
Saat berkata demikian, terdengar suara air dimatikan. Lalu pintu kamar mandi terbuka. Namun tidak ada siapa pun yang keluar dari kamar mandi. Mereka berdua pun saling pandang. Dan tidak tahu harus berkata apa, juga tidak tahu harus berbuat apa.
Malam harinya sang mama bermimpi putranya membongkar peti suaminya. Seolah mencari sesuatu. Dan tidak merasa terbebani dengan jasad papanya yang terbujur kaku. Saat ia bertanya pada putranya tentang apa yang putranya cari. Tiba-tiba ia terbangun sebelum putranya menjawab.
Pagi harinya, para wanita yang kemarin pulang lebih lama dari yang lain, bercerita tentang apa yang mereka alami. Dengan wajah serius wanita berambut ikal mempraktekkan apa yang mereka ingat. Ada yang jadi takut setelah mendengar ceritanya. Tapi ada yang terpingkal-pingkal melihat tingkahnya saat bercerita.
"Aku berkata jujur," kata wanita yang berambut ikal.
Lalu yang tertawa berhenti tertawa dan menutup mulutnya dengan tangan. Sementara yang lain mulai membuat karangannya sendiri. Padahal ia tidak pernah mengalaminya. Tujuannya untuk menakuti teman-temannya.
Ketika mereka sedang sendirian, ia malah mengejutkan mereka lalu bersembunyi. Sehingga yang ditakuti akan berpikir kalau itu adalah perbuatan mahluk halus. Dan ketika mereka lari ketakutan maka ia akan tertawa terpingkal-pingkal.
Tapi tawanya terhenti sejenak ketika sebuah suara menegurnya.
"Apa ada yang lucu?" tanya suara tersebut.
"Ya, lihat itu! Wanita itu lari ketakutan sampai sandalnya putus," ujarnya dan kemudian lanjut tertawa.
"Jangan begitu, kasihan. Kalau dia kenapa-kenapa, kamu mau bertanggung jawab?" tanya suara itu lagi.
Merasa tidak senang karena dikritik. Ia pun menoleh kebelakang dan mematung seolah membeku. Mulutnya mengaga sulit ia tutup.
"A a ada h hantu!" ujarnya ketakutan. Lalu lari ke dalam pabrik.
"Kenapa? Kembali dari toilet malah pucat?" tanya seseorang yang pertama melihatnya.
Orang tersebut pun menceritakan yang ia alami dan membuat yang lain makin ketakutan.
__ADS_1
"Gawat... kita bisa-bisa jadi tumbal!" ujar yang lain tiba-tiba berkomentar.
"Tumbal apaan?" tanya yang lain.
"Tumbal ilmu hitam, aku rasa pabrik ini dikutuk, itu sebabnya pabrik ini kebakaran dan menelan korban jiwa," jawab yang ditanya.
"Jangan bicara sembarangan kalian, kalau tidak tahu apa pun," kata wanita gemuk ikut berkomentar sambil tangannya tetap bekerja seperti yang lannya.
Akhirnya yang mereka pun berhenti berbicara. Dan melanjutkan pekerjaannya.
Saat mereka sedang sibuk bekerja, seorang pemuda tampak kebingungan dengan kondisi pabrik sekarang. Dia tidak tahu di mana diletakkan bahan-bahan yang belum di bentuk. Lalu ia dengan perlahan ingin bertanya pada orang yang ada di situ. Tapi sebelum ia mengeluarkan sepatah kata, seseorang berjalan ke arahnya.
Dan terjadi hal yang tidak diinginkan. Gadis itu menggelepar di lantai dan meracau. Orang-orang yang melihat penuh dengan ketakutan. Tapi pemuda yang merasuki orang tersebut justru, merasa panik karena tidak bisa keluar dari tubuh orang itu. Sehingga yang terlihat kalau arwah pemuda ini, menggangu raga gadis itu.
Semua memilih menjauh.
Ia teringat akan peristiwa kebakaran sebelum tiang membentur kepalanya hingga pecah dan mematahkan lehernya. Saat itu yang ia pikirkan hanyalah mamanya yang membutuhkannya. Sebab ia putus sekolah dan mengambil alih masalah keuangan.
