
Melihat kekuatan Teresia yang di luar nalar si tante mundur ke belakang punggung putranya. Karena seingatnya, ia sudah berbuat jahat pada Teresia sejak pagi hari.
Namun Teresia bersikap tidak perduli. Saat yang lain masih melongo, Teresia yang dikendalikan roh wanita dengan santai berjalan ke meja makan. Dan menyantap hidangan yang tersedia. Dan sejak saat itu si tante tidak berani menganggu Teresia lagi.
Dan di tempat lain, Fika si jurnalis yang berhasil memberi kabar pada Dion, meski tidak berhasil menghubungi teman Dion. Tapi kemudian ia merasa lega sebab teman Dion masih bernyawa.
Lalu polisi mendatangi lokasi Fika berada. Dan melakukan pengamanan pada seorang saksi. Dan berita tentang kejahatan papa Kelly menjadi sorotan publik. Dan membuat putra dan suaminya keduanya memilih pergi ke luar negri membawa sisa uang hasil penjualan aset Dion. Dengan menggunakan pesawat pribadi yang mengalami kerusakan mendadak.
Pesawat terbakar di saat sedang melayang di udara. Dan pada akhirnya Dion tidak memiliki kesempatan untuk merebutnya uang itu kembali. Tapi setelah ia sembuh dan sahabatnya lepas dari koma, ia mendapat tawaran bekerjasama dengan suami Ros. Dan ia kembali tinggal bersama istrinya.
Dion juga akhirnya mengetahui kalau Teresia tinggal bersama keluar lain. Karena mengingat peristiwa gunting kecil, kali ini Dion tidak berani ikut campur. Ia takut hubungan yang baru saja terjalin harus kandas akibat perbedaan pendapat.
Teman Dion dipindahkan ke rumah sakit yang lebih dekat ke tempat tinggalnya. Dan sesekali Fira menjenguknya. Melihat kedekatan keduanya. Diam-diam Dion dan Lina mencoba membuat waktu mereka bersama lebih sering.
Berdalih ini dan itu, Lina selalu meminta bantuan Fika untuk menemani teman Dion. Sementara Dion pura-pura cemburu pada Lina dan melarang Lina menunggui sahabatnya seorang diri.
Lama kelamaan Fira dan teman Dion menyadari rencana mereka. Dan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Fira sudah menikah hanya saja sudah berpisah dengan suaminya. Dan ia kesulitan untuk membuka hati pada pria lain. Setelah mengalami peristiwa yang membuatnya jera berumah tangga lagi.
Ia hanya dimanfaatkan oleh suaminya untuk mendapatkan keturunan. Setelah ia melahirkan suaminya menceraikannya dan membawa kabur anak mereka lalu menikah dengan seorang wanita kaya yang tidak bisa memiliki keturunan.
Fika bahkan belum melihat paras bayinya. Dan jika bukan dari dokter yang membantu persalinannya ia tidak akan tahu jenis kelamin anaknya.
__ADS_1
Sudah hampir dua minggu sejak peristiwa berdarah. Dion berhasil membeli satu persatu aset yang dijual oleh Kelly dengan harga miring. Sebab pemilik barunya bangkrut dan kehabisan uang untuk biaya pengobatan.
Dan meski sudah ditawarkan dengan harga rendah, tidak seorang pun yang berani membelinya kecuali Dion. Dengan berpindah tangannya aset tersebut pada Dion, pemilik yang lama berangsur-angsur sembuh dari penyakit anehnya. Dion pun memulai usaha yang dulu pernah ia jalankan dengan kakeknya.
Dan keberadaan Dion kembali menjadi perbincangan publik. Dan kabar tersebut tiba pula di telinga om dan tante Dion yang menjadi pembeli terakhir rumah kakek. Mereka menyuruh orang lain untuk menjualkan rumah kakek tersebut pada Dion.
Mereka menyangka kalau Dion akan mengalami peristiwa yang sama setelah membeli kembali rumah kakek. Transaksi berjalan lancar. Dengan meminjam uang ke Bank Dion berhasil membeli rumah kakek. Namun ia juga tidak menempatinya seperti yang lain.
