
Lee sudah meminum obat mualnya. Tubuhnya masih lemas tetapi dia harus bertahan. Dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan kedua pria kesayangannya.
"Nathan kenapa kamu baru datang, tidak tahu kah aku datang sedari tiga hari lalu?" tangkas Lee Young Joon kepada Nathan.
"Saya sedang berlibur dengan Ryu Jin, maaf apa tujuan kakak datang ke sini?" tanya Nathan.
"Jelas saja ingin menjemput putraku," kata Lee Young Joon.
"Putra siapa?" Nathan terkekeh.
"Putraku, dan tercatat secara hukum," kata Lee Young Joon.
"Aku adalah Ayah kandungnya, dan anda adalah pamannya," kata Nathan.
"Tetapi kamu tidak berhak untuk mengambil Ryu Jin dari kami, aku akan mengugat kamu kalau begitu,"
"He he he. Silahkan kalau kakak mau menggugat aku, aku pun tidak akan takut, sudah jelas Ryu Jin adalah darah dagingku, dan kami sudah melakukan test DNA sebanyak 3 kali, dan hasilnya sama saja, Ryu Jin adalah keturunan keluarga Liao yang sangat berharga," tangkas Nathan dengan bangga.
"Tidak bisakah kalian tidak bertengkar, kepalaku sangat pusing mendengar pertengkaran kalian," sela Lee Ji An sambil memejamkan matanya, karena jujur saja kepalanya semakin pusing melihat kekasih dan kakaknya berseteru seperti itu.
__ADS_1
"Ingatlah tujuan kita datang ke sini untuk apa Lee, untuk mengambil di Ryu Jin kita," kata Lee Yong Joon kepada sang adik.
"Iya benar sekali Kak. Tapi tunggu sampai aku benar-benar agak enak baru kita bahas lagi," kata wanita itu sambil mencoba membuka matanya, kalau dia bangun dan mengambil air yang ada di meja.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Nathan kepada sang kekasih.
"Aku sebenarnya baik-baik saja, cuma masuk angin, tetapi lihat saja, kalian yang tidak baik, kalian yang hanya bertengkar terus-menerus bahkan ingin membawa Ryu Jin-ku ke pengadilan. Sekarang Nathan coba bawa ke sini biar kan Ryu Jin memilih apakah dia mau bersamaku atau bersamamu. Kalau dia memang ingin bersamamu maka kami akan segera pulang," ungkap Lee Ji An kepada sang kekasih.
"Kenapa kamu berkata seperti itu, mau pulang atau tidak, kita tetap harus membawa pulang Ryu Jin kita, karena itu adalah hak kita, Ryu adalah kesayangan keluarga Lee," tangkas Lee Young Joon kepada sang adik.
"Apa? Kesayangan keluarga Lee. Tunggu Ryu Jin juga kesayangan keluarga Liao. Bukan cuma keluarga Lee yang sayang sama Ryu Jin. Di sini semua orang menyayangi Ryu Jin bahkan dia adalah pewaris di sini," tutur Nathan tidak mau kalah.
"Ryu Jin anak kandungku, aku sudah mengingat semuanya Kakak, kalian menyembunyikan identitas Ryu Jin dariku, kalian mengatakan bahwa Ryu Jin adalah anak adopsi kepadaku, apa kalian lupa hal itu." Nathan berkata dengan amarahnya, kini Nathan memang sudah mengingat masa lalunya. Mengingat bahwa keluarga Lee selama ini sudah menyembunyikan identitas Ryu Jin selama hari Ryu Jin masih bayi, dan di Rumah Sakit.
"Itu karena."
"Apa? Apa maksudnya menyembunyikan identitas? Jadi selama ini kamu tidak tahu kalau Ryu Jin adalah putramu?" tanya Lee Ji An kepada Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Benar sekali, tanyakan sendiri kepada kakak dan keluargamu. Kenapa hal itu bisa terjadi, mereka mengatakan bahwa Ryu Jin adalah anak adopsi dan Lee Ji Nan adalah satu-satunya putriku. Mereka ingin memisahkan aku. Beruntunglah aku sendiri bisa mengenal dengan jelas mana darah dagingku," kata Nathan sambil menatap kekasihnya dengan mata yang sendu, mengingat betapa sedihnya dia mengingat masa lalu karena keluarga Lee membohongi dirinya.