Mamanya yang sakit butuh biaya besar untuk dibawa berobat. Jadi ia bertekat untuk keluar secepat mungkin. Demi menyelamatkan diri sendiri. Tapi naas baginya, karena ia kena timpa tiang. Dan meninggal saat itu juga. Arwahnya yang penasaran tidak bisa tenang. Ia selalu berpikir untuk pulang kerumah. Sehingga arwahnya tidak menyadari kalau rohnya telah terpisah dari raganya.
Dan ia memperlakukan orang lain sama persis seperti yang ia lakukan semasa hidupnya. Tapi siapa sangka kini ia akan jadi mengganggu kehidupan mereka. Sebab jika ia menyentuh mereka maka, mereka akan ketakutan. Dan lebih parahnya kalau mereka sampai kerasukan.
Pada saat di dalam ruangan pabrik berisik, seorang wanita masuk. Ia adalah Te Espere yang sedang mengantikan papanya untuk memeriksa secara langsung keadaan di pabrik.
Segera ia menuju keramaian yang mengerumuni gadis yang menggelepar di lantai. Lalu ia berusaha menyadarkan gadis yang kerasukan tersebut. Hanya dengan menegur gadis itu dan menyentuhnya. Dan kemudian gadis tersebut tersadar.
Roh yang berada di tubuh gadis itu pun keluar. Dan merasa lega. Ia mengucapkan terima kasih pada Te Espere. Tapi Te Espere diam saja. Sebab kalau menjawab akan terlihat seperti orang gila.
__ADS_1
Saat Te Espere menyentuh tangan gadis yang kesupan tersebut. Ia melihat masa lalu si arwah dan cara meninggalnya yang tragis. Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya. Yaitu arwah pria tersebut mencari sesuatu sebuah kalung.
Kalung tersebut merupakan kado dari adik perempuannya tepat di hari ulang tahunnya. Adiknya meletakkan kado tersebut di atas meja belajarnya. Ia tidak secara langsung memberikannya mengingat kalau mereka baru saja bertengkar.
Tapi saat pemuda itu mengetahui hal itu ia pun terharu. Meski hadiahnya tidak mewah namun ia sangat suka. Sebuah kalung berbentuk kotak persegi yang bisa dibuka dan di taruh foto. Dan di dalamnya sudah ada foto si adik dan mamanya.
Sejak saat itu kalung tersebut terus ia pakai kemana pun. Karena membuatnya selalu ingat akan keluarganya yang tersisa. Yang menjadi penyemangat saat ia merasa lelah. Namun kini benda itu membuatnya kesulitan untuk meninggalkan dunia.
Te Espere menceritakan hal tersebut pada Nicholas. Yang diminta papanya untuk menemani Te Espere ke kota kecil. Lalu mereka pun secepatnya pergi ke rumah orang tua pemuda itu. Dan menceritakan hal itu pada mama pemuda tersebut.
"Putra tante masih belum tenang karena mencari kalung itu," ujar Te Espere secara langsung.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya mama pemuda itu.
"Kuburkan benda itu, agar anak tante tidak lagi mencarinya," ujar Te Espere.
Wanita itu menangis sebab ia pikir dengan menyimpan benda paling disukai anaknya, ia bisa melepaskan rindunya pada anaknya tersebut. Tapi justru membuat putra menjadi tidak tenang dan kesulitan pergi ke alam kematian.
Akhirnya sang mama merelakan kalung tersebut. Kalung itu ia kubur di atas kuburan putranya yang masih gundukan tanah. Dan sejak saat itu putranya tidak pernah lagi muncul di pabrik mau pun di rumah.
Dan suatu malam mamanya berminpi kalau putranya berteriak kegirangan menemukan kalung yang selama ini dia cari.
"Ma kalungnya sudah aku dapat, dengan begini kita akan selalu bersama," ujarnya kegirangan.
"Ma aku pergi dulu ya, kalau tiba waktunya kita akan bertemu lagi. Kalau saat itu tiba, tolong ceritakan apa saja yang kalian lakukan selama aku pergi," ujarnya sambil melambaikan tangan.
"Sampai bertemu lagi!"
__ADS_1
Bersambung...