
Esperanza tidak menghiraukan mereka. Karena saat ini pribadi yang ada padanya justru menjauh dari orang-orang. Maka ia membuat pusaran angin di sekitarnya. Lalu pusaran angin itu meluas. Dengan cepat ia menghilang dari hadapan mereka.
Orang-orang yang menunduk dan menutup mata akibat angin kencang kehilangan jejak Esperanza saat membuka mata. Tapi ada satu yang berhasil mengikuti secara diam-diam. Yaitu Gris. Sambil mengikuti Esperanza ia menyembunyikan dirinya.
"Hah, kenapa orang ini mengikutiku, apa untungnya mengikutiku?" batin Esperanza memilih membiarkan Gris mengikutinya ke hutan.
Esperanza tidak menemukan hutan yang ia kenali. Dan dengan bingung ia mengelilingi hutan yang pertama kali ia temui. Lalu ia meletakkan tangan kanannya di sebuah batu besar di hutan itu.
"Sebenarnya aku ada di mana? Dan di mana hutan yang kutinggali dulu?" tanyanya pada diri sendiri.
Sementara itu, Dorado memerintahkan bawahannya untuk melakukan penyerbuan ke tempat persembunyian di ruang bawah tanah. Tanpa menyadari kalau sistem keamanan mereka telah berhasil diretas oleh Tomi.
Segala rencana mereka sudah lebih dahulu diketahui oleh pihak pemerintah dan keamanan. Melalui pesan yang berhasil dikirim oleh Tomi.
Mulanya mereka tidak yakin. Tapi berdasarkan bukti-bukti yang dikirim oleh Tomi mereka pun percaya. Dan melakukan aksi sabotase pada markas-markas milik anak buah Dorado.
Dengan menyamar menjadi bagian dari mereka. Lalu diam-diam bergerak menuju markas utama.
"Lapor, semua tim sudah di post masing-masing. Dan eksekusi siap dilaksanakan!" ujar seseorang setelah menerima laporan palsu.
"Semuanya! Lakukan serangan! Sekarang!" ujar Dorado dengan yakin.
*DUAR! DUAR! DUAR!
Ledakan beruntun justru diarahkan ke gedung tempat ia berada. Orang-orang yang ada di tempat itu terkejut. Serangan tiba-tiba membuat mereka kocar-kacir.
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba_ " ujar seseorang terputus saat sebuah bongkahan gedung yang besar menimpa kepalanya.
Anak buah Dorado melihat keluar jendela. Sebuah bahan peledak diluncurkan ke arah mereka terus berlanjut. Mereka akhirnya memilih kabur sebelum gedung itu benar-benar hancur.
"Sial! Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Dorado.
Ia melompat keluar gedung. Dan menggunakan kemampuannya. Mengarahkan tangannya ke segala arah. Lalu muncullah rantai pengikat sumpah.
"Beraninya kalian menyerangku!" hardiknya.
__ADS_1
Seketika orang-orang yang melakukan penyerangan terkejut. Tubuh mereka tidak bisa dikendalikan. Dan bukan menyerang ke arah Dorado, tapi malah menyerang ke arah temannya sendiri.
Suasana jadi kacau, tidak tahu mana kawan dan mana lawan. Dorado meninggalkan kekacauan itu begitu saja.
"Ada apa ini? Kenapa mereka menyerang kita? Bukankah mereka adalah orang-orang kita?" tanya Pria berseragam pada putra ketiga Gina.
"Ini pasti akibat kemampuan khusus yang dimiliki Dorado," jawabnya.
"Lalu bagaimana sekarang? Apa kita serang saja mereka?"
"Jangan. Mereka tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat. Sebaiknya kita mundur!"
Putra ketiga Gina menghubungi mereka dengan sandi khusus. Dan yang menjawab dengan benar arti mereka masih bebas dari pengaruh kekuatan Dorado.
Tomi dan Malika yang bergabung di satu tim akhirnya mundur dan berkumpul dengan mereka yang tidak terkena pengaruh kekuatan Dorado.
"Setiap orang yang mendengar pesan ini, pergi dan tinggalkan kelompok kalian. Ini perintah!" ujar putra ketiga Gina.
"Kenapa kita disuruh meninggalkan kelompok?" tanya mereka yang mendapat pesan.