Penyakit tantenya pulih. Dan ia mengira kutukan sedang menimpa Dion saat ini. Sebab ia tertipu oleh saudara dan saudarinya yang lebih dulu membeli rumah kakek tersebut secara bergantian. Pembeli pertama menipu pembeli kedua. dan penyakit pun berpindah pada pembeli kedua. Begitu seterusnya.
Sejak anak kakek membeli rumah tersebut dengan harga miring, ia selalu dihantu oleh mahluk halus. Dan bermimpi hal mengerikan sampai mengalami penyakit yang aneh.
Dan akhirnya kejadian yang sama terulang sampai anak ke 6 kakek yang membeli rumah tersebut. Dan ia tidak luput dari gangguan dan penyakit. Tapi kini ia merasa lega. Penyakitnya pulih seketika.
Rumah kakek masih terlihat kumuh dan kotor, tidak seorang pun yang berani menapakkan kaki kecuali Dion. Rumah kakek sudah seperti rumah angker, mirip seperti di mimpinya. Keadaannya sudah gersang dan banyak semak belukar dimana-mana.
Dan tidak ada tukang kebun yang berani bekerja di sana. Sebab rumor tentang keangkeran rumah kakek sudah sangat terkenal.
Hari-hari berikutnya semua terasa damai. Kejadian peristiwa bunuh diri sudah mulai di lupakan. Ray pergi kesekolah seperti biasa, dan seorang gadis terus mengikutinya.
"Aku penasaran penyakit apa yang kamu alami? Kenapa belum sembuh juga?" ujarnya suatu hari. Tapi Ray tidak menghiraukannya.
__ADS_1
Hingga suatu hari anak perempuan itu melakukan hal yang nekat. Ia berpura-pura tidak sengaja menjatuhkan air dari lantai dua saat Ray lewat dari bawah. Tangan Ray secara spontan melindungi kepalanya. Tapi gagal untuk tetap kering. Ia mendongakkan kepalanya.
Ia melihat seorang anak perempuan, yang sepertinya bekerja sama dengan anak perempuan lain yang penasaran pada Ray. Karena kebasahan Ray pun membuka masker dan sarung tangannya di toilet.
Ia tidak menyangka, anak-anak lain mencuri masker dan sarung tangannya. Saat Ray mengejarnya, ternyata sudah ramai anak perempuan lain bersiap membidik wajah Ray dengan kamera mereka.
Ray menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Dan mereka gagal mengabadikan wajah Ray. Lalu anak perempuan itu maju. Dan menyerahkan masker serta sarung tangan Ray.
Betapa terkejutnya Ray saat hendak mengambil sarung tangan dan maskernya, anak itu justru menangkap tangan Ray. Dan menjabat tangan Ray dengan erat. Wajah Ray pun mendapat sambutan hangat dari kamera yang sudah dalam kedaan siap membidik. Ray terkejut lalu menarik tangannya. Dan membiarkan wajahnya terlihat. Anak perempuan itu juga terkejut. Tapi kemudian ia memekik kegirangan.
"Wow. Ini luar biasa!" ujarnya.
Ia melihat hal-hal yang sebelumnya ia lihat. Meski sedikit takut karena tampang mereka yang mengerikan. Lalu ia bertanya pada temannya tentang apa yang ia lihat. Tentu saja mereka tidak melihatnya, kecuali anak yang tadi menjabat tangan Ray.
"Kalian tau, aku bisa melihat hantu sekarang, dan itu baru saja terjadi setelah aku menjabat tangannya. Kalian cobalah," katanya pada teman-temannya.
"Hei kembalikan sarung tanganku!" perintah Ray.
Lalu Ray terkejut sebab tiba-tiba mahluk tengkorak berjubah hitam perlahan-lahan muncul di belakang anak perempuan itu. Ray menjadi gugup. Tiba-tiba ia teringat ucapan anak yang melakukan bunuh diri. Dan kini anak itu sedang menyeringai menatap Ray dan anak perempuan itu bergantian.
Bersambung...
__ADS_1