Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Arwah Korban


__ADS_3

"Kamu? Untuk apa kamu kemari?" tanya mantan suami Fika.


"Di mana kamu sembunyikan putriku?" tanya Fika yang lupa tujuan utamanya.


"Bukankah kita sudah bercerai dan kamu sudah menandatangani surat kuasa hak asuh padaku?"


"Aku tidak akan pernah melakukanya jika kau tidak menipuku. Sekarang kembalikan putriku!" teriak Fika emosi.


Malika yang diam di kamarnya, dan mengobati luka lecet akibat perbuatan temannya, akhirnya turun. Karena mendengar keributan di lantai satu. Ia melihat seorang wanita berpakaian rapi menyerang papanya.


"Hentikan atau kami akan lapor polisi!" ujar istrinya


"Keterlaluan kalian. Penipu, kali ini kalian tidak akan lolos!" teriak Fika.


Menyadari kalau ia saat ini bisa terkena masalah. Maka ia pun memilih pergi dari tempat itu tanpa sempat bertemu dengan putrinya. Malika belum melihat wajahnya dengan jelas.


Dan karena kasus yang menjerat namanya, Malika dilarang keluar rumah. Jadi Fika tidak bisa menemuinya di sekolah ke esokan harinya. Dan masalah pembunuhan murid sekolah Fika bertambah rumit. Dengan hilangnya satu murit lagi.


Dan kemudian video mutilasi murit pertama yang hilang beredar di internet. Video berdurasi beberapa menit terjadi di sebuah rumah yang gelap. Dan cahaya hanya di arahkan ke arah korban. Korban terlihat seperti melebarkan kedua tangan dan kaki. Mulutnya di perban. Lalu terlihat tubuhnya seperti terangkat ke atas lalu terbagi menjadi empat bagian.


Ujung tangan serta ujung kakinya tidak terlihat, jadi tidak ada yang tau kalau keempat bagian itu terikat tali. Tapi yang meneliti jasadnya tahu kalau gadis itu terikat dengan tali. Sebab di bagian pergelangan kaki dan tangannya terdapat bekas jerat tali.


Sehingga tim penyidik menyakini pelakunya adalah manusia. Tapi kali ini juga mereka tidak mendapatkan sidik jari di tubuh korban. Dan lokasi kejadian tidak diketahui. Tapi sepertinya pelaku kejahatan ini mencoba membuat video yang sama dengan video Klara.


Kediaman Ray, Tomi dan Malika dikelilingi oleh aparat keamanan. Untuk memastikan tersangka tidak bisa keluar rumah dan melakukan kejahatan. Bahkan nomor telepon mereka juga disadap.

__ADS_1


Hal itu juga berdampak negatif pada usaha Dion. Mereka memfitnah Dion sengaja menutupi kejahatan putranya. Sebab orang-orang sudah tahu kalau Dion dan Ray adalah orang tua dan anak.


Namun seketat apa pun mereka menjaga kediaman Dion selama 24 jam. Pelaku yang asli tetap beraksi di luar sana. Satu per satu. Orang yang melakukan rencana memfitnah Ray menghilang.


"Aku rasa kita menjaga di tempat yang salah. Kita justru tidak menjaga rumah calon korban. Tapi justru menjaga rumah yang tidak ada kaitannya dengan kejahatan." ujar salah seorang aparat. Dan disetujui oleh yang lainnya. Akhir mereka pun bergerak ke rumah calon-calon korban berikutnya.


Malika menghubungi Tomi dan mengatakan kalau rumahnya sudah tidak dijaga lagi oleh polisi. Dan Tomi juga mengatakan hal yang sama.


"Menurutmu, apa ada tersangka baru?" tanya Malika di seberang panggilan.


"Aku juga tidak tahu, apa mungkin mereka kini hanya curiga pada Ray?"


"Hah ini tidak masuk akal. Apa kamu tahu roh Klara mengikuti Ray kemana pun ia pergi. Dan tidak tampak seperti mengikuti seseorang karena dendam."


"Ya aku juga bisa merasakan ada yang mengikuti Ray meski aku tidak bisa melihatnya. Jadi itu roh Klara?" tanya Tomi memastikan kalau ia tidak salah dengar.


"Jika kamu tinggal kelas, jangan harap bisa sekolah lagi." ancam mama Malika.


