
"Ini adalah keajaiban," kata pencuri bayi.
Mendengar hal itu temannya menjadi terharu dan menangis. Memeluk bayi yang ia kira anaknya.
Sementara Lina mulai sadar, perlahan ia membuka matanya. Tidak ada siapa pun di sana. Ia mencari bibi Mery di setiap sudut ruangan itu namun tidak ada.
"Bibi Mery...bibi di mana?"
Lina merasa cemas karena bibi Mery tidak muncul juga. Ia takut kalau roh jahat akan menganggunya. Namun pada saat ini, ruangan itu terasa sangat sepi, tidak satu pun mahluk halus terlihat.
Lina mengira kalau bibi Mery sudah menghalau mereka dan sekarang sedang mencari biaya operasinya. Memikirkan hal itu Lina jadi merasa sedih. Ia bahkan belum memberikan apa-apa sebagai balasan atas kebaikan bibi Mery.
Kemudian ia melihat keranjang bayi di samping tempat tidurnya. Namun karena baru saja dioperasi ia kesulitan untuk bergerak. Iya membayangkan seperti apa rupa bayinya. Dan iya pun menyentuh keranjang bayi itu dengan lembut seolah takut benda itu rusak karena sentuhannya.
"Sayang...apa kau sedang tidur?" tanya Lina.
"Bibi Mery sudah banyak membantu kita, kelak kita harus membalas kebaikannya. Kamu harus jadi anak yang baik dan patuh pada bibi Mery." celoteh Lina.
"Emmm bukan, bukan bibi tapi nenek Mery. Eh tetapi apa ia mau di panggil nenek ya nanti." ucap Lina tersenyum.
Tidak lama kemudian, pasien lain dibawa ke kamarnya. Pasien tersebut datang bersama orang yang menjaganya. Orang itu tampak seperti suaminya. Saat itu Lina melihat seorang suster yang mengantarkan pasien tersebut lalu menanyainya.
"Suster...apa suster melihat seorang wanita yang membawaku kemari di luar?" tanya Lina.
"Maaf saya tidak melihat siapa-siapa di luar," kata suster tersebut.
"Suster, sudah berapa lama saya tidak sadarkan diri?" tanya Lina lagi.
__ADS_1
"Apa bayiku sehat? Apa jenis kelaminnya dan apakah ia sudah minum?" Lina melontarkan pertanyaan secara bertubi-tubi.
Suster tersebut menggeleng dan menjawab tidak tau. Lalu Lina berkata tentang bayinya. Dia mengatakan kalau ia ingin melihatnya. Suster tersebut melihat ke dalam keranjang.
"Bayi ibu kembar," katanya.
"Benarkah?"
Lalu suster menggendong salah satu bayi yang ada di keranjang bayi dan meletakkannya di sisi Lina.Suster itu tidak memperhatikan keadaan bayi tersebut dan langsung menyerahkannya begitu saja pada Lina. Di letakkannya bayi tersebut di dekat wajah Lina.
"Heiii nak, ini mama..." kata Lina seraya menjulurkan jari-jarinya ke pipi bayi tersebut.
Terasa dingin.
Lina memperhatikan bayi itu dengan heran. Kulitnya memucat dan bibirnya tampak kehijau-hijauan. Dan bayi itu tidak bergerak sama sekali. Lina merasa aneh, perlahan ia meletakkan jari telunjuknya di lubang hidung bayi tersebut. Namun ia tidak merasakan tiupan dari lubang hidung tersebut.
Lina tersentak kaget. Matanya membelalak dan dengup jantungnya berdetak lebih cepat. Tanpa ia sadari ia pun meneteskan air matanya. Lalu menangis histeris.
"Bayiku...tolong bayiku...bibi Mery...di mana bibi Mery...bayiku tidak bernapas." ucap Lina sambil memanggil bibi Mery.
Suster memeriksa bayi yang ada di atas tempat tidur Lina dan ternyata ia juga tidak merasakan hembusan napas si bayi. Dan ia mencoba mencari denyut nadi bayi tersebut, tapi tidak ketemu. Lalu ia meletakkan bayi tersebut dan memanggil Dokter.
