
Saat tiba di hadapan Gris, ia menikmati pertarungan itu seperti menonton film aksi. Dengan sabar ia duduk di kursi belakang mobil yang ditumpanginya.
Hewan-hewan besar maupun kecil melacak lokasi keberadaan Esperanza. Dan akhirnya posisi gadis itu ditemukan. Para hewan kembali memberi petunjuk pada Dorado tempat Esperanza berbaring.
Segera ia bangkit dari tempat duduknya dan bergerak mendekati lokasi keberadaan Esperanza. Gris tidak tinggal diam segera melompat dan menendang Dorado. Tapi dengan gesit melawan.
Gris kini terlempar jauh. Dorado meninggalkan pertarungan dengannya dan memilih mencari Esperanza. Hewan-hewan berkumpul mengelilingi lokasi keberadaan Esperanza menjadi petunjuk arah bagi Dorado.
Dan Gris terus mendapat serangan dari orang-orang yang berada di bawah perintah Dorado. Mereka sebenarnya ingin menghentikan serangan saat menyadari, luka yang dialami oleh Gris akan dialihkan pada mereka.
Kini banyak dari mereka yang sudah terluka parah akibat menanggung luka dari Gris. Tapi tubuh mereka tidak bisa dikendalikan kecuali untuk patuh pada perintah.
Dengan tubuh penuh luka mereka terus menyerang Gris dan satu per satu dari mereka tumbang akibat perpindahan luka yang bertubi-tubi sampai kehabisan darah. Dan akhirnya menjemput ajal.
Kini Gris juga sudah kesulitan menggunakan kemampuannya. Tenaganya sudah banyak terkuras, akibat terus-menerus digunakan. Sekali lagi ia mencoba menghalangi Dorado untuk mendekat apa lagi menyentuh Esperanza. Namun gagal.
"Wah, wah, wah, dia masih bisa tidur di saat seperti ini?" gumam Dorado yang telah menemukan Esperanza.
Gadis itu tidur dengan tenang hingga ia merasa terusik saat Dorado menarik selimutnya. Di tempat lain Nicorazón yang tadinya tidur pulas juga jadi terbangun.
Selain karena rasa lapar, ia juga merasa ada sesuatu yang mengusiknya. Beberapa anjing liar menghampiri tempat persembunyian mereka.
Dan di markas tempat Tomi dan Malika menyamar sebagai orang biasa, terlihat banyak orang sibuk seolah mempersiapkan peralatan perang. Beberapa orang diminta untuk angkat senjata.
"Siapa saja yang membantu Raja Dorado menghabisi musuh, akan mendapat imbalan yang pantas!" ujar ketua di tempat itu.
"Segera tulis nama kalian dan ikut naik ke atas truk," lanjutnya.
__ADS_1
Banyak yang mendaftar tanpa tahu resiko apa di depan sana telah menanti mereka. Saat itu ruang kantor sepi. Tomi menyusup dan berhasil membuka data yang ada di dalam komputer milik penjahat tersebut.
Ternyata lokasi keberadaan ruang bawah tanah tempat para pejabat dan pegawai pemerintahan sudah diketahui. Dan mereka siap melakukan penyerbuan. Lokasi itu terbongkar saat salah satu anggota keluaga dari mereka keluar dan menyerahkan diri.
"Aku akan memberikan rahasia penting, asal aku diizinkan untuk bergabung," ujarnya pada para penjahat yang ia temui secara sukarela.
Ia merasa bersembunyi hanya cara memperlambat kematian semata. Dan ia bosan bersembunyi. Bosan terkurung dan membagi makanan dengan yang lain. Sebab selama ini sudah hidup dalam kemewahan dan kebebasan.
Dorado telah mendapatkan Esperanza. Dan menjadikannya alat untuk mengancam Gris. Esperanza yang sedang dalam keadaan setengah sadar karena tiba-tiba ditarik dengan paksa dari tidurnya masih belum menyadari situasi.
"Menyerahlah Gris! Atau gadis ini akan mati!" ancam Dorado dengan menyilangkan pedang di leher Esperanza.
Gris berhenti melawan. Dorado menarik Esperanza lalu menyerahkan gadis itu pada bawahannya. Lalu ia diikat tanpa perlawanan. Saat ini Dorado mengira Esperanza sedang tahap pemulihan tenaga. Ia menerka kalau setelah pertemuan terakhir mereka, Esperanza mengalami luka serius. Dan kekuatannya belum utuh.