Beruntungnya di kelompok itu hanya ada satu orang yang terkena pengaruh. Tapi beberapa kelompok justru anggota yang terkena pengaruh kekuatan Dorado lebih banyak. Sehingga yang tidak kena harus melarikan diri dari kelompoknya jika ingin selamat.
Dorado kini menuju tempat ruang bawah tanah. Lokasi persembunyian bagi orang-orang penting. Ia mulanya di hadang saat baru saja muncul sebelum ia mengeluarkan kemampuannya.
"Hahaha, ternyata banyak dari kalian yang terkena kutukan sumpah. Tunduk padaku, sekarang! Atau kalian juga akan mati!" ujarnya.
Ada banyak rantai tidak terlihat oleh orang biasa mengarah ke gedung bawah tanah. Mereka yang ada di dalam tiba-tiba merasa aneh.
"Semua yang terikat padaku! Keluar!" teriak Dorado.
Maka hampir 80 persen orang-orang yang ada di dalam keluar sesuai dengan perintah Dorado. Sisanya kebingungan melihat banyak orang memilih keluar. Dari pada tinggal di dalam.
Orang yang kembali ke lokasi gedung bawah tanah heran melihat banyak yang berdiri di luar. Malika dan Tomi menyadari kalau Dorado telah tiba lebih dahulu.
"Kalian terkejut, bukan?!" tanya Dorado yang muncul dari tengah-tengah orang-orang itu.
__ADS_1
"Aku adalah keturunan ketujuh, tidak ada yang bisa mengalahkanku!" ujarnya.
Lalu ia menekan sebuah tombol dan tempat persembunyian rahasia itu pun meledak. Orang-orang yang tersisa di dalam berusaha untuk keluar. Dan setiap orang yang keluar dibunuh oleh orang-orang yang ada di luar.
"Dorado, kamu sungguh-sungguh keterlaluan!" ujar Malika.
Ia mencoba melawan Dorado bersama dengan orang-orang yang memiliki kemampuan khusus sepertinya juga. Tapi dari sana Dorado sadar, pedang miliknya bisa menyerap kemampuan khusus orang lain. Meskipun mereka bukan keturunan ketujuh pemegang buku.
"Ini luar biasa! Datanglah semuanya. Serahkan nyawa kalian!" ujarnya dengan angkuh.
Mereka yang berada di bawah kendalinya kini masing-masing memegang sesuatu di tangan mereka. Menyerang kelompok yang kembali dari penyerbuan markas utama Dorado.
"Semuanya mundur!" teriak seorang putra ketiga Gina.
Tapi kini ternyata mereka terkepung. Orang-orang yang bersama mereka saat penyerangan tiba. Mereka adalah orang-orang yang terikat dengan Dorado.
"Gawat, sekarang bagaimana? Apa kita masih punya cara lain selain menyerang kawan kita sendiri?" tanya mereka yang berada di kelompok putra ketiga Gina.
"Menyerahlah! Maka kalian akan kuampuni!" ujar Dorado.
"Ketua! Kita menyerah saja," ujar seseorang yang sudah putus asa.
"Meski menyerah, kita tidak akan dilepaskan begitu saja!" ujar ketua dari kelompok yang sejak awal khusus untuk menangkap Dorado.
Begitu juga anggotanya yang lainnya menyadari ucapan ketua tim mereka. Dulu yang sempat tidak percaya pada ucapan Malika tentang kemampuan khusus milik keturunan ketujuh kini tampak merasa menyesal.
"Maafkan kami sempat tidak percaya pada kalian," ujar mereka pada Tomi dan Malika.
Mengingat kelompok itu pernah terbagi dua. Bagi mereka yang percaya tentang adanya kemampuan khusus dan mereka yang tidak percaya. Tomi dan Malika hanya diam saja begitupun mereka yang berada di pihak Malika saat itu.
Mereka yang merupakan anggota khusus akhirnya hanya bisa mencoba melakukan perlawanan terakhir saat Dorado menyuruh orang-orang yang ada di sana menyerbu mereka.
Esperanza yang sedang mencari hutan tempat tinggalnya bisa merasakan tiap ledakan yang terjadi di ruangan bawah tanah. Ia tadinya ingin mencari petunjuk jadi terganggu dan memilih mendatangi lokasi ledakan.
Bersambung...
__ADS_1