
Ular dan kalajengking serta hewan buas lainnya bergerak menuju Esperanza. Dorado akhirnya menyadari kehadiran Gadis itu. Dan tidak menyangka hewan-hewan tunduk padanya.
Kini hewan itu berbalik menyerang Dorado dan kawanannya. Dengan kemampuannya, Dorado membunuh setiap hewan yang datang mendekat. Esperanza tidak diam saja dan menyerang Dorado.
Dorado berlari ke arah tebing. Saat tiba di tebing ia pun berhenti. Dan bertarung dengan Esperanza. Sementara Tomi dan lainnya membantu proses evakuasi orang-orang dalam ruang rahasia bawah tanah.
"Aku mengaku kalah," ujar Dorado saat Esperanza mencekiknya.
Dorado kehabisan tenaga. Dan menyadari tingkat kekuatan mereka yang berbeda. Esperanza melepas cekikannya.
"Awas!" teriak Gris yang melihat Dorado menarik pedang dan menghunus ke arah Esperanza.
Pedang itu ditendang dengan kuat oleh Nicorazòn yang tiba tepat waktu.
"Beraninya melawan perempuan! Ayo hadapi aku dengan tangan kosong!" tantang Nicorazón.
"Baik! Siapa takut!" ujar Dorado.
Ia melihat kesempatan yang bagus. Selagi bertarung dengan Nicorazón ia tidak akan pakai kekuatan penuh. Dan ia bisa mengumpulkan tenaga selagi bertarung, pikirnya.
Tapi ternyata Nicorazón tidak selemah yang ia kira. Setiap ia menambah kekuatannya, setiap itu pula Nicorazón mampu mengimbanginya.
"Apa-apaan ini, bukankah ia hanya orang biasa? Dari mana kemampuannya, hingga bisa terus mengimbangiku sampai sekarang," batin Dorado.
Ia tidak perduli lagi istilah bertarung dengan tangan kosong. Lalu menghujamkan pedang itu tapi Nicorazón berhasil menghindar. Dan malah mendaratkan satu tendangan di dada Dorado.
Lillo dan anjing lainnya berhasil membuat lubang. Dari lubang itu ia dan anjing lainnya masuk. Menuntun orang-orang yang masih dapat bergerak untuk keluar. Setelah keluar, sebagian dari mereka pun dipindahkan ketempat yang aman secara bergantian.
Gris yang melihat kalau pertarungan itu tidak membahayakan nyawa Esperanza datang ke tempat evakuasi. Ia membantu orang-orang yang terluka. Dan ketika anggota kelompok Dorado yang bertugas meledakkan ruang rahasia bawah tanah datang, mereka malah mengalami luka serius.
Tiba-tiba mereka mengalami luka yang sama dengan orang-orang yang disentuh oleh Gris. Melihat hal tersebut, Estrella merasa lega, Gris membantu mereka dan mengalahkan musuh.
__ADS_1
Setelah luka-luka orang yang ada di sana sembuh, awan tiba-tiba gelap. Malika dan kedua anaknya melihat rombongan roh jahat turun dari awan hitam tersebut.
"Gawat, ini pertanda buruk," gumam Malika.
Ia dan yang terluka lainnya telah sembuh berkat bantuan Gris. Dan Malika menyuruh semua orang untuk pergi dari sana secepat mungkin.
"Kalian, pergilah. Kami akan membantu Esperanza dan Nicorazón," ucap Malika lagi pada suaminya.
Maka orang-orang pun dibantu pergi dari sana. Mengunakan kendaraan roda empat ataupun pesawat menuju tempat yang lebih aman.
Dorado kini tampak menyeramkan setelah roh-roh jahat menyatu dengan tubuhnya. Tapi ia juga jadi lebih kuat. Semakin lama energi yang ia serap semakin banyak.
"Pemburu, pergilah dan selamatkan yang lain. Aku akan menahannya di sini!" pinta Esperanza.
"Tidak bisa, aku akan membantumu di sini!" jawab Nicorazón dengan tegas.
Baru saja berkata demikian petir datang menyambar. Jika bukan karena lapisan pelindung yang dibuat Esperanza maka ia dan Nicorazón sudah tewas.
Tapi masalah tidak cukup sampai di situ. Awan hitam semakin tebal dan luas. Petir menyambar di segala arah. Esperanza memperluas lapisan pelindungnya. Agar manusia dan hewan-hewan bisa pergi dari tempat itu tanpa terkena sambaran petir.
