Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) Demam


__ADS_3

Tapi setelah itu Putri penunggu danau mencekik leher Nicorazón. Membuat putra Te Apoyo kesulitan bernapas. Pada saat dicekik, anak itu seolah bermimpi sedang berada di dasar danau. Mencoba melepaskan jeratan yang mencengkram di lehernya. Ia ingin berteriak minta tolong, tetapi suaranya tidak mau keluar.


Dan saat itu Putri penunggu danau merasa sangat senang. Mengira kalau Nicorazón akan segera menjadi miliknya. Namun dugaannya salah. Seberkas cahaya memancar dari balik pakaiannya yang berasal dari jantungnya. Cahaya itu membuat Putri penunggu danau terpental. Hingga akhirnya menghilang.


Nicorazón kembali bisa bernapas dan akhirnya mengeluarkan suara. Teriakannya membuat kedua orang tuanya yang baru saja beristirahat sehabis berolah raga terkejut. Karena putra mereka tetap tidak berhenti berteriak, mereka pun menuju kamar mereka. Dan mendapati putranya sesenggukan.


"Sayang... kamu kenapa? Ayo bangun!" teriak Primavera mencoba membangunkan putranya.


Namun putranya masih saja menutup matanya. Te Apoyo ikut mencoba membangunkan putranya yang perlahan-lahan mendadak demam. Rasa cemas membuatnya memilih mengangkat putranya di bahunya. Dan di letakkan di atas tempat tidur.


Nicorazón tersengal-sengal. Suhu tubuhnya semakin tinggi. Primavera mencoba membangunkan putranya sekali lagi, saat Te Apoyo mencari obat penurun demam untuk putranya.


Sementara Putri penunggu danau merasa sangat kesal. Kali ini pun ia gagal mencabut jiwa Nicorazón. Rasa marah membuat air danau yang ia huni membuat luapan air. Tiba-tiba air menjadi panas. Dan terlihat asap putih menyelubungi air danau.


"Arrgghhh! Apa itu tadi? Kenapa? Kenapa aku masih belum bisa memilikinya?!" ujar Putri penunggu danau berteriak-teriak.


Pada saat itu para pengunjung danau ketakutan melihat peristiwa tersebut. Mereka yang tadinya berada di tepi danau berlarian menyelamatkan diri. Setelah air tiba-tiba menjadi panas, maka muncullah pusaran air. Banyak yang terseret arus pusaran air dan tidak ada yang berani menolong mereka.


Peristiwa itu dengan cepat menyebar. Air danau belum juga tenang. Sampai beberapa pemilik stasiun televisi datang dan mernyiarkan peristiwa tersebut. Para ilmuan mulai memperlihatkan kebolehannya. Mencoba menjelaskan situasi tersebut dari sudut pandang mereka seolah itu adalah fenomena alam yang alami. Dalam sebuah status yang dengan cepat mendapat ribuan tanggapan dari pengguna media sosial.


Esperanza menyaksikan kejadian itu melalui sebuah ponsel seorang pelanggan yang sering membeli obat herbal di toko tersebut.


"Seram juga danau itu. Aku belum pernah ke sana secara langsung. Tapi kalau melihat vidio ini aku jadi ingin pergi ke sana."


"Kami juga minggu lalu hendak ke sana. Tapi kendaraan kami tiba-tiba rusak dan baru selesai diperbaiki setelah sore hari," ujar pemilik toko menimpali pelanggan yang asik menyaksikan vidio tersebut dengan Esperanza.

__ADS_1


Setelah vidio itu selesai ditonton pelanggan itu membayar obat-obat herbal yang ia beli. Dan setelah itu pergi. Saat pelanggan pergi, Esperanza membicarakan tentang sahabatnya pada pemilik toko.


"Paman, apakah paman mau menerima karyawan baru? Aku punya teman yang sedang kesusahan. Dan dia kini hidup sebatang kara. Ia ingin mencari pekerjaaan."


Pemilik toko menghentikan kegiatannya menghitung uang di dalam laci. Lalu menimang-nimang baik buruknya menambah seorang karyawan. Kemudian ia mengatakan pada Esperanza untuk membawa temannya itu besok.


