Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Sebuah Izin


__ADS_3

Lee langsung beranjak dari tempat duduknya dan ketika itu Lee terlihat begitu kecewa dengan sikap samua orang yang ada di rumahnya, dia bergegas masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar wanita itu hanya bisa menangis, dia memang egois atas dirinya sendiri, tapi apalah daya rasa sukanya terhadap Nathan tak bisa dibendung lagi, dia sangat bahagia setelah Nathan meminta dirinya untuk ikut bersamanya ke Cina.


Benar apa yang dikatakan oleh Dokter Yuan Chuan bahwa ketika laki-laki ingin memperkenalkan perempuan kepada pihak laki-laki, maka itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri untuk perempuan tersebut, maka dari itu Lee sendiri merasa sangat senang ketika Nathan mengajaknya seperti itu, dia berharap bisa kenal akrab dan lebih akrab lagi kepada seluruh keluarga besar Nathan.


Wanita itu hanya bisa duduk di atas kasurnya dengan tetesan air matanya yang tidak bisa dibendung lagi. Rasa inginnya benar-benar membuatnya tersakiti, ketika semua keluarga melakukan penolakan yang sama. Entah kenapa dia sekarang menjadi sangat egois, tidak pernah mau mendengarkan kedua orang tuanya, itu semua karena Nathan, Nathan adalah sumber keegoisannya.


Mungkin rasa suka seseorang membuat dia buta dan egois terhadap sesuatu hal. tetapi Lee masih tidak mengerti mengapa keluarganya masih belum bisa menerima Nathan dengan suka hati. Padahal Nathan sudah memperlihatkan sikap tulusnya kepada keluarganya hendak melamarnya dengan segera.


Ketukan pintu pun lalu terdengar di telinganya. Lee memang sengaja mengunci diri di kamar hanya ingin sendiri meratapi semua kepedihan yang dia rasakan kini. Dia merasa keluarganya benar-benar melarang dia untuk berjumpa dengan Nathan, dia merasa terkekang kalau harus terus seperti ini.


Sekali lagi seseorang telah mengetuk pintu kamarnya namun Lee Ji An benar-benar mengabaikannya, wanita itu hanya bisa terisak dengan tangisannya yang pilu meratapi nasibnya yang menurutnya begitu menyakitkan.


Di sisi lain di luar kamar keluarga mulai cemas dengan sikap Lee Ji An. kini Ibu atau sang Ayah mereka benar-benar merasa kebingungan apalagi Oppa dan Eonni-nya.


"Bagaimana ini? Lihatlah Lee benar-benar marah," kata sang Ibu merasakan sebuah kecemasan yang teramat dalam karena sudah dua kali dia mengetuk pintu tetapi bahkan Lee tidak menyahut atau membuka pintunya.


"Ayah hanya tidak mau Lee terlalu dekat dengan Nathan, dan keluarganya itu akan membuatnya semakin sedih dan tersiksa kelak," ungkap sang ayah dengan suara yang pelan namun masih terdengar oleh keluarga.

__ADS_1


"Sudah cukup, kalian membuat Lee tersiksa, Ayah dan Ibu mengabaikan kekasihnya, itu membuatnya sakit hati apalagi sekarang Ayah dan Ibu melarang untuk pergi ke Cina, dia pasti sangat sedih setidaknya berikan alasan kalian untuk menjelaskan agar aku bisa mengerti," ungkap Lee Young Joon kepada kedua orangtuanya.


"Itu adalah urusan kami, sebagai orangtua kami tidak bisa memberitahukan ini kepada kalian," sekali lagi Ayah menjawab semua pertanyaan putranya dengan jawaban yang tidak memuaskan.


"Selalu jawaban seperti itu yang aku terima, itu tidak membuat aku tenang membuat aku merasa yakin bahwa keputusan Ayah itu benar," Lee Young Joon merasa kecewa terhadap apa yang dikatakan oleh sang Ayah.


"Sayang yang berkata seperti itu, Ayah dan Ibu pasti memiliki alasan yang jelas," kata Kim Mi So mengingatkan kepada sang suami.


