
Dokter Yuan Chuan begitu bahagia mendengar kabar soal pertunangan Nathan dan Lee Ji An. Dia sebenarnya ingin sekali datang ke Indonesia sekedar untuk mengucapkan selamat kepada sahabatnya tercinta. Tetapi sayangnya dia tidak bisa mengucapkan hal tersebut dikarenakan dia harus tetap di Cina dan menguatkan hati adiknya.
Agatha Chuan yang telah mengetahui acara pernikahan tersebut akhirnya mengamuk dia membanting seluruh barang yang ada di kamarnya, wanita itu menangis sejadi-jadinya dia tidak tahu harus berbuat apa, rasanya sakit, ketika sang kekasih yang sangat dia harapkan untuk mendampingi dirinya seumur hidupnya kini bahkan malah bertunangan dengan wanita lain.
Saat ini Agatha sudah terbaring lemas tak berdaya. Karena dia sudah mencoba untuk mengiris urat nadinya tetapi untunglah kejadian ini diketahui oleh sang kakak dan Dokter Yuan Chuan langsung mengobati sang adiknya tercinta.
"Sudahlah, sabarkan hatimu, ikhlaskan semua. Laki-laki itu banyak bukan cuma Nathan," kata Dokter Yuan Chuan kepada adiknya.
"Bagaimana aku mau ikhlas, kalau hatiku sakit seperti ini, aku seolah merasakan sebuah kehancuran, tidak bisa hidup tanpa Nathan, Yuan Gege." Gadis itu menangis dengan tersedu, walaupun tubuhnya terlihat begitu lemas tapi air matanya tidak bisa
di bendung lagi.
"Kamu harus sadar, Nathan tidak mencintai kamu Adikku, dia mencintai adalah Lee Ji An sekarang sudah menjadi tunangan secara resmi," kata Dokter I Yuan Chuan mencoba mengingatkan sang adik bahwa perbuatannya itu semua percuma saja.
"Tetapi aku sangat mencintai Nathan Gege, apa salahku sehingga Nathan Gege sangat tega mengabaikanku?" Isak tangis gadis itu bisa terdengar, suara lembut sang gadis yang kini menangis begitu lirih. Sedangkan Dokter Yuan sendiri hampir saja meneteskan air matanya, karena tidak tega melihat penderitaan sang adik seperti itu.
"Sudah kukatakan Nathan mencintai Lee, dia tidak akan goyah oleh siapapun, termasuk dirimu," kata Dokter Yuan Chuan menjelaskan kepada sang adik.
"CUKUP!" jerit Agatha Chuan dengan sangat lantang, membuat Dokter Yuan Chuan terkejut. Ada apa dengan adiknya sehingga bisa sampai menjerit sekencang itu.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Kenapa menjerit seperti ini, mulailah bersabar dan menerima kenyataan bahwa memang Nathan itu tidak bisa menjadi milikmu." Dokter Yuan Chuan kembali mengingatkan tentang kenyataan yang sekarang sedang dihadapi.
"Gege tidak menyayangiku? Kenapa Gege malah membela Nathan, dan perempuan itu dari pada membela dan mendukungku?" Wanita itu kembali berteriak menjerit sejadi-jadinya. Karena rasa sakit yang dirasakan bahkan lebih bersih daripada ini.
Agatha Chuan sudah mencintai Nathan sejak lama, bahkan bisa dibilang sejak kecil tetapi Nathan sama sekali tidak memiliki rasa sayang sebagai kekasih untuknya, rasa sayang yang memiliki untuk Agatha hanya rasa sayang sebagai teman saja.
"Aku menyayangimu. Siapa yang mengatakan bahwa aku tidak menyayangimu, buktinya sekarang aku tidak datang ke Indonesia, untuk menghadiri acara pertunangan Nathan dan Lee, aku berada disini untuk memberikan dukungan padamu. Aku tidak ingin membiarkan kamu sendirian, Ini bukti rasa sayangku kepadamu. Aku harus berbuat apalagi agar kamu tahu. Betapa aku menyayangimu adikku," kata Dokter Yuan kepada sang adik.