"Baik paman."


Esperanza tersenyum senang karena merasa bisa menolong sahabatnya yang sedang kesusahan. Tidak sabar rasanya untuk segera pulang dan memberitahukan kabar gembira tersebut pada sahabatnya.


Sementara sahabatnya saat ini sedang merasuki tubuh orang lain. Tubuh yang ia rasuki adalah tubuh dari orang suruhan Te Apoyo. Yang bertugas mengawasi dan menjaga Esperanza.


Ia merasuki orang tersebut untuk menguras dan menikmati uang itu tanpa merasa bersalah sedikit pun. Memindahkan saldo di rekening khususnya. Meneror semua nomor kontak yang ada di ponsel tersebut menggunakan nomor baru. Pesan ancaman dikirim terus menerus setiap 30 menit sekali.


Kali ini pun ia mengirim pesan yang sama ke ponsel Te Apoyo. Dan pesan itu kebetulan dibaca saat itu juga. Ketika Te Apoyo mengaktifkan ponselnya setelah batrainya penuh. Ia merasa heran dengan isi pesan tersebut.


Te Apoyo menatap putranya yang tidur di atas tempat tidur. Memeriksa suhu tubuhnya sekali lagi. Lalu ia tidur di tempat yang sama. Sehingga Nicorazón berada di antara Primavera dan dirinya. Membuat Te Apoyo teringat saat Nicorazón masih bayi.


Rasanya baru kemarin anak itu lahir dan sekarang sudah remaja. Membuatnya ingin segera mempertemukan Nicorazón dan Esperanza. Saat memikirkan hal itu, ia pun perlahan-lahan tertidur.


Ke esokan harinya tersiar kabar kalau pesulap yang sedang naik daun dari negara Esperanza berasal akan melakukan pertunjukan di negaranya. Dan menjadi buah bibir banyak orang. Juga menjadi perbincangan di antara dokter dan perawat serta pasien di rumah sakit Te Apoyo.


"Ini luar biasa! Katanya ini pertama kalinya ia melakukan pertunjukan di luar negaranya. Negara kita jadi pilihan pertamanya."


"Aku berharap di hari ia melakukan pertunjukan aku bisa cuti."

__ADS_1


"Sebaiknya periksa hari libur masing-masing sekarang juga!"


Begitu mendapat saran para perawat wanita segera melihat jadwal tugas mereka. Ada yang tiba-tiba bersorak gembira dan ada yang langsung lemas seketika. Sehingga sebagian memilih membubarkan diri.


Saat itu Te Apoyo baru saja memeriksa pasiennya. Dan memiliki waktu luang. Kesempatan itu ia gunakan untuk menghubungi nomor yang ia kenal. Menanyakan waktu luang orang tersebut. Ia ingin mengetahui siapa pengirim pesan tersebut.


Setelah makan siang, Te Apoyo mendapat panggilan. Dengan segera ia meninggalkan rumah sakit untuk menemui orang yang menghubunginya. Setibanya di sebuah tempat yang dijanjikan Te Apoyo langsung memperlihatkan pesan masuk yang tidak diketahui siapa pengirimnya.


"Apa kamu mengenal seseorang dari negara ini?"


"Memangnya kenapa?"


"Melihat pesan ini, jika bukan salah kirim pasti ada yang cemburu padamu. Apa kamu sedang dekat dengan seseorang?"


"Aku tidak sedang dekat dengan siapa pun."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan coba mencari tahu siapa pemilik nomor ini. Oh iya bagaimana kabar Nicorazón?"


"Kabarnya baik. Bagaimana kabar tante Gina? Apakah dia sehat?"


"Ya mamaku sehat."


Mereka masih berbincang beberapa saat,sebelum akhirnya berpisah. Te Apoyo kembali ke rumah sakit dan putra ke tiga Gina pergi ke kantornya untuk segera memeriksa pemilik nomor tersebut.


"Sayang... pesulap idola mama sudah tiba di negara kita. Dia benar-benar akan membuat pertunjukan di negara kita. Dan coba tebak dia akan melakukan pertunjukan di kota mana? Di kota kita sayang...," ujar istri dari putra ke tiga Gina.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2