
Orang tua Lizie segera dihubungi oleh pihak sekolah. Mereka sangat terkejut karena kabar yang tidak disangka itu. Orang tua Lizie segera pergi ke rumah sakit guna memastikan kebenaran berita yang mereka terima.
Setelah melihat sendiri, mama Lizie pun pingsan karena tidak kuasa melihat kondisi putrinya yang mengenaskan. Dokter menyarankan papa Lizie untuk membawa istrinya pulang.
Sementara Te Apoyo dan gadis yang mendekatinya masih berada di kantor polisi untuk menjawab pertanyaan yang diajukan berulang-ulang. Untuk memastikan kalau mereka tidak berbohong.
Te Apoyo menjawab dengan tenang. Sehingga polisi jadi merasa curiga. Sebab ketenangan Te Apoyo, justru terlihat seperti penjahat kelas kakap, yang sedang diintrogasi. Berbeda dengan gadis yang juga ikut ditanyai pertanyaan yang sama namun di ruangan yang berbeda. Gadis itu bahkan menangis sejak pertama kali dibawa ke kantor polisi.
Dan selama itu mereka tidak diijinkan bertemu dengan siapa pun. Bahkan malam itu mereka harus mendekam di sel tahanan. Meski pihak sekolah telah menghubungi kedua orang tua mereka, tetap saja orang tua mereka tidak bisa menemui anak mereka.
Sementara di rumah sahabat Lizie, anjingnya terus menyalak dan melonglong, tanpa henti. Membuat penghuni rumah ketakutan. Tepat tengan malam sahabat Lizie pergi ke kandang anjing. Anjing itu menyalak dengan suara garang.
Sahabat Lizie melemparkan daging yang telah di taburi racun tikus ke dalam kandang anjing tersebut. Lalu kembali ke kamarnya. Tapi sama dengan saat ia merasuki Lizie, Klara tetap tidak bisa tidur di tubuh barunya. Sepanjang malam ia terjaga, meski anjing sudah tidak menyalak lagi. Sebab racun tikus yang dibubuhi di atas daging itu, telah bereaksi di dalam tubuh anjing tersebut.
Ke esokan paginya saat memberi makan anjing tersebut, pelayan dari sahabat Lizie itu terkejut. Ia melihat anjing kesayangan sahabat Lizie itu telah tidak bernyawa. Ia segera melaporkannya pada sahabat Lizie. Tapi sahabat Lizie menanggapinya dengan datar. Malah terkesan gembira.
Te Apoyo dan gadis yang mendekatinya dilepaskan dari sel penjara. Sebab orang tua mereka telah membawa pengacara. Te Apoyo masih harus melapor ke kantor polisi selama 24 jam. Dan tidak boleh keluar dari kota kecil tersebut.
Selama penyelidikan Te Apoyo dan gadis itu tidak pergi ke sekolah. Hal itu membuat sahabat Lizie sedikit menyesal menjebak gadis yang mendekati Te Apoyo, di saat Te Apoyo berada di lokasi.
Ia pun nekat pergi ke rumah Te Apoyo. Namun ia ditolak oleh 'orang tua' Te Apoyo. Sehingga ia hanya bisa pulang tanpa bertemu Te Apoyo.
Di waktu yang sama di kediaman Lizie, orang tua Lizie merenungkan diri. Mereka membahas kalau kepergian Lizie untuk selamanya, ada hubungannya dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Mencari sosok yang bisa melancarkan usaha mereka. Namun mereka harus memberikan tumbal.
__ADS_1
Biasanya mereka akan menumbalkan seekor ayam hidup dan disembilih di dalam danau di tanggal tertentu. Dan harus dilakukan tepat tengah malam. Namun untuk bulan ini mereka terlambat tiba di danau. Jadi mereka tidak menyembelih ayam hidup tepat di jam 12 tengah malam.
"Sebaiknya kita buang saja jimat penglaris itu pa," pinta istrinya.
"Tidak bisa, jika kita membuangnya maka kita yang akan jadi korbannya. Dan resiko terkecilnya adalah kita bisa bangkrut. Kemudian kita harus membayar hutang 7 kali lipat. Sebab semua yang ia berikan akan di ambil 7 kali lipat saat kita memutuskan hubungan dengan hal mistis tersebut," ujar suaminya panjang lebar.