"Sudahlah Sayang, kamu tidak usah ikut campur, sebaiknya kita tidur saja, malam sudah larut," ungkap Les Young Joon kepada sang istri dan kini mau tidak mau istrinya mengikuti perintah dari sang suami.


kini sisa kedua orangtua Lee duduk dalam kebingungannya. Anak-anaknya tidak tahu bahwa kedua orangtua ini benar-benar merasakan kegelisahan yang teramat dalam, bukannya untuk menyakiti hati Lee, tujuan mereka adalah untuk membuat Lee bahagia dan tidak tersakiti untuk kedua kalinya.


"Padahal Aboeji hanya ingin Lee bahagia, Aboeji tidak mau melihat air matanya gara-gara pria tersebut, tetapi ternyata kini Lee terluka seperti itu. Haruskah kita mengijinkannya untuk berangkat ke Cina?" Kata sang Ayah kepada Istrinya tercinta.


"Itu sih gimana Ayah saja, Ibu hanya akan menulis saja," kata Ibu dengan suara yang pelan.


"Bagaimana ini, kita hanya ingin Lee bahagia, Ayah hanya tidak ingin terlalu terluka oleh pria itu, ketika nanti Lee dan pria itu berpisah, sekali dekat seperti itu maka dia akan sangat terluka ketika perpisahan itu terjadi," ungkap Ayah Lee dengan mata yang basah, ia tidak tahu harus bagaimana lagi bersikap.

__ADS_1


Karena dia bahkan merasa sangat sakit hati jika melihat putrinya terluka untuk kedua kali. Ayah tidak mau Lee terpuruk ketika nanti Nenek Nathan membatalkan pernikahan mereka, karena itulah dari sekarang Ayah ingin Lee berpisah saja dengan Nathan sebelum rasa cinta Lee terlalu banyak pada Pria tersebut.


"Sudahlah Ayah, Ayah sebaiknya kita beristirahat saja, Ayah terlihat stress seperti itu, stress tidak baik bagi manusia seumuran kita, ingat usia kita tidak muda lagi," ungkap sang istri kepada suaminya, akhirnya Ayah Lee mengangguk lalu mereka pun memutuskan untuk tidur.


🎄🎄🎄


Pagi itu sekitar jam 4 subuh Lee Young Joon mengetuk pintu kamar sang adik dengan sangat perlahan. Lee terbangun karena terkejut ternyata itu adalah sang kakak. Lee pun mengijinkan kakaknya masuk ke dalam kamarnya.


"Bagaimana kondisimu sekarang, apakah perutnya masih sakit, luka operasimu pasti masih nyeri, kamu harus banyak istirahat. Sekarang adalah hari ke-11 kamu paska operasi cesar. Aku tahu kamu masih belum bisa bergerak dan aktif, tapi apa iya kamu ingin pergi ke Cina dengan kondisinya seperti ini, tidak kah itu akan bahaya demi kesehatanmu," ungkap sang kakak kepada adik kesayangannya, Lee menggeleng dia merasa bahwa dia baik-baik saja.


"Apa benar kamu ingin berangkat ke Cina?" tanya Lee Young Joon kepada sang adik. Sekali Lagi Lew hanya bisa menganggukkan wajahnya tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Oppa mengijinkan kamu untuk pergi ke Cina tetapi tunggulah sampai 2 minggu pasca persalinan, agar kamu lebih baik lagi, Oppa tidak mau kamu malah sakit di tempat orang," kata sang kakak sambil membelai rambut adik kesayangannya.


"Benarkah Oppa mengijinkan aku untuk pergi ke Cina, bersama Nathan?" ungkap Lee Ji An dengan senyum manisnya.


"Aku menginginkanmu, tapi tunggu dulu sampai minimal 2 minggu atau 20 hari, maka aku akan lebih tenang jika kamu berangkat," kata Lee Young Joon pada adik kesayangannya. Pria itu paling pantang untuk membuat adik kecilnya yang cantik bersedih. Lee Young Joon sangat mencintai adiknya.

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2