Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Ibu Besar, Ibu Kecil


__ADS_3

"Panggil aku sekarang Ibu, Anaku Sayang," kata Kim Mi So kepada bayi tampan itu, Lee Ji An sendiri hanya bisa menatap Baby Ryu Jin dengan Tatapan yang kosong, dia harus mengikhlaskan bayinya, dia menyebut orang lain dengan sebutan ibu.


"Mana anak Ayah, ya ampun ganteng sekali sih, sini Ayah peluk, Nak," kata Lee Young Joon sambil mencoba menggendong Baby Ryu Jin, Lee sendiri hanya bisa tersenyum miring melihat Kakak dan kakak iparnya begitu bahagia dan menyayangi putranya.


"Kalau baby Ryu Jin memanggil kalian Ayah dan ibu, selalu baby Ryu Jin akan memanggilku apa? Tidak mungkin kan baby Ryu Jin memanggilku, Tante?" ungkap Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu tidak kuasa menahan air matanya. Kini dia menangis dengan deras dia tidak mau anaknya memanggil dia dengan sebutan tante.


"Tentu saja memanggil Ibu. Karena Lee Ji An akan memiliki dua ibu. Ibu kecil dan ibu besar," kata Kim Mi So menorehkan senyum yang manis kepada sang sahabat. Lee Ji An pun langsung memeluk Kim Mi So. Dia tidak menyangka bahwa Kim Mi So begitu perhatian kepadanya.


"Terima kasih Eonni, kalian mengijinkan aku tetap bersama Ryu Jin dan bayiku masih bisa memanggilku Ibu. Aku berhutang banyak kepada kalian," kata Lee Ji An sambil memeluk sang sahabat dengan arah.


"Kenapa harus berterima kasih, pada dasarnya baby Ryu Jin adalah bayimu. Kami hanyalah orangtua pengganti, secara hukum ini pun demi kebaikanmu," kata Kim Mi So sambil membalas pelukan di Lee Ji An.


"Sudah-sudah kalian terus-menerus menangis, lihat saja bayinya juga bahkan tidak menangis," kata Lee Young Joon sambil memperlihatkan wajah lucu sang bayi. Kim Mi So dan Lee Ji An kini menyeka air mata mereka, dan mencoba tersenyum menatap bayi yang baru berumur dua bulan itu.


Tiba-tiba saja ibu datang.


"Kalian sedang apa, ini sudah waktunya makan siang, ayo makan dulu," katanya nyonya Lee kepada anak-anaknya.


"Benar sekali. Harusnya kita makan siang bersama kakek dan nenek, pasti sudah lapar menunggu kita. Ayo cepat kita makan," ungkap Lee Young Joon kepada istri dan adiknya, lalu mereka pun turun dan makan bersama.


Di meja makan, tidak ada pembahasan apapun, semuanya husu menyantap makanan yang telah ibu masak. Baby Ryu dan sendiri kini sudah tertidur pulas di atas stroller di samping Kim Mi So. Lee Ji An melihat kasih sayang Kim Mi So pada Ryu Jin dia merasa tenang, ini memang sebuah keputusan yang sangat berat, tapi dia harus bisa melakukan ini semua demi masa depannya.


"Lee kamu rencana kuliah dimana?" tanya sang ibu kepada putri bungsunya.

__ADS_1


"Aku berencana akan kuliah. Di Kyoto University," ujar Lee Ji An sambil mengunyah makanannya.


"Kamu tidak kuliah di Tokyo saja? Bukankah dari Tokyo ke Kyoto sedikit jauh?" tanya sang ibu dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak mau berpisah jauh dengan putrinya.


"Benarkah? Ya sudah kalau Ibu mau aku akan kuliah di Tokyo saja," kata Lee Ji An sambil mencoba menorehkan senyum kepada sang ibu.


"Benar sekali, kalau kamu sibuk kuliah di siang hari, setidaknya di malam hari kamu bisa melihat bayi Baby Ryu Jin," kata Lee Young Joon kepada sang adik.


"Pada malam hari baby Ryu masih bisa meminum ASI," ucap kim Mi So.


