sekarang kamu menyuruh aku pergi ke sana meninggalkan beliau sendirian, apa kamu waras," kata Nathan dengan tetesan air matanya.
"Nathan tapi Lee Ji An menunggumu di sana, apa kamu tidak kasihan pengantin perempuan menunggumu, dan pernikahan ini bisa batal jika kamu tidak datang," kata Dokter Yuan Chuan dengan nada yang tinggi, membuat Nathan berpikir, benar sekali pernikahannya pun begitu penting, tidak mungkin dia meninggalkan Lee Ji An begitu saja.
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g
__ADS_1