Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Pernikahan Malika


__ADS_3

Istrinya yang gelap mata pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur. Dan saat ia ingin menyerang suaminya, ternyata suaminya lebih dulu memukulnya dengan kursi besi. Istrinya pun tidak sadarkan diri.


Ia menyeret tubuh istrinya ke dalam mobil dibantu oleh hantu kepala yang masih menyamar. Dan mereka membawa tubuh istrinya ke sebuah tebing. Kemudian melemparkannya begitu saja.


"Berjanjilah kamu akan jaga rahasia," kata si suami.


"Tentu saja, tapi tubuh istri bapak tidak jatuh cukup jauh. Lihatlah tubuhnya bergelantungan di cabang pohon," ujar hantu kepala buntung tersebut.


Si suami heran, karena tadi ia melihat dengan jelas kalau tubuh istrinya jatuh cukup dalam sampai tidak terlihat lagi. Tapi gadis itu terus-menerus meyakinkannya agar melihat lagi, kalau jasad istrinya masih kelihatan.


"Lihat itu, istri bapak ternyata masih hidup dan memanjat tebing!" teriaknya.


"Mana mungkin!" ujar si suami, tapi karena rasa takut ketahuan membuatnya mencoba mencari tahu.


"Ayo lihat lebih dekat," ajak gadis itu.


Semakin lama semakin ke tepi, dan si suami tidak menyadari kalau ia sudah tekena ilusi saat melihat istrinya memanjat tebing.


"Tendang dia, biar ia jatuh dan tidak bisa memanjat. Aku akan memegangi tangan anda," ujar hantu kepala dalam wujud gadis berambut panjang.


Tanpa pikir panjang sang suami melakukan hal yang disuruh. Saat melihat istrinya cukup dekat ia pun menendang wajah istrinya. Tapi ia terkejut karena ia tidak lagi memiliki pijakan dan tubuhnya jatuh ke jurang.

__ADS_1


"Hahahaha, kini tinggal giliran putri kalian untuk aku habisi!" ujarnya lalu kembali ke wujud aslinya.


Memasuki raga anak pemilik kedai, sampai ia punya kesempatan untuk pembalasan berikutnya.


Setelah dua hari gadis korban penculikan tidak dibesuk, ia jadi makin memprihatinkan. Ia berteriak-teriak ketakutan. Membuat seorang dokter yang mengenal orang tuanya, mendatangi secara langsung ke rumah mereka. Sebab nomor mereka berdua, tidak ada yang bisa dihubungi. Tapi ternyata tidak ada siapa pun di sana. Dan kondisi tersebut membuat tanda tanya.


Te Apoyo kini berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan. Dan dari keterangan bukti dan saksi dia pun dinyatakan tidak bersalah. Polisi yang mendapat laporan tentang Te Apoyo mendatangi rumah gadis korban penculikan. Untuk memberitahukan kalau Te Apoyo tidak bersalah.


Tapi polisi tersebut juga kebingungan, dan kemudian ditemukan mobil orang tua gadis yang diculik tersebut berada di tepi jurang. Dan dari sana diketahui kalau kedua orang tua gadis itu telah tewas. Dan mereka pun menduga sepasang suami istri tersebut tewas bunuh diri.


Kabar duka itu pun sampai ke telinga om Nicholas dan akhirnya juga sampai pada Te Apoyo dan Malika. Meski kondisi kejiwaan gadis itu belum stabil, dokter yang mengenal orang tua gadis itu memakamkan kedua orang tuanya. Tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.


Malika mengunjungi gadis tersebut. Dan dia disambut dengan gembira oleh gadis itu. Gadis itu mengatakan kalau Te Apoyo memberikannya pada seorang penculik. Lalu ia mengatakan juga kalau ponsel pemberian Malika sudah hilang.


Ia bisa saja tidak ambil pusing tentang gadis itu. Tapi ia sangat iba melihat situasi dan kondisi gadis itu saat ini. Jadi ia membawa gadis itu ke rumahnya saat dokter kenalan orang tua gadis itu menyarankannya.