Mama Malika semakin menunjukkan ketidak sukaannya pada Malika. Setelah kedatangan Fika. Ia menyuruh suaminya untuk mengembalikan Malika pada mamanya. Tapi karena gengsi papa Malika menolak.


Sementara di tempat lain. Di kamar putri kepala sekolah. Duduk seorang gadis lalu berdiri dan mengintip dari jendela. Ada polisi berpakaian premen berjaga di luar.Seharusnya ia merasa nyaman. Tapi ternyata tidak. Ia menjadi sangat takut. Sebab satu persatu temannya hilang. Dan kini ia mendapat sebuah pesan.


Pesan dari temannya yang hilang. Memintanya untuk datang menolong. Dan ia tidak boleh lapor polisi. Tentu saja gadis ini menjadi gundah saat pesan itu menyuruhnya datang ke sebiah lokasi. Lokasi tempat pelaku kejahatan yang menyebabkan hilangnya nyawa Klara.


Akhirnya ia memberitahukan pada papanya. Lalu papanya melapor pada polisi. Dan polisi mendatangi lokasi kejadian.Tapi tidak ditemukan jasad korban. Juga bekas penganiayaan di tempat tersebut.

__ADS_1


Tapi di hari yang sama beredar kembali video baru, kematian dari siswa yang meminta bantuan pada putri kepala sekolah. Lalu dengan pesan.


Kau sudah ingkar janji, maka berikutnya adalah giliranmu!


Putri kepala sekolah semakin ketakutan. Pesan itu ia perlihatkan pada papanya dan detektif yang berjaga di rumahnya. Detektif meminta seseorang untuk melacak keberadaan nomor tersebut. Dan ternyata nomor itu sudah tidak aktif dan ponsel yang digunakan sepertinya sudah dimusnahkan.


Polisi melakukan penyelidikan lebih luas. Mencari tahu motif kejahatan yang sesungguhnya. Dan mencaritahu apakah putri kepala sekolah punya masalah dengan orang lain selain Ray, Malika dan Tomi.


Anak-anak sekolah di tempat Ray bersekolah di jaga dengan ketat. Setiap murid wajib di jemput oleh kenalannya. Untuk menghindari korban berikutnya. Meski pelakunya hanya mengirim pesan ancaman pada putri kepala sekolah.


Hingga suatu hari. Seseorang ditangkap setelah kedapatan membawa sebuah kardus yang diletakkan di depan gerbang sekolah. Ia pun ditangkap dan didakwa sebagai tersangka. Tapi anehnya orang itu berkata kalau ia disuruh oleh seseorang.


"Siapa orang yang menyuruhmu?" tanya penyidik.


"Saya tidak tahu, tapi suaranya seperti suara anak remaja laki-laki. Dan mengatakan kalau ia bernama Ray. Dan titipan ini diminta agar diletakkan di depan gerbang sekolah di pagi hari, saat gerbang masih dalam keadaan tertutup." ujar orang tersebut.


Polisi melacak nomor yang mengirim pesan tersebut. Lagi-lagi nomornya sudah tidak aktif. Dan yang mengirim paket tersebut untuk sementara diamankan di kantor polisi serta jasad yang sudah tidak utuh lagi.


Malam itu Malika dengan perasaan tidak tenang kesulitan untuk tidur. Ia mendapat pesan dari Tomi untuk berhati-hati. Mungkin target berikutnya adalah mereka. Tapi ia justru kedatangan tamu yang tidak diundang.


Arwah-arwah teman satu sekolahnya, yang sudah membullynya akibat hilangnya seorang murid dari kelompok mereka, telah menemukan kediamannya. Mereka meminta bantuan Malika. Untuk membongkar pelaku kejahatan yang sesungguhnya.


"Pelakunya adalah murid sekolah kita. Dia melakukannya karena dendam dan dia memanfaatkan situasi Ray untuk menutupi kejahatannya."


Arwah-arwah itu pun mengatakan siapa pelakunya. Malika terkejut dan tidak menyangka. Sosok ramah dan suka menolong tersebut ternyata adalah pelakunya. Tapi masalah terbesarnya Malika tidak punya buktinya. Hanya ada keterangan arwah para korban. Siapa yang akan percaya padanya jika ia mengatakan kalau para arwah korban yang memberitahukannya?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2