"Baiklah karena pertimbangannya seperti itu, Lee akan mencoba mendaftar ke universitas yang ada di Tokyo, apapun itu," kata Lee kepada sang ibu.


"Itu memang sebuah rencana yang bagus, kalau bisa Kamu kuliah di bidang kedokteran saja, Lee." Ibu Lee mengatakan semua keinginannya pada sang buah hati.


"Tidak apa-apa Lee. Kamu mengulang saja dari awal. Ibu ingin kamu menjadi seorang Dokter yang terkenal. Semoga saja kamu kelak bisa membantu banyak orang dengan pekerjaanmu yang seperti ini," kata sang ibu sambil menolehkan senyum yang manis kepada putri bungsunya.


"Rencana Ibu memang sangat bagus, sudahlah sekarang kamu ikuti apa keinginan Ibu, jadilah seorang Dokter, Oppa akan merintis perusahaan dan mencoba untuk membangkitkan Perusahaan kita kembali disini, bagaimana?" kata Lee Young Joon kepada sang adik. Lee Ji An sesaat hanya terdiam, dia memikirkan kembali rencananya untuk mengambil jurusan kedokteran.


Selama dia kuliah di Cina, Lee mengambil jurusan bisnis. Tetapi nahkan dia berhenti kuliah karena kehadiran baby Ryu Jin yang tidak disangka-sangka.


"Entahlah apa aku sanggup menjadi seorang Dokter?" tanya Lee Ji An kepada sang kakak.


"Kamu pintar Lee, kamu selalu berprestasi, kamu tinggal mengubah pola pikir dulu saja, yakinkan bahwa kamu bisa melakukan itu semua," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik. Lee Ji An masih kebingungan dengan keinginan ibu dan kakaknya. Tetapi dia sesaat melihat kepada bayi kecil yang sekarang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Jika dia menjadi seorang Dokter maka jika anak itu sakit, dia yang akan mengobatinya sendiri. Baby Ryu Jin tidak boleh sampai sakit.


"Baiklah aku akan menjadi seorang Dokter," kata Lee Ji An dengan senyuman yang manis, terlihat ibu dan Lee Young Joon begitu senang mendengar ucapan dari wanita itu, kakek dan nenek serta Kim Mi So pun ikut bahagia.


Mereka harap setelah kejadian ini mereka bisa hidup baru di Jepang. mereka akan memulai semuanya dari awal, baik itu pekerjaan rumah juga pendidikan.


"Semoga saja aku tidak mengecewakan kalian lagi, aku berjanji tidak akan mudah tertipu seperti dahulu kala. Aku harus kuat dari sebelumnya, tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan ayah," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah.


"Sudahlah Jangan bahas itu. Ibu jadi tidak nafsu makan," kata sang ibu sambil membuang mukanya. Wajahnya terlihat begitu sedih, saat putrinya mengatakan kata-kata ayah.


"Maafkan aku Ibu. Ayo sekarang kita lanjutkan kembali. Kita habiskan masakan Ibu. Ya ampun lezat sekali, aku sampai ingin menambah nasi," sahut Lee mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Ini bukan masakan ibu, sebenarnya Kim Mi So yang memasak," kata nyonya Lee kepada sang buah hati.


"Kamu memang selalu keren kakak ipar, setiap hari memakan masakan seperti ini. Aku serasa makan di resto terkenal," kata Lee Ji An sambil tersenyum manis kearah sang kakak ipar.


"Terima kasih banyak, tapi suatu saat kamu juga harus belajar memasak," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.


"Baiklah kakak ipar, aku akan belajar memasak di sela-sela waktu libur ku," tangkas Lee dengan senyumannya yang manis. Lalu semua tertawa, saat ini mereka melupakan kesusahan yang mereka rasakan.


Beban hati yang menumpuk yang membuat hati mereka sakit dengan perlahan mereka lupakan dengan semua tawa, walaupun semua itu hanya dibuat-buat saja.


🎄🎄 Berambung🎄🎄

__ADS_1


__ADS_2