Malika, Brillo dan Estrella maju menyerang Dorado. Membuat konsentrasi Dorado teralihkan. Gris ikut bergabung dengan Malika.
Petir yang menyambar beralih menyerang ke empat orang tersebut. Ke empat orang itu menyebar ke empat arah. Menjauh dari Esperanza. Untuk mengulur waktu.
Tapi percuma kekuatan Dorado semakin kuat. Hujan petir berubah menjadi hujan yang panas. Ke empat orang itu bahkah tidak bisa menghindarinya. Dan mundur masuk lapisan pelindung buatan Esperanza.
Setelah memastikan tidak ada lagi manusia dan hewan di bawah guyuran hujan yang mendidih itu Esperanza memfokuskan kekuatannya untuk melindungi manusia yang tertinggal di sana.
Membuat lapisan pelindung baru untuk mengurung Dorado. Sehingga Dorado tidak bisa menyerap kekuatan roh lebih banyak lagi. Hujan berangsur berhenti. Awan hitam mulai menghilang.
Setelah awan hitam menghilang dan hujan berhenti. Esperanza membawa Dorado dalam lapisan pelindung ke tempat yang sepi. Tidak ada hewan atau tumbuhan. Hanya ada bebatuan di sana.
__ADS_1
"Huh, kamu sudah tahu ternyata kalau aku menyerap energi hidup dari hewan dan tumbuhan juga."
Maka kini Dorado memanfaatkan rantai pengikat sumpah untuk mengambil energi dari setiap keturunan yang terikat padanya. Rantai belenggu yang hanya bisa dilihat oleh orang khusus berubah merah seperti api.
Orang-orang yang terhubung akan merasa kepanasan dan berujung kematian.
"Gawat rantai ini sangat kuat. Aku tidak bisa melepaskannya dari orang-orang," batin Esperanza.
Kekuatan Dorado bertambah dan perisai Esperanza hancur. Dorado akhirnya menyerang dengan pedang yang kini juga telah berwarna merah. Gerakan Dorado semakin cepat.
Dan akhirnya melukai orang-orang yang ada di sana. Nicorazzón, Estrella, Malika dan Brillo rubuh setelah kemampuan mereka terhisap. Ketika hendak menyerang Gris untuk menghisap energinya, Esperanza menghalangi. Dan pedang itu menikam jantungnya.
"Hahaha, sekarang kemampuanmu akan jadi milikku!" ujar Dorado.
Gris mencoba menghentikan aksi Dorado terpental dengan satu kibasan tangan saja. Esperanza mencoba menahan kekuatannya agar tidak terhisap. Tapi tidak berhasil.
Energi Esperanza selama 6 kehidupan akhirnya ikut terhisap. Gadis itu rubuh. Dorado mencabut pedangnya. Kekuatan yang Dorado miliki bahkan bisa melakukan apa saja dengan pikirannya.
Membuat gunung berapi menjadi aktif di segala tempat di seluruh dunia. Orang-orang ketakutan. Hujan lahar panas turun dari langit. Orang-orang ketakutan. Banyak korban jiwa telah berjatuhan. Dunia menjadi sepi.
"Saatnya kalian juga lenyap dari dunia ini," ujar Dorado.
Menghentakkan kakinya lalu melompat tinggi. Tapi sebuah rantai datang dari bawah mengikat kakinya. Lalu ia terhempas ke bumi. Sehingga dunia berguncang. Alangkah terkejutnya dia dengan penampilan Nicorazón.
Tampak seperti tengkorak bemata merah dan bertubuh besar memakai jubah yang memiliki penutup kepala. Serta sabit pencabut nyawa.
Dorado menjadi kaku tidak dapat bergerak. Nicorazón mendekatinya dan menempelkan jari telunjukknya. Jari itu menembus kening Dorado. Membuat anak itu melihat bayangan masa lalu.
Seorang budak wanita yang hidup penuh penderitaan disiksa sejak lahir. Suatu hari ia berhasil melarikan diri. Dan bertemu seseorang yang terluka terbaring di tepi sungai.
Menolong orang tersebut dan mengobati luka-lukanya. Saat orang itu membuka matanya ia melihat gadis kecil tidur di sampingnya.
__ADS_1
"Jadi kamu orang yang sudah menolongku?" ujar orang itu.
Bersambung...