"Tinggal dengan orang yang dapat ia percaya akan lebih baik untuknya, dari pada tinggal di rumah sakit. Dan bahkan ia lebih baik jangan tinggal di rumahnya dahulu. Agar ia tidak mengetahui tentang orang tuanya," saran dokter.


Memanfaatkan kepercayaan gadis itu Malika pun membawanya ke luar negri. Malika mengatakan kalau orang tua gadis itu punya banyak urusan dan segala macam. Meski gadis itu kecewa, ia masih menuruti perkataan Malika.


Pemikiran gadis itu masih terganggu, dan ia pun mengikuti terapi. Tapi tanpa sepengetahuannya. Metode yang dipakai juga tidak dengan membawanya ke psikiater. Tapi sang dokter yang datang ke rumah Malika sebagai pelayan di rumah Malika.

__ADS_1


Mama dan papa Malika ternyata cukup membantu gadis itu untuk pulih. Karena mereka memperlakukannya seperti anak mereka sendiri. Hingga akhirnya, perlahan-lahan gadis itu bisa membedakan mana khayalan dan mana kenyataan.


Dan akhirnya Malika bisa bercerita kalau orang tua gadis itu telah tiada. Dengan sabar Malika menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, saat setengah jiwa gadis itu, keluar dari raganya. Juga tentang Te Apoyo yang tidak berasalah.


Demi kesembuhan gadis itu Malika terpaksa menunda pernikahannya dengan Tomi. Dan setelah kondisi psikologi gadis itu pulih, mereka pun akhirnya menikah. Dan Te Apoyo yang diundang ke pernikahan itu datang dan bertemu lagi dengan gadis itu.


"Aku, benar-benar minta maaf," ujar gadis itu penuh rasa penyesalan.


Dan setelah pernikahan Malika gadis itu pun pulang ke negaranya. Meski mulanya Malika tidak mengijinkannya. Mengingat kalau gadis itu sudah tidak punya orang tua lagi. Dan mungkin penyakit psikologinya bisa kambuh kapan saja.


Te Apoyo akhirnya angkat bicara, ia bersedia menjaga gadis itu. Dan akhirnya gadis itu pulang bersama keluarga Te Apoyo. Setelah kembali ke negera kelahirannya, gadis itu pun pergi ke makam orang tuanya.


Tidak ingin merepotkan keluarga Te Apoyo, gadis itu memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri. Tapi Te Apoyo melarangnya. Ia sudah berjanji pada Malika, untuk menjaga gadis itu. Begitu juga dengan Dion dan Lina, mereka tidak mengijinkan gadis itu tinggal sendirian.


Akhirnya gadis itu tinggal di rumah Te Apoyo dan menempati kamar tamu. Ia diperlakukan dengan baik oleh keluarga Te Apoyo. Saat itu ia bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga. Kasih sayang dan perhatian yang bahkan tidak pernah ia dapatkan dari orang tua kandungnya, dia dapatkan secara berlimpah di keluarga Te Apoyo.


Membuat hantu kepala menjadi sangat kesal, dan mencoba untuk mengganggu gadis tersebut, pada saat sedang sendirian. Ia memperlihatkan dirinya pada gadis itu dengan kekuatannya. Rasa terkejut gadis itu membuatnya sekali lagi melepas setegah jiwanya.


Dan setengah jiwa gadis itu pun di ikat oleh hantu kepala pada sebuah pohon keramat. Agar setengah jiwa gadis itu tidak bisa kembali dan akhirnya tubuh gadis kehilangan nyawanya.


Dion dan keluarga kebingungan dengan keadaan gadis itu. Hingga akhirnya mereka memanggil seorang paranormal, setelah pengobatan ala medis tidak berhasil. Dan persyaratannya adalah gadis itu harus bertukar nama dan menikah, agar separuh jiwanya bisa kembali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2