"Kalau Kakak memang menyayangiku, tolong tolong sekali lagi buatlah mereka berpisah," pinta sang adik kepada kakaknya.
"Itu tidak akan bisa aku lakukan. Nathan sudah mencintai Lee begitu dalam. Bahkan mereka sudah memiliki seorang bayi, kamu harus mengerti bahwa hubungan mereka itu sangat spesial, limited edition jarang ada orang yang berhubungan seperti mereka berdua," kata Dokter Yuan Chuan sambil menggenggam lembut dengan adiknya.
"Sabarlah Agatha, kamu tidak boleh seperti ini. Ya Tuhan apa-apaan kamu itu sudah seperti cacing kepanasan saja," tutur Dokter Yuan mencoba memeluk sang adik agar adiknya tidak kembali berontak.
"Lepaskan! Untuk apa kamu meluk aku, kalau kakak tidak sayang kepadaku." Agatha Chuan berontak, wanita itu tidak mau dipeluk oleh kakaknya. Karena rasa sakit hati yang dirasakan tidak sebanding dengan sebuah pelukan saja.
"Aku hanya ingin kamu tenang adikku, aku mohon jangan membuat aku cemas seperti ini," kata Dokter Yuan sambil menyodorkan satu tablet pil vitamin untuk adiknya.
"Aku tidak mau minum obat, aku bukan orang gila, aku masih waras, untuk apa aku minum obat?" Agatha Chuan terus mengamuk, dia tidak bisa menahan semuanya sendirian, dia harus berusaha untuk tegar karena itu jalan satu-satunya untuk dia merasa tegar yaitu dengan cara memutuskan pertunangan Nathan dan Lee.
__ADS_1
"Cukup! Kamu tidak bisa mengamuk terus-terusan seperti ini. Ingat kamu itu orang yang waras, bukan orang yang sakit jiwa, berpikirlah secara logis bahwa cinta itu tidak harus selalu memiliki," ungkap Dokter Yuan Chuan kepada sang adik.
"Aku waras Gege, karena itulah aku masih merasakan rasa sakit ketika Nathan Gege kini sedang bertunangan bersama wanita lain, wanita yang baru dikenal," kata Agatha Chuan dengan suara yang lantang.
"Aku harus bagaimana untuk meyakinkan kamu, bahwa laki-laki itu banyak, bukan cuma Nathan," kata Dokter Yuan Chuan tegas.
"Kamu terlalu berisik ya. Aku tidak mau kamu ada di sini, keluar dari kamarku. Aku tidak mau kamu terus memberikan aku kata-kata yang menyakitkan seperti itu," jerit Agatha dengan tangisannya.
"Tidak bisa aku biarkan Kamu sendiri yang seperti ini, minumlah obatmu, tenang Dek!" kata Dokter Yuan berusaha untuk memberikan obat penenang untuk sang adik.
"Aku tidak mau minum obat, aku sehat. Aku tidak sakit, tapi kamu malah tega kamu anggap aku sebagai orang gila, Kak." Wanita itu terus menangis sejadi-jadinya, sampai akhirnya dengan cepat Dokter Yuan Chuan menusukkan jarum suntik tepat di pahanya.
"Apa ini aduh, kamu telah menyakitiku Kak.' Agatha merasa kesakitan ketika jarum suntik itu kini telah menusuk di di atas pahanya.
"Maafkan aku, kamu harus tidur adikku, kamu harus tenang, tidak ada cara lain selain ini," kata Dokter Yuan Chuan kepada sang adik tercinta.
"Kamu jahat, kamu keterlaluan Kak," kata Agatha Chuan dengan suara yang mulai melemah, wanita itu berkata dengan lemah.
"Maafkan aku Agatha, ini jalan satu-satunya biar kamu cepat tidur, Kakak harap kamu akan bangun dan tidak mengamuk lagi seperti in, karena kalau kamu mengamuk maka aku kan kembali memberikan suntikan itu kepadamu." Pria itu melihat sang adik yang kini mulai memejamkan matanya. Agatha Chuan yang tadinya menangis sekarang sudah mulai tertidur dengan lelap.
__ADS_1
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄🎄g