
"Sudah Sayang, sudah ternyata sakit rasanya," ungkap Nathan kepada Lee Ji An, pria itu sekarang benar-benar menyadari bahwa dia itu sedang berada di dunia nyata, bukan berada di dunia mimpi.
"Aku pikir kamu akan terus-terusan meminta aku untuk mencubit dan memukulmu sayang." Wanita itu terkekeh dengan sikap sang kekasih yang seperti itu, Nathan pun kini hanya bisa menatap Lee Ji An dengan tatapan lembut penuh dengan rasa cinta, pria itu datang kembali menatap buah hatinya yang sedang digendong, rasanya memang tidak percaya tapi ini adalah sebuah kenyataan.
"Aku menggendong buah hatiku sendiri, aku menggendong darah dagingku dan ini bukanlah sebuah mimpi bagiku, bahkan bayiku menangis, tersenyum dan menatap ke arahku. Aku bahagia karena telah menjadi seorang ayah, ternyata rasanya seperti ini menjadi seorang ayah, tidak bisa kubayangkan sebelumnya bahwa kebahagiaan ini bisa kurasakan," ungkap Nathan mencurahkan semua isi hatinya, tentang bahagia yang dirasakan dan benar tidak bisa dia sembunyikan lagi.
Pria itu bersyukur bahwa ini bukanlah sebuah mimpi. Dia sangat bersyukur bawah ini adalah kenyataan yang sangat manis untuknya. Setelah sempat kecewa dan sedih karena kehilangan bayi lain. Akhirnya kini dia merasakan rasa haru, bahagia. Karena memiliki bayi yang lain, Lee Ji An adalah wanita yang tangguh di hadapannya, karena dia bisa melahirkan 2 bayi sekaligus, pantas saja dia melahirkan dengan begitu sulit, dan sangat berbahaya, wanita itu menantang maut untuk melahirkan keturunannya, Nathan menjadi semakin mencintai dan menyayangi wanita tersebut.
"Itulah yang aku rasakan, menjadi seorang ibu adalah hal yang teramat bahagia. Bukankah kamu sekarang merasakan sendiri menjadi seorang Ayah Sayang, itulah apa yang aku rasakan selama ini." Lee Ji An menatap mata dengan senyuman manisnya wanita itu menorehkan bahagia untuk Nathan sehingga Pria itu merasa hangat cuma sekedar melihat senyuman tersebut.
"Baby Sayang, namamu adalah Ryu Jin Liao, Ayah akan segera meresmikan namamu, mengumumkan kelahiranmu, dan mengatakan kepada dunia bahwa kamu adalah keturunanku, tunggu sampai saat itu tiba, kita semua akan hidup bahagia bersama, tidak akan ayah membiarkan kamu bersedih, tidak akan ayah biarkan kamu jauh dari Ayah, Ayah sangat mencintaimu, Ayah sangat menyayangimu, buah hatiku," ungkap Nathan sambil menatap putranya yang tersayang, dan kini hanya bisa tertidur dengan lelap, setelah tadi sempat bangun, bayi kecil itu akhirnya telah kembali.
__ADS_1
"Sayang tunggu sampai ayah sehat, kita semua pasti akan bisa bersama, aku yakin ayah pasti akan merestui pernikahan kita," kata Lee kepada sang kekasih hati, wanita itu pun sudah tidak sabar ingin segera menyatu dengan keluarga kecilnya, ingin memiliki keluarga sendiri hanya dia Nathan dan baby Ryu Jin.
Untuk sekarang semua itu belum bisa terwujud, karena bahkan ayah dan ibu belum merestui hubungan mereka, dan juga ayah sekarang masih dalam kondisi sakit harus bersabar terlebih dahulu.
"Aku merasa sangat bahagia menjadi seorang Ayah, apalagi sekarang ketika aku melihat wajahnya aku seolah sedang bercermin pada masa kecilku Sayang. Lihatlah, aku berjanji kepadamu, aku tidak akan membuat kalian menderita atau bersedih. Aku akan membuat kalian berdua bahagia selamanya," tutur Nathan kepada Lee, wanita itu pun hanya bisa tersenyum bahagia mendengar pernyataan cinta dari sang kekasih, setelah mendengar pernyataan janji setia yang dilontarkan kekasihnya.
"Aku memegang teguh janji itu Sayang, kamu tidak boleh mengingkarinya, kamu harus setia kepadaku dan membahagiakan kami berdua," kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu memiliki mimpi yang sama juga yaitu mimpi sebuah pernikahan, sebuah rumah tangga yang akan mereka bina bersama.
"Tentu saja aku berjanji Demi Tuhan. Selama aku masih bernafas. Selama aku masih mengingat kalian, aku tidak akan mungkin meninggalkan kalian. Menjadi seorang Ayah seperti ini ternyata sangat membuat aku bahagia, untuk apa aku mencari kebahagiaan lain, apalagi bayi ini sangat mirip denganku, begitu tampan seperti aku, kamu akan memiliki kekuatan dan kecerdasan sepertiku, kamu adalah penerus keluarga Liao, pemimpin yang akan ada di masa depan," tegas Nathan dengan kesungguhannya, pria itu berharap banyak kepada sang buah hati.
"Aku tidak sabar menanti pernikahan itu. Aku tidak sabar mengumumkan pada Dunia tentang kamu dan buah hati kita Sayang. Aku ingin segera memilikimu seutuhnya," kata Nathan sambil menatap Lee dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Bukan cuma kamu yang tidak sabar, aku pun merasakan hal yang sama, tetapi sabarlah sebentar, sampai ayah benar-benar bangun dan sehat, karena tanpa restu dari orangtua kita tidak bisa hidup dengan bahagia."
"Baiklah aku akan menunggu dengan sabar, tetapi pasti nenek tidak akan sabar, karena kamu tahu sendiri kan kalau nenek sudah tidak sabar ingin menimang cucu-cucunya. Setelah melihat kemiripan kami, dia pasti akan segera berteriak untuk mengambil, menggendong, cucunya. memamerkan kepada dunia," ucap Nathan kepada Lee Ji An.
"Jelas sekali ini pasti akan seperti itu. Aku tahu nenek pasti akan menyayangi cicitnya, walaupun tidak seperti orang lain, melahirkan bayi tanpa ikatan pernikahan," Lee kembali menundukkan wajahnya, tatkala mengingat bahwa buah hatinya terlahir dari orangtua yang tidak menikah.
"Jangan bersedih seperti itu lagi, Sayang. Ini memang semua salahku, karena aku tidak segera menemukan dirimu, tetapi untuk apa mengingat masa lalu yang tidak penting. Sekarang kita ingat saja masa depan. Mulai detik ini dan kedepannya kita kan selalu bersama, aku menjanjikan sebuah pernikahan yang mewah dan indah, tunggu sampai semuanya terwujud, berdo'a kepada Tuhan semua akan baik-baik saja." Nathan berkata dengan senyum yang manis, membuat dia merasa tenang karena memang bagi seorang wanita pernikahan adalah hal yang paling utama.
Status Lee bersama Nathan hanya sebagai sepasang kekasih saja, tetapi bahkan mereka sudah memiliki buah hati yang sangat lucu, wanita mana yang mau memiliki status seperti itu. Setiap wanita pasti menginginkan sebuah pernikahan di dalam hidupnya, apa lagi Lee yang sudah memiliki seorang bayi dari hubungan mereka berdua.
"Aku ingin pernikahan kita cepat berlangsung. Aku ingin kembali ke Korea bertemu dengan kakek dan nenekku, memperlihatkan betapa lucunya cicit mereka," kata Lee menundukkan wajahnya dan menatap kearah buah hatinya, dan mengelus lembut kening sang buah hati dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Bukan cuma dirimu, tetapi aku pun sama. Sudahlah nikmati saja masa penantian ini, seperti aku yang menikmati momen-momen bahagia menjadi seorang Ayah, aku bahagia, aku bahagia, aku bahagia, perasaan ini begitu indah. Aku tidak ingin menghilangkan perasaan ini Sayang," kata Nathan dengan seluruh senyum yang dia lontarkan, Pria itu terlihat begitu bahagia karena sudah melihat, dan memeluk sendiri buah hatinya yang tercinta.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