Dorado kini mendekati Gris bersama beberapa orang. Lalu tangan dan kakinya diikat. Dengan kuat Dorado melayangkan kepalan tangannya ke pipi kekasih Esperanza itu. Lalu melayangkan pukulan ke arah ulu hatinya. Gris membungkuk menahat sakit.
Saat tali yang mengikat kakinya di tarik kebelakang ia berlutut sebelum wajahnya menyentuh tanah. Lalu wajahnya ditendang. Kembali Gris menerima pukulan tanpa perlawanan. Esperanza mulai tidak bisa menahan emosinya dan mengepalkan tangannya.
Dorado kembali menendang Gris dan anak itu tetap diam. Tapi pandangannya mengarah ke Esperanza. Memastikan kalau gadis itu baik-baik saja. Saat melihat tatapan dari mata Esperanza ia menyadari gadis itu sudah jadi pribadi yang berbeda. Tidak ada rasa takut di wajah itu.
"Kali ini kamu jadi pribadi dari kehidupan yang mana?" batin Gris.
"Balikkan tubuhnya!" perintah Dorado.
Gris pasrah saat tubuhnya di balikkan dan Dorado mengarahkan ujung pedang ke jantung Gris. Anak itu ingin melihat reaksi Esperanza. Ada hal yang membuatnya yakin kalau Esperanza tidak akan diam saja.
Dugaannya ternyata benar. Dorado tiba-tiba berhenti bergerak, saat ujung pedang sudah mengenai pakaian Gris tapi belum menembus kulitnya. Ternyata Esperanza menghentikan gerakan anak itu.
__ADS_1
Dengan mudah Esperanza melepas ikatannya. Dan mendekati mereka berdua. Lalu mendorong mundur Dorado yang kesulitan untuk bergerak. Hingga anak itu terduduk di atas tanah.
"Apa yang terjadi padaku?" gumam Dorado.
Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan pedang di tangannya terasa sangat berat. Esperanza menatapnya dengan tajam sebelum akhirnya membawa Gris pergi dari tempat itu.
Setelah Esperanza berpaling, barulah Dorado mampu menggerakkan tubuhnya. Ia melompat mundur dan menjauh. Lalu membuat kode pada bawahannya dan orang-orang terikat sumpah agar menyerang Gris dan Esperanza. Sementara ia sendiri kabur.
Esperanza menahan seluruh serangan dengan kekuatannya. Sehingga tidak ada satu pun timah panas yang mengenainya dan Gris. Lalu ia melihat kalau orang-orang yang ada di sana sebagian bergerak tanpa keinginan mereka sendiri. Dan melepaskan ikatan sumpah yang ada pada mereka.
Seketika orang yang bergerak sendiri akibat ikatan sumpah sadar. Senjata ditangannya dilepaskan. Sehingga orang yang menembak ke arah Esperanza dan Gris tinggal beberapa saja.
"Berhenti!" hardik Esperanza dengan bahasanya sendiri.
Sehingga kini tidak ada satu orang pun yang mampu bergerak. Gris berada di belakang Esperanza menatapnya dengan takjub.
"Siapa kamu sebenarnya?" batin Gris bertanya-tanya.
Sebelum pertanyaannya dijawab, Esperanza berjalan meninggalkan tempat itu. Gris mengikutinya. Satu orang masih mencoba untuk menembak Esperanza ketika ia kembali bisa menggerakkan tubuhnya.
"Gadis bodoh! Matilah kau!" teriaknya sambil mengarahkan timah panas pada Esperanza.
Esperanza mengarahkan tangannya ke timah panas yang melesat padanya. Lalu mengenggam benda itu dengan erat.
"Aku sudah memberimu satu kesempatan!" ujar Esperanza pada si Penembak.
Seketika kepala orang itu pecah dan tubuhnya rubuh. Orang-orang yang masih mengarahkan senjata dan masih ingin mencoba keberuntungannya menjadi pucat. Senjata itu mereka lepaskan dan kabur. Sementara yang tinggal justru ingin menjadi pengikut Esperanza.
__ADS_1
"Nona, izinkan kami ikut dengan anda," ujar mereka yang telah terlepas dari belenggu sumpah dengan Dorado.
Bersambung...