"Tapi untuk apa harta berlimpah jika kita tidak memiliki keturunan," ujar mama Lizie menagis.
"Setidaknya di hari tua kita tidak kekurangan uang," jawab papa Lizie.
"Jika kamu tetap bersikeras menyimpan benda mistis tersebut. Lebih baik aku pergi dari sini," ujar mama Lizie membereskan kopernya.
Papa Lizie terus membujuk istrinya. Tapi karena ia gagal maka ia pun gelap mata. Ia menarik tangan istrinya menutup hidung dan mulut istrinya dengan bantal di atas tempat tidur.
Sang suami pergi kerumah sakit untuk mengambil jasad putrinya. Lalu mengadakan pemakaman. Ia menarik meminta pihak berwajib membebaskan Te Apoyo dan gadis yang jadi tersangka.
"Aku sudah ikhlas dengan kematian putriku. Pasti hanya ada kesalah pahaman yang telah terjadi sehingga putriku mengalami kecelakaan," ujarnya saat menarik tuntutan.
Lalu saat pemakaman diadakan mama Lizie tidak terlihat hadir. Sehingga banyak yang mengenal mama Lizie mempertanyakan keberadaannya.
"Istri saya frustasi dan sedang memilih menyendiri di kamar," jawab si suami.
Meski istrinya telah tiada ia masih sering membawa makanan ke kamar, seolah istrinya makan di kamar. Padahal sebenarnya ia memutilasi tubuh istrinya sedikit demi sedikit di kamar mandi. Dan membuang bagian-bagian yang cepat membusuk terlebih dahulu.
__ADS_1
Ia lebih dulu membuka bagian perut si istri dan mengeluarkan isinya. Mencincangnya dan memasukkannya ke dalam toilet.
Ia juga pergi ke pasar untuk membeli plastik guna membungkus daging istrinya. Dan ia pun mengawetkan istrinya. Sehingga dagingnya belum mengeluarkan bau meski pun belum di kuburkan.
Setiap potonganya akan ia bawa ketika pergi ke kantor dan memberikannya pada seekor anjing yang ia temukan di jalanan. Hingga sedikit demi sedikit daging istrinya habis.
Sejak suaminya membawa makanan ke kamar, pelayan tersebut sudah tidak pernah bertemu nyonyanya. Ia pun diberhentikan dari pekerjaannya. Setelah itu sang suami dengan leluasa membuang tengkorak si istri.
Tidak menunggu lama, sebelum sebulan kepergian istri dan putrinya, papa Lizie pun menikahi gadis cantik.
Di tempat Lain Te Apoyo kembali ke sekolah, tapi gadis yang jadi tersangka kasus Lizie justru pindah sekolah. Ia tidak berani memperlihatkan wajahnya. Sebab banyak yang membullynya di akun sosial media miliknya.
Te Apoyo sangat paham perasaan gadis tersebut. Sehingga ia mengirim sebuah pesan di WA, sebagai penyemangat untuk gadis itu.
Tubuh sahabat Lizie mengalami hal yang sama dengan Lizie. Karena ia tidak tidur selama 24 jam sehari dan terus bergerak siang dan malam untuk membuang kejenuhannya. Tapi tidak makan sesuap nasi sama sekali. Sehingga gadis itu semakin kurus dan lingkaran matanya menghitam.
Te Apoyo yang melihatnya merasa kasihan pada pemilik raga. Dan mencoba menolongnya. Saat Klara mengetahui kalau Te Apoyo hendak memaksa roh Klara keluar dari tubuh tersebut, Klara justru menambrakkan tubuh gadis itu ke sebuah mobil yang melaju kencang.
Dan saat tubuh itu tidak bisa di gerakkan karena mengalami remuk di beberapa bagian maka Klara pun mencari raga lain untuk bersemayam. Beruntung nyawa sahabat Lizie masih tertolong, meski ia harus cacat seumur hidupnya.
Klara belum menemukan raga yang bisa ia tempati. Akhirnya menemui Te Apoyo dalam bentuk roh.
"Apa maumu kali ini? Pergilah selagi aku masih memberimu kesempatan untuk pergi, dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" ujar Te Apoyo.
__ADS_1
Bersambung...