Lina berteriak-teriak minta tolong, tanpa ia sadari jahitannya terbuka. Dan akibatnya ia mengalami pendarahan. Dan akhirnya pingsan. Melihat Lina pingsan sepasang suami istri yang baru masuk jadi panik namun tidak tau berbuat apa-apa.
Tidak lama kemudian dokter datang bersama dua suster. Dokter segera memeriksa bayi yang dibicarakan suster saat memanggilnya tadi. Sementara suster mencoba menyadarkan Lina.
Melihat Lina yang masih pingsan dokter pun segera memeriksa kondisi Lina, lalu menyuruh suster memanggil yang lain untuk membawanya ke ruang operasi.
__ADS_1
Lalu kemudian ia memeriksa kondisi bayi yang ada di dalam keranjang bayi. Setelah memastikan bayi tersebut masih hidup, dokter menyuruh suster untuk menaruhnya di dalam Inkubator, karena tubuh bayi tersebut kedinginan.
Sementara bayi yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa diserahkan pada suster yang ke dua. Lalu suster menggendong dan membawa bayi tersebut ke ruang jenazah.
Suster ke dua yang disuruh untuk mengantarkan bayi tersebut kebetulan adalah suster yang sama, yang mengantarkan bayi Lina ke ruangan itu. "Tadi saat aku mengantarkannya ke ruangan tersebut, bayi itu masih bernapas. Tapi kenapa sekarang tubuhnya sudah kaku dan membiru." batinnya.
Jika dia baru saja tiada tentu tubuhnya masih hangat dan belum kaku pikir suster. Tapi ia tidak mengingat seperti apa rupanya bayi tersebut. Dan ia pun mendiamkan saja masalah itu.
Sementara bayi Lina yang dicuri sedang tidur di pelukan ibu palsunya. Ia baru saja minum susu dengan menggunakan dot. Karena ibu palsunya tidak memiliki ASI. Si pencuri bayi yang menjaga mereka dan ibu palsu menjadi sasaran gangguan roh halus. Mereka mencoba merasuki ke dua wanita itu. Namun tidak berhasil.
Saat itu para roh jahat menyusun rencana untuk melenyapkan bayi tersebut dengan mencari tubuh yang bisa dirasuki. Saat melihat ada seorang gadis yang sedang melamun, roh jahat tersebut merasukinya.
Dengan menggunakan tubuh gadis itu, roh jahat mengamati bayi Lina. Mencari saat yang tepat untuk menghabisi bayi tersebut. Dan saat pencuri bayi pergi meninggalkan si ibu palsu, gadis yang dirasuki beraksi.
Ia masuk ke dalam kamar tersebut langsung menuju bayi Lina. Ibu palsu itu terkejut seorang gadis yang tidak ia kenal tiba-tiba masuk ke ruangannya. Dan saat gadis itu hendak mengambil bayi Lina, dengan cepat ia memeluk bayi tersebut dengan satu tangannya.
"Hei mau apa kau?! Tolong!" teriaknya.
Ia mengira gadis itu penculik bayi. Gadis itu diam saja dan mengambil paksa bayi Lina. Beruntung pencuri bayi telah kembali dan melihat kejadian itu. Sebelum bayi Lina dibawa pergi ia merampasnya kembali.
"Hei siapa kau?" tanya pencuri bayi.
Gadis itu diam saja dan berusaha merebut bayi Lina kembali. Merasa kesulitan melawan si gadis maka ia mengembalikan bayi tersebut ke dalam keranjang bayi. Dan mendorong tubuh gadis itu keluar.
Gadis itu semakin menjadi-jadi ia seperti orang gila dan menyerang pencuri bayi. Dan ibu palsu berteriak minta tolong. Orang-orang yang berada di dekat ruangan itu berdatangan dan melihat pencuri bayi dan gadis yang kerasukan sedang bergumul di lantai.
Dan mereka pun berusaha memisahkan mereka berdua. Si pencuri terluka karena digigit oleh gadis tersebut. Dan gadis itu meronta saat ia ditahan oleh orang-orang yang baru masuk. Lalu dengan kekuatan roh jahat ia berhasil melepaskan diri.
__ADS_1
Saat ia terlepas dia pun berlari menuju bayi Lina.
Bersambung...