
Orang-orang yang melihat hal itu berteriak histeris. Pengemudi truk melajukan kendaraannya, menjauh dari mobil yang ditumpangi oleh Nicorazón. Lalu turun secepatnya. Menolong Nicorazón dan supirnya keluar dari mobil. Yang tertimpa kayu besar. Yang mengakibatkan penumpangnya terhimpit.
Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tanda pengenal Nicorazón tidak ditemukan. Membuat pihak rumah sakit kesulitan untuk menghubungi pihak keluarganya.
Tapi berkat postingan terakhir Nicorazón, Dion berhasil menemukan cucunya. Saat menyusuri jalan yang dilalui oleh mereka. Dan menemukan Nicorazón tidak sadarkan diri di rumah sakit, begitu juga dengan supirnya.
Supir truk kini telah berada di kantor polisi. Dan juga pihak-pihak terkait yang menjadi penyebab kecelakan yang memakan korban, akibat ikatan tali yang tidak kuat. Serta muatan yang melebihi kapasitas.
Sebelum kecelakaan itu terjadi seseorang menemui para pekerja yang mengangkut kayu. Menghipnotis mereka. Orang yang mengikat kayu mengira kalau, ia telah mengikat kayu dengan benar. Sang supir menjadi mengantuk setelah terkena hipnotis.
Dan orang-orang yang berada di sana tidak menyadari ada yang aneh dengan ikatan dan muatan kayu tersebut. Hingga akhirnya polisi mendatangi lokasi mereka. Yang kemudian membawa mereka ke kantor polisi.
Mereka akhirnya menjadi tersangka. Dan harus mendekam di balik jeruji untuk membayar kelalaian yang tidak disengaja oleh mereka. Dan juga harus membayar ganti rugi dan biaya rumah sakit.
Istri supir truk dan putranya mencoba melakukan cara damai dengan mendatangi rumah sakit. Tempat korban kecelakaan yang diakibatkan oleh mobil truk yang dikendarai oleh suaminya.
Dion dan Lina ada di sana. Mereka tidak bisa mengambil keputusan. Sebab yang berhak memutuskannya adalah Te Apoyo dan Primavera. Sehingga istri supir truk dan putrinya harus menunggu kedatangan Te Apoyo dan Primavera. Untuk mengetahui apakah bisa membebaskan suaminya melalui jalur damai.
Cukup lama mereka menunggu, dan hampir saja mereka putus asa. Tapi tepat jam sebelas malam Te Apoyo tiba di negara tersebut. Dan langsung saja ia menuju rumah sakit tempat putranya dirawat.
Dan bertemu dengan istri pengemudi truk. Membicarakan tentang cara ganti rugi, dan lainnya. Te Apoyo mengingat perbuatan putranya sendiri, membuatnya berpikir untuk ikut jalur damai.
Tapi sebelum itu ia ingin menyelidiki status sang supir. Apakah ia pernah masuk penjara atau melakukan tindakan membahayakan orang lain. Dan setelah mengetahui kalau si supir belum pernah masuk penjara, ia setuju untuk mengikuti jalur damai. Begitu juga dengan keluarga dari istri pemilik mobil yang hancur.
Tapi seseorang yang merencanakan kecelakaan itu menjadi kesal. Tumbal pesugihannya lolos lagi. Dan roh penunggu danau memberinya peringatan. Bahwa ia harus membuat Nicorazón segera menjadi pasangannya. Jika tidak ia akan kehilangan kemampuannya dan akan kehilangan nyawanya.
__ADS_1
Kini orang yang menginginkan kematian Nicorazón hanya bisa melalukan satu cara lagi. Yaitu dengan menggunakan boneka keramat. Menggunakan benda-benda milik Nicorazón dan menempelkannya di boneka tersebut. Lalu menyiksa boneka itu sampai hancur.
Anehnya boneka tersebut tidak bisa ditembus oleh senjata tajam. Selama benda-benda milik Nicorazón menempel padanya. Namun saat benda milik Nicorazón dilepaskan boneka itu hancur berkeping-keping. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar baginya.
Saat boneka yang tadinya dipasangi benda-benda milik Nicorazón hancur, putra Te Apoyo tersebut pun sadar. Penunggu danau semakin murka dan saat itu juga mengambil kekuatan dari orang yang menghamba padanya. Yaitu orang yang mengelola tempat wisata di danau tersebut.
Dan memberikan kekuatan itu pada yang lain. Kekuatan itu diberikan pada seorang pemain sulap. Yang datang ke danau malam itu dan hendak bunuh diri di danau. Karena ia tidak berhasil mengumpulkan uang dari pertunjukan sulap.