__ADS_1
"Kakak, apakah itu semua benar, kenapa kalian menyembunyikan identitas Ryu Jin selama ini?" Lee Ji An merasa kecewa terhadap sikap Kakak dan keluarganya.
"Ini semua karena permintaan ayah Lee, waktu itu ayah takut Nathan mengambil Ryu Jin seperti ini, karena itulah kami menyembunyikan identitas Ryu Jin selama di Rumah Sakit dulu, tetapi itu kan sudah lama sekali, kenapa harus diungkit lagi?" kata Lee Young Joon sambil menggenggam tangan sang adik, Lee Ji An lalu menepis tangan sang kakak, dia terus menangis dengan tersedu, ia merasa kecewa saja. Kakaknya bisa berbohong seperti itu kepada Nathan.
"Sepertinya Oppa lupa, bahwa selama ini bahwa aku mengandung Ryu Jin aku mencari Nathan kemana-mana, tapi aku tidak menemukannya, ketika Nathan datang pada saat persalinanku, aku begitu bahagia, aku menjelaskan pada dia betapa bahagianya aku melahirkan Ryu Jin. Kenapa Kakak tidak membagi kebahagiaan itu kepada Nathan, malah memberikan kesedihan kepada Nathan dengan memberikan kabar bahwa Nathan dan keluarga Liao telah kehilangan putri mereka satu-satunya, padahal ada pewaris lain, kenapa aku merasa kecewa seperti ini, kalau begitu kita tinggalkan saja Ryu Jin di sini. Ayo kita pulang sekarang," kata Lee Ji An dengan tangisan yang melirih.
"Lee tolong maafkanlah Oppa, tidak bermaksud seperti itu, tapi itu kondisinya sedang tidak baik ayah ...."
"Sudahlah. Ayo sekarang kita pulang saja, dari sini. Biarkan Nathan bersama Ryu Jin menikmati masa-masa indah mereka berdua. Lain kali saja kita jemput Ryu Jin," kata Lee Ji An mencoba menyeka air matanya.
"Sayang kenapa harus pergi sekarang, kondisi kamu sedang tidak baik, sekarang kamu harus beristirahat dan sebaiknya kamu berobat ke Rumah Sakit. Ayo cepat," kata Nathan dengan kecemasannya, sebenarnya sangat berat Nathan menerima bahwa Lee Ji An akan pulang hari ini, dia masih sangat merindukan Lee Ji An. Mereka baru saja berjumpa sebentar, dan harus berpisah lagi, itu membuat Nathan teramat sedih.
"Aku baik-baik saja. Ayo Kak kita pulang sekarang, kita tidak usah berlama-lama disini, aku tidak mau kalian terus bertengkar." Lee Ji An mencoba untuk berdiri dan Lee Young Joon kini tidak bisa berkutik lagi.
"Sayang." Nathan menatap kepergian Lee dengan mata yang berkaca-kaca, sebenarnya ingin sekali dia memeluk sang kekasih, dan melarangnya untuk pulang. Tetapi kini kondisinya tidak bisa seperti itu.
"Tolong jaga putraku, lain kali aku akan mengajaknya pulang, untuk membalas semua rasa sedih mu 6 tahun lalu, karena kehilangan Lee Ji Nan, maka akan aku biarkan Ryu Jin bersamamu untuk sementara waktu, aku pulang dulu, katakan bahwa aku merindukan Ryu Jin," ungkap Lee Ji An sambil beranjak pergi, bersama sang kakak meninggalkan Nathan dengan kesedihannya.
"Sayang." Lagi-lagi Nathan hanya bisa memanggil dengan sebutan itu, ia tidak bisa berbuat apa pun, hatinya teramat sakit, dia tidak kuasa harus melihat Lee pergi dari Cina.
__ADS_1
Lee Ji An sendiri kini hanya terdiam dengan kesedihan yang melanda hatinya. Di dalam perjalanan pulang Lee tidak kuasa bahkan untuk sekedar bertegur sapa dengan sang kakak. Terbayang betapa sedihnya dulu Nathan ketika mengetahui bahwa putrinya meninggal, dan dia harus membesarkan bayi adopsi, padahal putranya masih ada dan sehat. Kenapa keluarganya harus berbohong seperti itu, kehilangan seorang anak itu begitu menyakitkan, dan ia merasakan sendiri, dan tidak secara tidak langsung keluarganya sudah memberikan rasa sakit kepada Nathan. Dan itu tidak bisa diterima.