
Aku melangkah masuk kedalam sebuah perusahaan, yang baru aku ketahui. Andai 6 tahun lalu aku mengetahui bahwa ini adalah perusahaannya Nathan, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Andai 6 tahun lalu aku bertemu dengan Nathan, maka kami sekarang mungkin sudah bahagia.
Tetapi pada kenyataannya kini bahkan semuanya tidak berjalan dengan lancar, karena aku dan Nathan tidak berjumpa enam tahun tahun lalu, padahal aku sudah mencarinya, tetapi kenapa tidak terpikir bahwa Nathan ternyata memiliki sebuah perusahaan yang sangat terkenal di kota Tiongkok.
Jika saja Tuhan mempertemukan kita dahulu, pada saat aku mengandung anak pertamaku, mungkin saat ini aku akan bahagia, karena mengandung bayi kedua kami. Namun pada kenyataannya sekarang saja aku telah mengandung bayi kedua kami, dan ternyata aku merasakan dilema yang luar biasa.
Kehamilanku selalu menjadi bencana untuk keluarga, kehadiranku selalu menjadi sebuah aib untuk orang yang aku sayangi. Maka pernikahanku pun selalu gagal. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi menyikapi nasibku yang buruk seperti ini.
Jujur aku katakan bahwa aku sangat mencintainya, teramat sangat mencintainya. Nathan adalah satu-satunya pria yang sudah membuat aku tergugah, sudah membuat aku rela melakukan apapun.
Dan kini hatiku campur aduk, antara sedih dan senang, sedih karena aku harus mengandung diluar nikah lagi untuk kedua kalinya, dan membuat aib keluarga untuk kesekian kalinya, dan bahagia karena aku mengandung bayinya Nathan kembali, karena mengandung bayi dari pria yang sangat aku cintai di dunia ini.
Kini aku melangkah masuk kedalam kantor milik Nathan, terlihat bahwa Sekretaris Chen menyambutku dengan begitu ramah.
"Silakan masuk Nyonya Lee. Apakah anda lelah? Perjalanan anda cukup panjang?" seru Sekretaris Chen menyapaku. Aku hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalaku.
"Terima kasih banyak Sekretaris Chen. Apakah Kakakku ada di sini juga?" Aku bertanya kepadanya dan Sekretaris Chen senyum manis.
__ADS_1
"Benar sekali beliau sudah menunggu di sini selama 3 hari, dan dikabarkan hari ini Tuan Nathan akan pulang dan menemui anda. beserta kakak anda," jawab Sekretaris Chen sambil menatap ke arahku dengan ramah.
"Benarkah, memangnya Nathan dan Ryu Jin berangkat ke mana, sampai-sampai dia tidak menemui Kakakku. Bukan Kakakku juga manusia, menunggu selama tiga hari sampai dia terlunta-lunta, itu keterlaluan. Aku ingin berjumpa dengannya, katakan aku tidak memiliki waktu yang lama," kataku sambil mencoba untuk berjalan masuk kedalam sebuah ruangan yang bertuliskan ruangan CEO.
"Baiklah, akan segera saya katakan kepada beliau, anda tunggu dengan nyaman di dalam Nyonya," kata Sekretaris Chen dengan keramahannya.
Aku pun mengangguk dengan sedikit memberikan senyum yang manis, aku tidak mau terlihat tidak ramah di hadapan pegawainya Nathan. Karena pada kenyataannya aku bukanlah orang yang seperti itu, aku masuk ke dalam ruangan tersebut dan terlihat Young Joon Oppa sudah tersenyum ke arahku, dia langsung berdiri menyambut kedatanganku, dan benar kebahagiaan sudah tercermin di wajahnya.
"Kamu lelah, lihat wajahmu pucat sekali, ayo sini duduk. Semoga dengan kedatanganmu kali ini Nathan bisa menemui kita," kata Kak Lee Young Joon kepadaku.
"Kalau begitu duduklah Sayang, di sini. Ini ada minuman kamu minum dulu, Oppa tidak mau kamu sampai sakit," kata Kak Young Joon kepadaku, terlihat bahwa kakakku begitu mencemaskan aku, aku sangat beruntung memiliki Kakak seperti dia yang selalu memperhatikan aku dimulai dari kecil sampai hal yang besar.
Aku duduk diam sambil meneguk minumanku, dan menunggu sekitar 30 menit lamanya, sampai akhirnya sebuah pintu pun terbuka, dan terlihat seorang pria yang begitu tampan masuk ke dalam ruangan ini, siapa lagi kalau bukan pria yang sangat aku cintai, dia itu adalah Nathan orang yang sangat berarti untuk hidupku.
"Nathan," seruku dengan perlahan sambil menatap kearahnya, dengan penuh Kerinduan. Benar ... aku merindukan pria itu. Aku sudah tidak bisa membendung rasa rindu ini. Tetapi semua itu harus bisa aku tahan sekuat tenagaku, karena aku tidak boleh terlalu dekat dengannya apalagi dihadapan Kakakku.
"Sayang," sapa Nathan sambil menghampiriku, dia langsung menggenggam tanganku dengan lembut, mengecup punggung tanganku, lalu memelukku. Tetapi tiba-tiba saja genggaman tangan Nathan ditepis oleh Lee Young Joon Oppa.
__ADS_1
Sangat jelas terlihat bahwa Kak Young Joon tidak menyukai Nathan, sama sekali memang benar kak Young Joon teramat sangat marah dengan perilaku Nathan setelah menggagalkan pernikahanku. Nathan pun membuat Kakakku menunggu dia selama 3 hari, wajar saja kalau kakak benar-benar marah kepada Nathan.
"Lepaskan tangan kotormu dari tangan adikku yang suci, aku sudah tidak sudi melihat kalian berdekatan seperti itu lagi, jangan lagi kamu membuat alasan atas nama cinta untuk menghancurkan hidup adikku, gara-gara kamu masa depan adiku hancur, pernikahannya gagal lagi" kata kak Lee Young Joon dengan nada yang sangat kencang, menepis tangan Nathan dengan begitu kasar, aku tidak tahu bahwa kak Young Joon bisa begitu marah kepada Nathan seperti itu. Sampai terlihat sangat jelas wajahnya memerah menahan semua amarah yang ada di dalam tubuhnya.
"Apa maksud Kakak, kalo memang gara-gara pernikahan itu Kakak jadi marah kepadaku, maka aku berkenan untuk menikahi adik kakak sekarang juga," lirih Nathan sambil menatap Kakakku dengan tatapan mata yang begitu merah, sepertinya Nathan pun begitu marah dengan ucapan kakakku.
Kini aku tidak bisa lagi untuk berkata apapun, aku berada di satu sisi yang sangat membingungkan, dua sisi yang begitu menyudutkan. Satu sisi aku begitu menyayangi Nathan, dengan sepenuh hatiku bahkan kebahagiaan yang akan aku katakan padanya tentang kehamilanku tidak bisa kuungkapkan, karena di sisi lain aku pun tidak tega untuk melukai hati yang Young Joon Oppa jika aku sampai menyakiti hatinya dengan lebih memilih Nathan.
Aku tahu semua rasa sakit yang dirasakan oleh Kakak dan keluargaku, karena itu aku. Tidak pantas aku menambah beban mereka mereka, keluargaku sudah cukup menderita karena perbuatanku, karena itu aku lebih baik diam dan tidak bisa berkata apapun lagi.
Ingatkan aku untuk semua kebimbangan ini,
aku memang menyayangi kalian berdua. Nathan dan keluargaku. Aku tidak bisa memilih Nathan demi keluargaku, tetapi aku begitu menyayanginya, apa yang harus aku lakukan sekarang. Rasanya semua begitu memberatkan hatiku. Aku terasa begitu lemah, tubuhku benar-benar terasa rapuh aku terduduk disofa dengan mata yang berkaca-kaca, kulihat mereka berdua penuh amarah dan aku hanya bisa diam.
"Hoekk," aduh di saat seperti ini aku malah mual, mual sekali rasanya aku tidak tahan.
"Hoekk."
__ADS_1