Tapi putri penunggu danau tersebut membuat kesepakatan padanya. Ia akan membantunya menjadi pesulap yang terkenal asal ia bersedia memberikan tumbal padanya. Setiap malam pada saat bulan purnama. Putri penunggu danau memberikannya kemampuan untuk menghipnotis. Dan juga kemampuan melihat dan menjadikan roh yang berada di sekitarnya sebagai pesuruhnya.
Keesokan harinya pesulap mencoba kemampuannya. Hal pertama yang ia lakukan adalah membuat pertunjukan sulap seperti biasa. Tapi reaksi penonton sangat berbeda dari yang biasa. Karena terbuai oleh kata-kata si pesulap.
Dalam sehari saja pengunjung datang berbondong-bondong untuk menyaksikan aksi sulapnya. Yang sebenarnya menggunakan trik biasa. Juga dengan bantuan roh yang menjadi budaknya. Ia menyuruh para roh untuk memegangi benda-benda yang ada di sekitarnya. Sehingga terlihat seperti melayang di hadapan para penonton.
"Aku sangat berterima kasih atas kekuatan yang anda berikan. Aku berhasil menarik banyak penonton hari ini untuk menyaksikan pertunjukanku. Dan banyak dari mereka yang bahkan membeli tiket lebih untuk menonton secara berulang-ulang!" ujarnya.
"Katakan apa tumbal yang harus aku berikan pada anda?" tanya pesulap itu.
"Aku ingin darah dari orang yang menyaksikan pertunjukanmu!" ujar si putri penunggu.
"Apa? Darah para penonton pertunjukanku? Tapi kenapa?" tanya pesulap kebingungan.
"Tidak usah banyak tanya, jika kamu mau jadi hambaku dan menginginkan kekuatan itu tetap ada padamu! Maka ikuti saja syarat yang aku ajukan!" kata putri tersebut dan menghilang.
Si pesulat masih terbengong beberapa saat. Rasa senang seketika sirna dari wajahnya. Ia menjadi lebih suram dari sebelumnya. Jika ia melalukan seperti yang diperintahkan padanya, maka ia akan jadi penjahat. Tapi jika tidak, kekuatannya akan hilang. Dan semua yang ia dapat hari ini akan kembali ke titik nol.
__ADS_1
Beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit, Nicorazón dan supirnya sudah diijinkan pulang. Kakek, nenek serta kedua orang tuanya merasa lega. Dan Te Apoyo kini bisa merencanakan kepulangan mereka.
Tapi sebelum itu, ia ingin mencoba mempelajari tentang pengobatan di negara itu dengan mendatangi toko-toko yang menjual obat-obat herbal yang tidak ada di negaranya.
Sementara Dion kini mencoba peluang baru untuk membuka bisnis di tempat tersebut. Dan menemui para pengusaha-pengusaha yang ada di situ untuk bekerja sama.
Te Apoyo mampir ke sebuah toko yang sempat disinggahi oleh putranya. Ia ditemani putra supir truk yang mencederai putranya. Sebab ia melihat kalau anak itu bisa dipercaya. Dan selama ia ada di sana, anak itulah yang menjadi pemandunya.
"Mau beli apa?" tanya gadis yang berjualan di toko tersebut.
Kali ini ia tidak mengepang rambutnya. Tapi menggulung semuanya dan mengikatnya dengan ikat rambut dengan hiasan buah strowberi.
Te Apoyo pun memintanya untuk menjelaskan jenis-jenis obat-obatan herbal apa saja yang ada dijual di toko itu. Dengan ramah dan gadis itu menjelaskan satu persatu nama dan fungsi obat herbal tersebut. Untuk saat itu ia membeli beberapa macam obat-obatan yang menurutnya berguna untuk ke sembuhan putranya.
Setelah ia membayar obat tersebut, gadis itu mengembalikan kelebihan uangnya. Dan Te Apoyo tidak menerimanya. Karena Te Apoyo tidak menerimanya uang kembaliannya, gadis itu memberinya sebuah tas kecil.
"Kalau begitu ambillah ini, isinya herbal yang dikenal sebagai obat panjang umur," ujar gadis itu.
Te Apoyo terlihat diam saja, gadis itu pun tersenyum lalu mengatakan sesuatu.
"Hari ini saya berulang tahun, pemilik toko mengijinkan saya memberikan obat ini sebagai bingkisan ulang tahunku pada para pelanggan yang membeli di toko ini. Tapi khusus hari ini saja," ujarnya sambil tersenyum.
"Oh, benarkah? Kalau begitu terima kasih. Kalau boleh tahu siapa namamu?"
Bersambung...
__ADS_1